Kampar Promosikan Budaya dan Kuliner di Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025
Kabupaten Kampar tampilkan budaya, kuliner, dan kerajinan khas di Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025, promosikan warisan Melayu ke publik.
LINTASTIMURMEDIA.COM - PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten Kampar menegaskan komitmennya dalam melestarikan adat, seni budaya, dan kuliner khas daerah, sekaligus mengajak generasi muda menjadi pelaku aktif dalam menjaga kekayaan budaya Kampar. Melalui beragam program, dukungan, dan partisipasi nyata, Pemkab Kampar terus mendorong kemajuan seni, kuliner, hingga kerajinan tangan lokal agar tetap dikenal lintas generasi.
Hal ini disampaikan Bupati Kampar H. Ahmad Yuzar, S.Sos, MT melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kabupaten Kampar, Zulfikar, S.Ag, M.Si, saat meninjau pelaksanaan Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025 yang digelar di Jalan Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru, Kamis (8/8) malam. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Riau Abdul Wahid dan menjadi salah satu agenda utama peringatan Hari Jadi ke-68 Provinsi Riau.

"Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten Kampar ikut berpartisipasi dan mendukung penuh pelaksanaan Pekan Budaya Melayu Serumpun yang ditaja Pemerintah Provinsi Riau. Kegiatan ini menjadi ajang penting untuk memperkuat rasa bangga terhadap warisan budaya Melayu sekaligus mempererat silaturahmi antar daerah," ujar Zulfikar.
Ia menambahkan, Pekan Budaya Melayu Serumpun bukan hanya sekadar hiburan, melainkan pengingat akan kejayaan masa lalu dan warisan peradaban yang tumbuh di tanah Melayu Riau. Kabupaten Kampar sendiri, menurutnya, memiliki goresan sejarah yang tak terpisahkan dari terbentuknya Provinsi Riau.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kampar, Zamhur, ST, M.Si, menjelaskan bahwa dukungan Kampar dalam kegiatan ini diwujudkan dengan menampilkan beragam produk unggulan daerah. Mulai dari kuliner tradisional, kerajinan tangan, hingga karya seni khas Kampar dipamerkan di stand yang disiapkan khusus.
"Kegiatan ini akan kita ikuti selama pergelaran berlangsung, karena menjadi kesempatan emas untuk memperkenalkan kekayaan seni, budaya, dan musik tradisional Kampar. Apalagi ada berbagai agenda menarik seperti pemilihan Bujang dan Dara Riau yang turut mempromosikan identitas daerah," kata Zamhur.
Tak hanya itu, suasana stand Kabupaten Kampar juga semakin semarak berkat kehadiran pramu stand yang berasal dari Bujang dan Dara Kampar 2025, yakni Indah Lestari, Dimas, dan Tasya. Mereka aktif melayani pengunjung yang datang, baik yang membeli produk, meminta informasi, maupun sekadar ingin mengenal lebih dekat tentang Kampar.
"Alhamdulillah, stand bazar kami cukup ramai diminati. Ada yang langsung membeli produk, ada yang tertarik mengetahui detail pembuatannya, dan ada juga yang datang hanya untuk mencari informasi wisata dan budaya Kampar," ungkap Indah Lestari.
Melalui keikutsertaan di Pekan Budaya Melayu Serumpun 2025, Pemkab Kampar berharap promosi budaya, kuliner, dan kerajinan khas dapat semakin meluas. Selain menjadi sarana menjaga warisan leluhur, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku UMKM dan pengrajin lokal.





















