Babinsa Ngemplak dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Selokan

Babinsa Koramil 11/Ngemplak Kodim 0724/Boyolali bersama warga Dukuh Ngampo melaksanakan gotong royong memperbaiki jalan desa dan membersihkan selokan sebagai upaya mencegah banjir saat musim hujan. Kegiatan yang dipimpin Serka Eko Tri Wibowo ini bertujuan memulihkan fungsi drainase, menjaga kebersihan lingkungan, serta mempererat kemanunggalan TNI dan masyarakat.

Babinsa Ngemplak dan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan dan Selokan
Cegah Banjir, Babinsa Ngemplak Ajak Warga Gotong Royong Perbaikan Jalan dan Selokan

BOYOLALI — LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas banjir tidak akan terwujud tanpa kepedulian kolektif seluruh elemen masyarakat. Semangat itulah yang kembali diperlihatkan oleh Babinsa Koramil 11/Ngemplak Kodim 0724/Boyolali, Serka Eko Tri Wibowo, saat memimpin kegiatan gotong royong bersama warga Dukuh Ngampo, Desa Kismoyoso, Kecamatan Ngemplak, pada Minggu (09/11/25). Kegiatan tersebut berfokus pada perbaikan jalan desa dan pembersihan selokan sebagai langkah antisipasi banjir di musim hujan.

Menurut Serka Eko Tri Wibowo, kerja bakti ini berangkat dari kondisi saluran air lama yang sudah tidak berfungsi optimal. “Selokan di beberapa titik sudah rusak, ukurannya kecil, bahkan tertimbun lumpur dan sampah. Setiap turun hujan, air sering meluap ke jalan dan masuk ke pemukiman warga,” jelasnya. Kondisi tersebut tidak hanya mengganggu mobilitas masyarakat, tetapi juga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan akibat genangan dan timbunan sampah.

Ia menegaskan bahwa musim hujan tidak hanya membawa berkah bagi sektor pertanian, tetapi juga dapat menimbulkan persoalan lingkungan jika infrastruktur drainase tidak terawat. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan, terutama di sekitar saluran air, agar tidak terjadi penyumbatan yang memicu banjir dan kerusakan jalan.

“Bila dibiarkan, genangan air bisa membahayakan pengguna jalan. Selain itu, lingkungan yang kotor memicu berbagai penyakit. Maka dari itu, menjaga kebersihan selokan adalah langkah sederhana namun sangat penting,” tambahnya.

Kegiatan gotong royong ini tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan saluran air yang kembali normal, tetapi juga memperkuat hubungan emosional antara Babinsa dan warga di wilayah binaan. Kehadiran Babinsa sebagai pembina teritorial memberikan contoh nyata bahwa sinergi antara TNI dan masyarakat merupakan kekuatan besar dalam membangun lingkungan yang aman, sehat, dan nyaman.

Kebersamaan dalam memperbaiki sarana publik seperti jalan dan selokan menjadi bukti bahwa gotong royong tetap menjadi identitas sosial masyarakat Indonesia. Di tengah perubahan zaman, nilai-nilai kebersamaan tersebut terbukti masih relevan dan menjadi pondasi penting bagi terciptanya lingkungan yang lebih baik.

Dengan adanya kegiatan ini, warga berharap ancaman banjir dapat diminimalkan, akses jalan menjadi lebih aman, serta pola hidup bersih dapat semakin membudaya di wilayah Ngemplak dan sekitarnya. Kerja sama antara Babinsa dan masyarakat ini diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Boyolali untuk terus memperkuat kegiatan gotong royong, terutama dalam menghadapi musim penghujan.


Reporter: Agus Kemplu
Editor: Thab313