Bupati Bengkalis Hadiri Halal Bihalal FKPMR, Perkuat Sinergi Tali Berpilin Tiga di Riau
Silaturahmi FKPMR di Pekanbaru perkuat sinergi Tali Berpilin Tiga antara tokoh masyarakat, ulama, adat, dan pemerintah untuk mendorong pembangunan Riau yang maju dan berkelanjutan.
PEKANBARU – LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya memperkuat sinergi lintas sektor demi mendorong percepatan pembangunan daerah terus digencarkan di Provinsi Riau. Salah satunya melalui momentum Silaturahmi dan Halal Bihalal yang digelar Forum Komunikasi Pemuka Masyarakat Riau (FKPMR), Minggu (12/4/2026), di Balai Dang Merdu BRK Syariah, Pekanbaru.
Kegiatan strategis bertema “Sinergi dan Kolaborasi Membangun Masa Depan Riau yang Cemerlang, Gemilang, dan Terbilang” ini menjadi ruang temu penting bagi para pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah, tokoh masyarakat, ulama, hingga legislatif, dalam merumuskan arah pembangunan Riau ke depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Bupati Bengkalis, yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Ed Efendi, turut hadir dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis dalam memperkuat kolaborasi lintas sektor. Kehadiran tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat merupakan kunci utama dalam mendorong kemajuan daerah.
Turut hadir dalam kesempatan itu Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau SF Hariyanto, Ketua Umum FKPMR Mambang Mit, Ketua Dewan Pembina FKPMR Saleh Djasit, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat LAM Riau Datuk Seri Marjohan Yusuf, Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian LAM Riau Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, serta sejumlah anggota DPR RI asal Riau, termasuk H. Achmad. Kehadiran para tokoh ini mempertegas pentingnya konsolidasi lintas elemen dalam menjawab tantangan pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Ketua Umum FKPMR Mambang Mit menegaskan urgensi penguatan konsep “Tali Berpilin Tiga” sebagai fondasi utama dalam menjaga stabilitas dan kemajuan Riau. Konsep ini mengintegrasikan tiga pilar utama, yakni FKPMR sebagai representasi sosial, ekonomi, dan politik; Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penjaga nilai-nilai keagamaan; serta Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau sebagai pelestari nilai adat dan budaya.
Menurut Mambang Mit, kolaborasi ketiga unsur tersebut, jika disinergikan dengan pemerintah dan legislatif, akan menjadi kekuatan besar dalam membangun daerah yang kokoh dan berdaya saing.
“Kita ingin kolaborasi ini menjadi seperti tungku yang ditopang tiga tiang. Dengan kekuatan itu, Riau tidak akan mudah goyah dalam menghadapi berbagai dinamika. Apalagi pertumbuhan ekonomi Riau menunjukkan tren positif, dari 3,5 persen pada 2024 meningkat menjadi 4,79 persen pada 2025. Ini harus kita jaga bersama dengan semangat persatuan dan kebersamaan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto dalam sambutannya menyoroti sejumlah tantangan besar yang dihadapi daerah, khususnya dari aspek fiskal dan kebijakan pemerintah pusat. Ia menekankan pentingnya kesiapan daerah dalam menyesuaikan diri dengan regulasi terbaru, terutama terkait mandatori belanja pegawai yang dibatasi maksimal 30 persen dari total anggaran.
Saat ini, lanjutnya, porsi belanja pegawai di Riau masih berada di kisaran 45 persen, sehingga diperlukan langkah strategis dan inovatif untuk menyesuaikan kebijakan tersebut tanpa mengorbankan kesejahteraan aparatur sipil negara.
“Kondisi ini tidak boleh membuat kita pesimis. Justru harus menjadi momentum untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian daerah. Jika kebijakan ini diterapkan secara ketat pada 5 Januari 2027, kita harus sudah memiliki solusi kreatif agar kesejahteraan pegawai tetap terjaga tanpa membebani APBD secara berlebihan,” tegasnya.
Pandangan serupa disampaikan Anggota DPR RI asal Riau, H. Achmad, yang menilai pertemuan ini sebagai momentum penting dan bersejarah dalam upaya menyatukan visi pembangunan Riau. Ia mengapresiasi langkah FKPMR yang mampu menghadirkan forum dialog terbuka antara tokoh masyarakat, pemerintah, dan legislatif.
“Ini adalah langkah maju. Untuk pertama kalinya para tokoh dan wakil rakyat duduk bersama dalam forum formal seperti ini. Dengan komunikasi yang terbuka, kita bisa merumuskan solusi konkret dan terukur untuk kemajuan Riau,” ungkapnya.
Di sisi lain, Ed Efendi yang mewakili Bupati Bengkalis menegaskan dukungan penuh terhadap visi besar FKPMR dalam membangun sinergi lintas sektor. Ia menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap berkontribusi aktif dalam menyelaraskan program pembangunan daerah dengan kebijakan provinsi dan nasional.
Menurutnya, kolaborasi yang kuat antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menciptakan pembangunan yang merata, berkeadilan, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
“Sinergi ini bukan hanya simbolis, tetapi harus diwujudkan dalam langkah nyata. Pemerintah Kabupaten Bengkalis siap bersinergi agar pembangunan di daerah berjalan selaras dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Acara Silaturahmi dan Halal Bihalal FKPMR ini kemudian ditutup dengan sesi dialog interaktif dan konsolidasi bersama. Forum tersebut menjadi wadah strategis dalam menyatukan persepsi, memperkuat komitmen, serta merumuskan langkah konkret menuju masa depan Riau yang lebih maju, sejahtera, dan bermarwah.
Momentum ini sekaligus menegaskan bahwa semangat kebersamaan, nilai adat, dan kearifan lokal yang terangkum dalam filosofi “Tali Berpilin Tiga” tetap relevan sebagai fondasi pembangunan Bumi Lancang Kuning di tengah tantangan global yang semakin kompleks.
Sumber: DISKOMINFOTIK





















