Haryono Serukan Deradikalisasi dan Dukungan ke Polri
Mantan Napiter Medan Ajak Tolak Radikalisme dan Terorisme
LINTASTIMURMEDIA.COM - Medan – Haryono alias Ono, mantan narapidana terorisme (eks napiter) asal Kota Medan, secara tegas menyatakan penolakan terhadap paham radikal, intoleran, dan aksi terorisme. Ia menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat, termasuk pemerintah dan aparat keamanan, untuk bersama-sama mencegah penyebaran paham radikal dan ajaran kekerasan yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam pernyataannya, Haryono mengungkapkan bahwa kedamaian yang kini dirasakannya merupakan hasil dari keputusan meninggalkan masa lalu kelam yang dipenuhi oleh paham kekerasan. Ia berharap pengalaman hidupnya bisa menjadi pelajaran berharga dan inspirasi bagi masyarakat luas agar tidak terjerumus dalam ideologi yang menyesatkan. “Pesan saya sederhana namun kuat: jadilah yang terbaik di antara orang-orang baik,” ujarnya penuh semangat.
Sebagai warga negara yang cinta tanah air, Haryono menekankan pentingnya menjaga NKRI dari ancaman paham radikalisme dan tindakan terorisme. Ia percaya bahwa seluruh masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah Kota Medan dan sekitarnya.
Dalam konteks deradikalisasi dan reintegrasi sosial, Haryono menyampaikan harapan agar pemerintah daerah bersama aparat keamanan seperti Polri dan TNI terus memberikan pembinaan dan pendampingan terhadap para mantan napiter. Ia menilai bahwa pelatihan keterampilan kerja dan pembukaan lapangan pekerjaan merupakan kunci utama agar eks napiter bisa kembali produktif dan diterima dalam kehidupan sosial.
Haryono juga mengimbau kepada masyarakat Kota Medan dan sekitarnya agar aktif mendukung aparat penegak hukum dalam upaya membasmi ajaran sesat radikalisme dan jaringan terorisme. Ia meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh hasutan kelompok-kelompok tak bertanggung jawab yang menyebarkan narasi kebencian dan kekerasan.
“Perangkat negara seperti Densus 88 Anti Teror Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT RI) harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat. Kita harus percaya bahwa Polri tidak akan pernah lengah dalam memantau dan menindak jaringan terorisme yang masih bergerak di bawah tanah,” ucapnya.
Haryono menyatakan bahwa masyarakat harus bersinergi dengan aparat keamanan. Jika ada informasi atau kecurigaan terhadap aktivitas seseorang yang diduga terpengaruh paham radikal, ia mendorong masyarakat untuk tidak ragu melaporkannya kepada kepolisian.
“Jangan pernah takut memberikan informasi kepada Polri untuk hal-hal yang baik. Memberikan informasi tentang kejahatan, termasuk aktivitas terorisme, merupakan bentuk kontribusi nyata kita kepada negara. Itu adalah amal kebaikan,” tegas Haryono saat ditemui di salah satu kafe di Jalan Medan–Binjai, Kecamatan Sunggal.
Dengan pendekatan deradikalisasi dan keterlibatan aktif masyarakat, Haryono percaya bahwa Indonesia, khususnya wilayah Sumatera Utara seperti Medan dan Binjai, akan semakin kuat dalam menghadapi ancaman terorisme dan paham ekstrem. Ia menutup pesannya dengan ajakan untuk terus memperkuat persatuan bangsa dan menjaga perdamaian demi masa depan Indonesia yang aman dan damai.





















