Jalan Vital Sekeladi–Sekapas Rusak Akibat Banjir, Warga Desak Pemkab Rohil Bertindak Cepat
Kerusakan jalan Sekeladi–Sekapas di Kabupaten Rokan Hilir yang telah berlangsung selama dua tahun dikeluhkan warga. Jalur vital penghubung antarwilayah itu dinilai menghambat mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.
ROKAN HILIR, LINTASTIMURMEDIA.COM – Kondisi jalan penghubung antara Kepenghuluan Sekeladi, Kecamatan Tanah Putih, dan Kepenghuluan Sekapas, Kecamatan Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir, hingga kini masih memprihatinkan. Kerusakan yang telah berlangsung selama bertahun-tahun tersebut menjadi sorotan masyarakat karena dinilai menghambat aktivitas ekonomi, mobilitas warga, serta akses transportasi antarwilayah yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari.
Masyarakat setempat mengaku kecewa karena hingga pertengahan tahun 2026 belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rokan Hilir maupun anggota DPRD Rohil dari Daerah Pemilihan (Dapil) III untuk memperbaiki infrastruktur yang menjadi urat nadi penghubung sejumlah desa dan kecamatan tersebut.
Jalan Sekeladi–Sekapas selama ini bukan sekadar akses biasa. Jalur tersebut merupakan salah satu lintasan strategis yang digunakan warga untuk menuju kawasan perkebunan, mengangkut hasil pertanian dan perkebunan, serta menjadi akses alternatif menuju sejumlah wilayah di Kabupaten Rokan Hilir maupun Kabupaten Bengkalis.
Bagi sebagian besar masyarakat, keberadaan jalan tersebut memiliki peranan penting dalam menunjang roda perekonomian daerah. Namun, kondisi jalan yang rusak berat membuat aktivitas warga terganggu dan meningkatkan biaya transportasi yang harus mereka keluarkan setiap hari.
"Kalau kami dari Sekeladi yang bekerja di Duri, jaraknya jauh lebih dekat melalui jalan ini dibandingkan harus memutar lewat Jembatan Sintong. Selain menghemat waktu, biaya perjalanan juga lebih ringan," ungkap Wira, warga Sekeladi, saat ditemui di lokasi, Rabu (3/6/2026).
Menurut Wira, kerusakan jalan mulai terjadi sejak kawasan tersebut dilanda banjir besar sekitar dua tahun lalu. Hantaman arus air menggerus badan jalan hingga menyebabkan sebagian ruas mengalami amblas dan tidak lagi layak dilalui kendaraan secara normal.
Ia menjelaskan, terdapat titik kerusakan sepanjang kurang lebih 15 meter dengan lebar sekitar enam meter yang kondisinya cukup parah. Pada musim hujan, lokasi tersebut berubah menjadi kubangan dan sangat berbahaya bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
"Sudah lama rusak, tetapi sampai sekarang belum ada perbaikan permanen. Kami berharap pemerintah daerah tidak hanya datang saat kampanye atau reses, tetapi benar-benar memperjuangkan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lainnya yang menilai kerusakan jalan tersebut telah berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Petani dan pekebun mengalami kesulitan mengangkut hasil panen karena kendaraan pengangkut sering terjebak atau harus mencari jalur alternatif yang lebih jauh.
Selain menghambat distribusi hasil perkebunan, kondisi jalan yang rusak juga berpotensi mengganggu akses pelayanan kesehatan, pendidikan, hingga aktivitas sosial masyarakat yang bergantung pada konektivitas antarwilayah.
Warga menilai pembangunan infrastruktur jalan seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah mengingat jalan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai penghubung antar-kecamatan. Mereka berharap Pemkab Rokan Hilir bersama DPRD Rohil dapat segera mengalokasikan anggaran perbaikan agar akses transportasi masyarakat kembali normal.
Masyarakat juga meminta para wakil rakyat yang terpilih dari Dapil III untuk lebih aktif memperjuangkan aspirasi warga terkait pembangunan infrastruktur dasar. Sebab, keberadaan jalan yang baik tidak hanya meningkatkan kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, pemerataan pembangunan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Hingga berita ini diturunkan, masyarakat masih menantikan kepastian dari pemerintah daerah terkait rencana perbaikan ruas jalan Sekeladi–Sekapas yang telah lama rusak tersebut. Warga berharap aspirasi yang mereka sampaikan tidak lagi sekadar menjadi catatan, melainkan segera diwujudkan melalui langkah nyata demi mendukung konektivitas dan kemajuan wilayah di Kabupaten Rokan Hilir.



Panca Syahputra Setepu 


















