Bupati Kuansing Lantik 36 Kepala Sekolah, Fokus Pendidikan Berkualitas

Bupati Kuansing Suhardiman Amby melantik 36 kepala sekolah dan 1 pejabat fungsional, menegaskan komitmen peningkatan pendidikan berkualitas, disiplin guru, dan generasi Qurani di Kuantan Singingi.

Bupati Kuansing Lantik 36 Kepala Sekolah, Fokus Pendidikan Berkualitas
Bupati Kuansing Lantik 36 Kepala Sekolah dan 1 Pejabat Fungsional, Tegaskan Komitmen Pendidikan Berkualitas dan Generasi Qurani

TELUK KUANTAN, LINTASTIMURMEDIA.COM — Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi terus memperkuat komitmen dalam membangun sumber daya manusia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing melalui sektor pendidikan. Hal tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM saat melantik dan mengambil sumpah jabatan sebanyak 36 Pegawai Negeri Sipil (PNS) sebagai Kepala Sekolah Dasar (SD) dan Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta 1 pejabat fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi.

Prosesi pelantikan berlangsung khidmat di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kuansing, Jumat (08/05/2026), dan menjadi momentum penting dalam penguatan tata kelola pendidikan serta peningkatan mutu pelayanan publik di daerah berjuluk Negeri Jalur tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan itu unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para camat se-Kabupaten Kuantan Singingi, tokoh pendidikan, serta tamu undangan lainnya. Dari total 37 pejabat yang dilantik, terdiri dari 13 Kepala SMP, 23 Kepala SD, dan 1 pejabat fungsional.

Dalam sambutannya, Bupati Suhardiman Amby menegaskan bahwa cita-cita mewujudkan Kuantan Singingi yang hebat, maju, cerdas, religius, dan mampu bersaing di tingkat nasional harus dimulai dari pembangunan pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Menurutnya, kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai nahkoda pendidikan dalam mencetak generasi masa depan yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, moral, dan akhlak yang kuat.

“Kuansing untuk Riau dan Kuansing untuk Indonesia. Kita memiliki potensi besar untuk melahirkan orang-orang hebat melalui sekolah. Masa depan daerah ini sangat ditentukan oleh kualitas pendidikan hari ini,” ujar Bupati Suhardiman Amby di hadapan para pejabat yang dilantik.

Ia menekankan bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi, perubahan sosial, dan tuntutan globalisasi. Karena itu, para kepala sekolah diminta mampu melakukan inovasi dan pembenahan sistem pendidikan secara terencana, terukur, dan berorientasi pada kualitas.

Salah satu program prioritas yang akan terus diperkuat Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi, kata Bupati, ialah kerja sama dengan Kementerian Agama terkait peningkatan pendidikan keagamaan bagi peserta didik, khususnya kemampuan membaca Al-Qur’an bagi siswa muslim sejak tingkat sekolah dasar.

Menurutnya, pendidikan agama menjadi pondasi penting dalam membentuk generasi muda yang berintegritas dan memiliki karakter kuat di tengah derasnya arus modernisasi.

“Permasalahan saat ini masih ada anak-anak kita yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Ini harus menjadi perhatian serius bersama. Pendidikan tidak hanya soal akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan nilai-nilai keagamaan,” tegasnya.

Selain penguatan pendidikan karakter dan religiusitas, Bupati juga menyoroti pentingnya kedisiplinan tenaga pendidik di lingkungan sekolah. Ia meminta agar budaya disiplin benar-benar diterapkan demi menjaga kualitas proses belajar mengajar.

Menurutnya, guru merupakan teladan utama bagi peserta didik. Karena itu, kehadiran dan tanggung jawab guru di sekolah harus menjadi prioritas.

“Pendidikan harus bertumpu pada kemampuan yang unggul dan disiplin yang kuat. Tidak boleh ada lagi guru yang meninggalkan sekolah pada jam belajar tanpa alasan yang jelas. Guru harus menjadi contoh bagi murid-muridnya,” tegas Bupati.

Dalam menghadapi era digital dan perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat, para kepala sekolah dan guru juga didorong agar mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana peningkatan mutu pendidikan. Pemanfaatan teknologi dinilai menjadi salah satu kunci menciptakan sistem pembelajaran yang modern, efektif, dan adaptif terhadap kebutuhan zaman.

Bupati Suhardiman juga mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, bersih, sehat, dan memiliki kawasan hijau yang mendukung tumbuh kembang peserta didik.

Menurutnya, suasana sekolah yang baik akan menciptakan proses belajar yang lebih optimal sekaligus membangun karakter siswa yang peduli terhadap lingkungan.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa membangun dunia pendidikan tidak bisa dilakukan secara individual maupun hanya bergantung kepada pemerintah semata. Dibutuhkan semangat gotong royong, kolaborasi, dan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk komite sekolah, guru, wali murid, dan tokoh masyarakat.

“Jangan hanya sibuk sendiri-sendiri. Bangun sekolah dengan kebersamaan dan semangat gotong royong. Pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya penuh penekanan.

Bupati juga meminta para kepala sekolah untuk proaktif dalam memperbaiki sarana dan prasarana sekolah yang mulai mengalami kerusakan, tanpa harus selalu menunggu bantuan pemerintah daerah.

Menurutnya, semangat kepedulian dan inisiatif menjadi bagian penting dalam memajukan sekolah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang layak bagi generasi muda Kuansing.

“Kalau ada fasilitas sekolah yang mulai rusak, mari bersama-sama membangun dan memperbaiki. Jangan hanya menunggu bantuan, tetapi harus berani memulai demi kemajuan pendidikan kita,” tambahnya.

Tidak hanya itu, Bupati Suhardiman Amby turut mengingatkan pentingnya pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran agar benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu pendidikan.

Ia berharap seluruh kepala sekolah mampu menjaga integritas, profesionalisme, serta kepercayaan masyarakat dalam menjalankan amanah jabatan yang diberikan.

Kepada seluruh pejabat yang baru dilantik, Bupati juga berpesan agar menjaga perilaku, etika komunikasi, serta setiap keputusan yang diambil dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, hubungan harmonis antara sekolah, komite, dan masyarakat harus terus dibangun guna menciptakan ekosistem pendidikan yang sehat dan berkelanjutan di Kabupaten Kuantan Singingi.

Sementara itu, khusus kepada pejabat fungsional bidang kesehatan yang turut dilantik, Bupati meminta agar dapat mendukung suksesnya program Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Kuantan Singingi melalui pelayanan kesehatan yang maksimal, profesional, dan humanis kepada masyarakat.

Pelantikan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam memperkuat kualitas pendidikan dan pelayanan publik demi mewujudkan daerah yang maju, religius, dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.

Sumber: Kominfoss Kuansing