Bapenda Pekanbaru Hadirkan Posko Pajak Weekend, Warga Antusias Bayar PBB
Bapenda Pekanbaru menghadirkan layanan Posko Pajak Daerah saat akhir pekan untuk memudahkan pembayaran PBB-P2. Warga menyambut positif pelayanan yang dekat, cepat, dan mendukung pembangunan Kota Pekanbaru.
PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik terus diwujudkan melalui berbagai inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Memasuki pertengahan tahun 2026, antusiasme warga dalam memenuhi kewajiban perpajakan menunjukkan tren yang semakin positif. Menyikapi tingginya partisipasi tersebut, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Pekanbaru terus menghadirkan terobosan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan dekat dengan masyarakat melalui kehadiran Posko Pajak Daerah di kawasan permukiman warga.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan pembayaran pajak daerah kepada masyarakat tanpa harus datang ke kantor pelayanan maupun pusat-pusat keramaian. Kehadiran posko pelayanan pajak di lingkungan perumahan mendapat sambutan hangat dari masyarakat, khususnya para wajib pajak yang berdomisili cukup jauh dari kantor pelayanan pajak daerah.
Sebagai bentuk perhatian terhadap kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru, T. Denny Muharpan, SH., MH, didampingi Kepala Bidang Pajak Daerah II, Ari Supriyanto, S.Kom, meninjau langsung operasional Posko Pajak Daerah yang berlangsung di Komplek Pelangi Indah, Sabtu (20/6/2026).
Kunjungan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan seluruh pelayanan berjalan optimal serta memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam mengurus berbagai kewajiban perpajakan, terutama pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).
Melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pendapatan IV Kota Pekanbaru, Bapenda sengaja menghadirkan layanan pajak daerah pada akhir pekan sebagai bentuk adaptasi terhadap kebutuhan masyarakat modern yang memiliki keterbatasan waktu pada hari kerja. Sabtu dan Minggu dipilih karena merupakan waktu yang relatif lebih longgar bagi sebagian besar warga setelah disibukkan dengan aktivitas pekerjaan, usaha, maupun kegiatan lainnya sepanjang pekan.
Kebijakan menghadirkan layanan pajak saat akhir pekan ini sekaligus menjadi strategi pelayanan publik yang lebih inklusif dan responsif. Dengan mendatangi langsung lingkungan masyarakat, pemerintah berharap tidak ada lagi hambatan jarak maupun waktu yang menghalangi warga untuk memenuhi kewajiban perpajakannya.
Selain memastikan proses pelayanan berjalan lancar, Kepala Bapenda Kota Pekanbaru juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berinteraksi langsung dengan masyarakat yang datang ke posko pelayanan. Suasana akrab terlihat ketika para wajib pajak menyampaikan berbagai masukan, apresiasi, serta harapan mereka terhadap peningkatan pelayanan publik di Kota Pekanbaru.

Dalam kesempatan itu, T. Denny Muharpan turut menyerahkan sejumlah souvenir kepada masyarakat yang telah melakukan pembayaran pajak sebagai bentuk apresiasi atas kepatuhan mereka dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pemberian souvenir tersebut bukan sekadar simbol penghargaan, melainkan juga bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif bahwa pajak memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, kontribusi masyarakat melalui pembayaran pajak menjadi salah satu sumber pendanaan utama dalam mewujudkan berbagai program pembangunan yang saat ini tengah digencarkan Pemerintah Kota Pekanbaru. Oleh karena itu, setiap wajib pajak yang taat patut mendapatkan apresiasi karena telah ikut berkontribusi terhadap kemajuan kota.
Usai melakukan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), salah seorang warga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Pekanbaru, khususnya kepada Wali Kota Pekanbaru yang telah menerapkan kebijakan penurunan tarif PBB-P2 hingga mencapai 70 persen pada tahun 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat karena mampu meringankan beban pengeluaran rumah tangga, terutama di tengah berbagai kebutuhan ekonomi yang terus meningkat.
“Dengan adanya penurunan seperti itu sangat membantu warga-warga kita. Namun dari penurunan ini, yang kita lihat sebagai warga Kota Pekanbaru adalah tetap adanya peningkatan pembangunan infrastruktur yang dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan pajak daerah yang dilakukan pemerintah. Warga tidak hanya merasakan manfaat dari keringanan tarif pajak, tetapi juga melihat hasil nyata dari pemanfaatan pendapatan daerah yang kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan.
Salah satu sektor yang paling dirasakan manfaatnya adalah pembangunan dan peningkatan infrastruktur jalan. Masyarakat mengaku merasakan perubahan signifikan melalui program perbaikan dan preservasi jalan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Pekanbaru di berbagai wilayah. Beberapa ruas jalan strategis seperti Jalan Kulim hingga Jalan Riau kini dinilai semakin baik dan memberikan kenyamanan bagi warga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Keberhasilan pembangunan daerah pada hakikatnya tidak dapat dipisahkan dari peran aktif masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Pajak merupakan instrumen penting yang menjadi tulang punggung pembiayaan pembangunan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga berbagai layanan publik yang dinikmati masyarakat setiap hari.
Karena itu, kebijakan Pemerintah Kota Pekanbaru yang menghadirkan layanan pajak langsung ke lingkungan warga serta memberikan keringanan tarif PBB-P2 menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kepatuhan dan kesadaran perpajakan masyarakat. Semakin tinggi partisipasi masyarakat dalam membayar pajak, semakin besar pula kemampuan daerah untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Melalui pendekatan pelayanan yang humanis, mudah dijangkau, dan berbasis kebutuhan masyarakat, Bapenda Kota Pekanbaru berharap budaya sadar pajak dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan sinergi antara pemerintah dan warga, pembangunan Kota Pekanbaru diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, merata, dan berkelanjutan demi mewujudkan kota yang maju, nyaman, dan berdaya saing di masa depan.























