Titiek Soeharto Sampaikan Belasungkawa atas 10 Korban Jiwa Demo Agustus 2025

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya 10 warga dalam gelombang aksi demonstrasi akhir Agustus 2025 di berbagai daerah. Dalam RDP bersama Badan Pangan Nasional di Senayan, ia menegaskan pentingnya pemerintah mempercepat penyaluran pangan agar keresahan publik tidak semakin meluas.

Titiek Soeharto Sampaikan Belasungkawa atas 10 Korban Jiwa Demo Agustus 2025
Rapat dengan Bapanas, Ketua Komisi IV DPR Titiek Soeharto Sampaikan Belasungkawa atas Korban Jiwa Demo Agustus 2025

LINTASTIMURMEDIA.COM – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menyampaikan belasungkawa mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam gelombang aksi demonstrasi besar yang melanda Indonesia pada akhir Agustus 2025. Ucapan duka itu disampaikan di hadapan peserta Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (4/9/2025).

Sebelum kita memasuki agenda rapat, izinkan kami atas nama pimpinan dan anggota Komisi IV DPR menyampaikan dukacita mendalam atas tragedi demonstrasi akhir-akhir ini yang menelan korban jiwa. Semoga para korban mendapat tempat terbaik di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala, dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan,” ujar Titiek dengan nada haru.


Catatan Komnas HAM: 10 Korban Jiwa di Empat Daerah

Tragedi demo akhir Agustus 2025 menorehkan luka mendalam bagi bangsa. Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sedikitnya ada 10 orang meninggal dunia dalam rangkaian aksi unjuk rasa yang berlangsung pada tanggal 25, 28, 29, 30, dan 31 Agustus 2025.

Ketua Komnas HAM, Anis Hidayah, menjelaskan bahwa korban berasal dari sejumlah daerah, yakni Jakarta, Makassar, Solo, dan Yogyakarta. Awalnya Komnas HAM melaporkan 11 korban, namun kemudian dikoreksi setelah salah satu korban asal Makassar ternyata masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Sepuluh korban meninggal dunia, sedangkan satu orang di Makassar masih dirawat,” ungkap Anis saat konferensi pers di Kantor Komnas HAM RI, Jakarta, Selasa (2/9/2025).

Daftar korban yang terkonfirmasi meninggal dunia adalah sebagai berikut:

  1. Affan Kurniawan – Jakarta

  2. Sari Nawati – Makassar

  3. Sauful Akbar – Makassar

  4. M. Akbar Basri – Makassar

  5. Rusma Diansyah – Makassar

  6. Sumari – Solo

  7. Reza Sandy Pratama – Yogyakarta

  8. Andika Lutfi Falah – Jakarta

  9. Juliarto Junior – Semarang

  10. Korban di Manokwari, Papua Barat, dengan identitas masih dikonfirmasi Komnas HAM.


Gelombang Demonstrasi Akhir Agustus 2025

Aksi unjuk rasa yang meletup di berbagai daerah pada akhir Agustus 2025 tercatat sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam satu dekade terakhir. Gelombang massa turun ke jalan menuntut transparansi kebijakan pemerintah, khususnya terkait sektor pangan, energi, dan kebijakan sosial-ekonomi.

Namun, di sejumlah titik, aksi berujung ricuh hingga memakan korban jiwa. Sejumlah insiden, termasuk benturan antara aparat keamanan dengan demonstran, masih dalam penyelidikan Komnas HAM dan aparat penegak hukum.

Tragedi ini mengundang perhatian luas, baik di dalam negeri maupun internasional. Bahkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui kantor hak asasi manusia mendesak pemerintah Indonesia melakukan investigasi menyeluruh terkait dugaan pelanggaran HAM yang terjadi.


Titiek Soeharto Dorong Penyaluran Pangan Tepat Sasaran

Di tengah suasana duka, rapat antara Komisi IV DPR dan Bapanas tetap membahas agenda utama, yakni ketersediaan dan penyaluran pangan nasional. Titiek menekankan agar Bulog dan Bapanas segera mengeluarkan stok beras SPHP yang menumpuk di gudang agar cepat disalurkan ke masyarakat.

Kenapa harus ditahan? Saat rakyat kesulitan mendapatkan beras medium, pemerintah wajib mempercepat distribusi. Jangan sampai rakyat jadi korban kebijakan yang lamban,” tegas Titiek.

Ia menambahkan, DPR akan terus mengawasi agar program pangan bersubsidi berjalan sesuai target dan tepat sasaran, apalagi setelah tragedi demo yang memperlihatkan keresahan publik semakin tinggi.


Duka, Evaluasi, dan Harapan

Tragedi korban jiwa demo Agustus 2025 bukan hanya meninggalkan luka, tetapi juga menjadi alarm bagi pemerintah, DPR, aparat penegak hukum, serta seluruh elemen bangsa. Titiek Soeharto menegaskan bahwa Komisi IV DPR akan menjadikan momentum ini sebagai refleksi sekaligus dorongan untuk memperkuat perlindungan rakyat melalui kebijakan pangan, sosial, dan keamanan yang lebih humanis.

Belasungkawa yang disampaikan Titiek menjadi simbol bahwa tragedi ini tidak boleh dilupakan. Sebaliknya, harus menjadi pengingat agar demokrasi tetap berjalan sehat, aspirasi rakyat tersampaikan dengan aman, dan nyawa manusia selalu dihargai di atas kepentingan politik.