Afni Dorong BPJS Ketenagakerjaan Cover Pekerja Informal di Siak

Bupati Siak Afni Zulkifli mendorong BPJS Ketenagakerjaan memperluas perlindungan sosial bagi pekerja informal seperti pedagang pasar. Pemkab Siak juga berkomitmen mencari skema subsidi premi bagi masyarakat miskin ekstrem ketika kondisi keuangan daerah membaik.

Afni Dorong BPJS Ketenagakerjaan Cover Pekerja Informal di Siak
Afni Zulkifli Dorong BPJS Ketenagakerjaan Perluas Perlindungan Bagi Pekerja Informal di Siak

SIAK – LINTASTIMURMEDIA.COM – Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan pentingnya perluasan cakupan BPJS Ketenagakerjaan agar tidak hanya menyasar pekerja formal, tetapi juga pekerja informal seperti pedagang pasar, nelayan, buruh harian, hingga kelompok masyarakat rentan. Hal ini disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Siak, Jonggi JM Panjaitan, di kediamannya, Komplek Perumahan Abdi Praja, Kota Siak, Kamis (4/9/2025).

Dalam pertemuan itu, Bupati Afni meminta pihak BPJS untuk lebih gencar melakukan sosialisasi langsung ke masyarakat, khususnya ke pedagang di pasar tradisional yang selama ini masih minim akses terhadap jaminan sosial ketenagakerjaan.

“Jika pedagang di pasar-pasar bergabung dalam BPJS Ketenagakerjaan, maka ketika mereka sakit atau mengalami risiko kerja, mereka tetap mendapatkan perlindungan. Minimal ada bantuan biaya hidup sebesar Rp1 juta per bulan selama tidak bisa bekerja. Hal-hal seperti ini masyarakat harus tahu,” tegas Afni.

Menurutnya, program perlindungan sosial yang ditawarkan BPJS Ketenagakerjaan sangat bermanfaat, terlebih bagi pedagang kecil yang rawan menghadapi risiko kesehatan maupun kecelakaan kerja. Dengan adanya perlindungan, mereka tidak hanya terbantu dalam biaya pengobatan, tetapi juga mendapatkan jaminan keberlangsungan hidup keluarga.

Pemkab Siak Akan Cari Skema Subsidi Premi

Bupati Afni juga menyinggung rencana Pemkab Siak untuk menyiapkan skema subsidi premi BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat miskin ekstrem. Namun, hal ini masih menunggu kondisi keuangan daerah yang lebih stabil.

“Ketika kondisi keuangan daerah membaik, kami akan mencoba mencari pola agar Pemkab bisa mensubsidi iuran masyarakat. Ke depan, saya berharap ada kolaborasi strategis dengan BPJS Ketenagakerjaan sehingga masyarakat miskin ekstrem di Kabupaten Siak juga bisa tercover,” ujarnya penuh harap.

BPJS Ketenagakerjaan Siak Fokus pada Pekerja Rentan dan Pedagang Pasar

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Siak, Jonggi JM Panjaitan, menjelaskan bahwa audiensi dengan Bupati Siak kali ini menjadi momentum penting untuk memperluas cakupan perlindungan pekerja.

“Hari ini kami berdiskusi dengan Ibu Bupati terkait strategi memperluas kepesertaan, khususnya bagi pekerja informal di Siak. Program ini ke depan diharapkan mampu meningkatkan perlindungan sosial bagi seluruh lapisan pekerja,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi komitmen Pemkab Siak yang sudah mengambil langkah nyata melalui APBD untuk mengcover sejumlah pekerja non-ASN, seperti tenaga honorer, pekerja rentan, perangkat Bapekam, serta pengurus RT dan RW.

“Ke depan, sesuai arahan Ibu Bupati, kami akan menyasar kelompok pedagang pasar dan pekerja informal lainnya,” tambah Jonggi.

Penyerahan Santunan Jaminan Kematian

Pada kesempatan itu, Bupati Afni bersama BPJS Ketenagakerjaan juga menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada keluarga penerima manfaat. Santunan JKM Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit diberikan kepada ahli waris Randy Fadillah, anak dari almarhum Maddin. Selain itu, santunan JKM bagi perangkat RT RK Bapekam Benteng Hilir diserahkan kepada ahli waris Erdinalis, istri dari almarhum Erfan, dengan total nilai Rp42 juta.

Santunan tersebut menjadi bukti nyata bahwa program BPJS Ketenagakerjaan mampu memberikan perlindungan dan kepastian bagi keluarga pekerja yang ditinggalkan.


Makna Lebih Luas

Langkah Bupati Siak Afni Zulkifli ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperjuangkan hak-hak dasar pekerja, baik formal maupun informal. Perlindungan sosial melalui BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga pekerja, tetapi juga mendorong terciptanya kesejahteraan masyarakat yang lebih inklusif di Kabupaten Siak.