Polsek Tanah Putih Cek Jagung Ketahanan Pangan di Rokan Hilir

Polsek Tanah Putih bersama kelompok tani melakukan pengecekan dan pemupukan tanaman jagung program ketahanan pangan di Rokan Hilir guna mendukung swasembada pangan nasional.

Polsek Tanah Putih Cek Jagung Ketahanan Pangan di Rokan Hilir
Polsek Tanah Putih Perkuat Ketahanan Pangan Nasional, Pantau Perkembangan Jagung Pipil di Rokan Hilir

ROKAN HILIR, LINTASTIMURMEDIA.COM – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diperlihatkan jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui langkah nyata di tengah masyarakat. Salah satunya dilakukan Polsek Tanah Putih yang aktif melakukan pendampingan dan pengecekan perkembangan tanaman jagung pipil di lahan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) yang berada di Kepenghuluan Ujung Tanjung, Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 09.00 WIB tersebut berlangsung di lahan pertanian seluas dua hektare yang terletak di Jalan Rukun Bersama RT 21 RW 08 Dusun Pematang Padang. Program ini menjadi bagian dari implementasi dukungan Polri terhadap agenda strategis nasional dalam mewujudkan swasembada pangan sebagaimana tertuang dalam Program Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Di tengah tantangan global terkait krisis pangan, perubahan iklim, hingga fluktuasi ekonomi dunia, keterlibatan aparat kepolisian dalam mendukung sektor pertanian dinilai menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dari tingkat desa. Kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mitra pembangunan yang ikut memastikan sektor pangan tetap produktif dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Tanah Putih bersama kelompok tani melakukan pemantauan langsung terhadap perkembangan tanaman jagung sekaligus melaksanakan pemupukan tahap pertama setelah tanaman memasuki usia 13 Hari Setelah Tanam (HST). Pemupukan dilakukan untuk memastikan pertumbuhan jagung berjalan optimal sehingga mampu menghasilkan produksi panen yang maksimal.

Turut hadir dalam kegiatan itu Kanit Binmas Polsek Tanah Putih AKP Xibung Renaldo, Panit I Binmas IPTU Lasben Siregar, Panit II Binmas AIPTU H. Harahap, serta Bhabinkamtibmas Kepenghuluan Ujung Tanjung AIPTU Hetmon Hutabarat. Kehadiran para personel kepolisian tersebut mendapat sambutan positif dari kelompok tani yang turut terlibat aktif dalam pengelolaan lahan pertanian, di antaranya Tukiman dan Rizky.

Sinergi antara aparat kepolisian dan masyarakat tani dinilai menjadi modal penting dalam membangun ketahanan pangan berbasis desa. Pendekatan kolaboratif seperti ini tidak hanya memperkuat produktivitas pertanian, tetapi juga mempererat hubungan sosial antara aparat negara dan masyarakat di wilayah pedesaan.

Kapolsek Tanah Putih menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan merupakan bentuk dukungan konkret terhadap kebijakan pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor pertanian produktif.

Menurutnya, ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah pusat semata, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk institusi kepolisian, pemerintah daerah, kelompok tani, dan masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap tanaman jagung yang dikelola masyarakat dapat tumbuh optimal sehingga hasil panennya nanti mampu mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian warga,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Polsek Tanah Putih akan terus mendukung program-program pemberdayaan masyarakat yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi desa, khususnya di sektor pertanian dan pangan.

Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, proses pemupukan tahap pertama berjalan lancar di seluruh area lahan. Kondisi tanaman jagung dilaporkan tumbuh cukup baik dan menunjukkan perkembangan yang positif. Jika tidak mengalami kendala cuaca maupun serangan hama, panen jagung diperkirakan akan dilaksanakan pada 14 Agustus 2026 mendatang.

Program ketahanan pangan seperti ini diharapkan mampu menjadi contoh pengembangan pertanian terpadu berbasis masyarakat di wilayah Kabupaten Rokan Hilir. Selain meningkatkan hasil produksi pangan lokal, program tersebut juga membuka peluang penguatan ekonomi kerakyatan dan menciptakan ketahanan sosial di tengah dinamika ekonomi nasional yang terus berkembang.

Langkah aktif Polsek Tanah Putih dalam mendampingi petani menjadi gambaran bahwa pembangunan ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama lintas sektor. Dari lahan-lahan pertanian desa, semangat menjaga kedaulatan pangan Indonesia terus tumbuh dan diperkuat demi masa depan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.