Babinsa dan PPL Nogosari Dampingi Petani, Panen Padi Meningkat
Kolaborasi Babinsa dan PPL Nogosari membantu petani Desa Jeron meningkatkan hasil panen padi melalui pendampingan teknis dan penggunaan teknologi pertanian modern.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya meningkatkan ketahanan pangan sekaligus memperkuat produktivitas pertanian di wilayah Boyolali terus mendapatkan perhatian serius. Salah satu bentuk nyata terlihat melalui kolaborasi strategis antara TNI AD dan Kementerian Pertanian RI, yang semakin intens menyentuh langsung aktivitas para petani di lapangan.
Sinergi tersebut kembali tampak ketika Babinsa Koramil 13/Nogosari Kodim 0724/Boyolali, Serka Slamet Fahrudin, bersama Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Kecamatan Nogosari hadir mendampingi proses panen padi Kelompok Tani (Poktan) di Dukuh Baratan, Desa Jeron, Minggu (16/11/25). Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan langsung terhadap petani dalam meningkatkan hasil panen sekaligus memperkuat penerapan teknologi pertanian modern.
Pada musim panen ini, petani mengaku merasakan peningkatan hasil yang cukup signifikan dibanding musim sebelumnya. Peningkatan tersebut tidak hanya terjadi karena faktor cuaca, tetapi juga berkat bimbingan teknis yang berkelanjutan dari PPL serta pengawalan intensif Babinsa.
Sutono, anggota Poktan Baratan, menyampaikan apresiasinya terhadap pendampingan yang mereka terima selama ini. Menurutnya, berbagai materi teknis hingga penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) turut berperan besar dalam mempercepat proses tanam dan meningkatkan kualitas gabah.
“Pendampingan dari PPL dan Babinsa sangat membantu kami. Banyak teknik baru yang membuat proses lebih cepat dan hasilnya lebih optimal. Terima kasih atas bimbingannya selama ini,” ujar Sutono dengan penuh rasa syukur.
Sementara itu, Danramil 13/Nogosari Kapten Inf Budiyanto menegaskan bahwa seluruh Babinsa di wilayah tersebut memang telah diberikan instruksi untuk aktif bermitra dengan petani. Langkah ini, kata dia, merupakan strategi memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus memastikan produktivitas pertanian tetap stabil.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor agar setiap kendala di lapangan—mulai dari pengolahan lahan, ketersediaan air, hingga distribusi pupuk—bisa segera ditangani tanpa mengganggu ritme tanam para petani.
Di tempat terpisah, Dandim 0724/Boyolali Letkol Inf Dhanu Anggoro Asmoro, S.E., menegaskan bahwa pendampingan pertanian adalah bagian dari komitmen besar TNI AD dalam menyukseskan program pemerintah terkait ketahanan pangan nasional. Menurutnya, kontribusi TNI di sektor pertanian merupakan kerja nyata yang langsung dirasakan oleh masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh anggota yang selalu semangat dalam menjalankan tugas kewilayahan, termasuk pendampingan pertanian. Meski berbagai capaian sudah kita raih, tugas tetap harus dijalankan dengan maksimal,” tegasnya.
Pendampingan yang berkelanjutan seperti ini diharapkan mampu memperkuat kemandirian pangan sekaligus mengangkat kesejahteraan petani di Boyolali. Dengan dukungan TNI, penyuluh, dan pemanfaatan teknologi pertanian modern, panen padi di Desa Jeron menjadi bukti bahwa kolaborasi yang solid dapat menghasilkan dampak signifikan bagi sektor pertanian daerah.
Reporter: Agus Kemplu
Editor: Thab411






















