Kirab Merah Putih 200 Meter Meriahkan Merti Desa Pojok Boyolali
Kirab Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 200 meter semarakkan tradisi Merti Desa Pojok Boyolali. Ribuan warga, TNI, dan pelajar ikut serta rayakan HUT RI ke-80 dengan penuh nasionalisme, gotong royong, dan kearifan lokal.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Desa Pojok, Kecamatan Nogosari, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada Sabtu (06/09/2025) dipenuhi suasana kemeriahan luar biasa. Ribuan warga, mulai dari anak-anak hingga orang tua, bergabung bersama TNI dari Babinsa Kodim 0724/Boyolali dan ratusan pelajar untuk mengarak Bendera Merah Putih raksasa sepanjang 200 meter.
Kirab bendera yang menempuh rute sejauh 1,5 kilometer melewati jalan poros desa itu menjadi pusat perhatian. Warga berjejer di sepanjang jalan, menyambut dengan penuh antusias sambil melambaikan tangan, meneriakkan yel-yel nasionalisme, hingga mengabadikan momen dengan gawai mereka. Kemeriahan ini sekaligus menjadi rangkaian peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia yang dipadukan dengan tradisi tahunan Merti Desa Pojok.
Simbol Persatuan, Nasionalisme, dan Gotong Royong
Babinsa Koramil 13/Nogosari, Sertu M. Juanto, menjelaskan bahwa kirab bendera raksasa ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sarat makna persatuan.
“Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan, kegotongroyongan, dan nasionalisme. Lebih dari 1.600 orang ikut serta sebagai wujud nyata cinta tanah air,” ungkapnya.
Tidak hanya kirab bendera, acara juga dimeriahkan dengan gunungan hasil bumi yang disusun oleh warga sebagai bentuk rasa syukur atas kemakmuran desa. Gunungan berisi aneka sayuran, buah, dan hasil pertanian lokal itu diarak bersama, lalu diperebutkan masyarakat di akhir acara, yang dipercaya membawa berkah.
Warisan Budaya dan Identitas Lokal
Selain gunungan, warga Desa Pojok juga menampilkan berbagai ikon budaya dan kreativitas lokal. Anak-anak dan pemuda desa menari, memainkan alat musik tradisional, hingga mengenakan pakaian adat khas Jawa. Kehadiran mereka menambah semarak kirab sekaligus mempertegas pentingnya melestarikan kearifan lokal di tengah modernisasi.
Kepala Desa Pojok, Fitriyanto, mengapresiasi antusiasme warganya yang luar biasa. Ia menegaskan bahwa tradisi Merti Desa harus terus dijaga sebagai identitas budaya.
“Bersih Desa ini adalah wujud syukur masyarakat Pojok kepada Tuhan sekaligus sarana mempererat persaudaraan. Kami berharap generasi muda terus melanjutkan tradisi budaya ini agar tidak hilang ditelan zaman,” ujarnya.
Kirab Merah Putih, Pengingat Semangat Kemerdekaan
Kirab Bendera Merah Putih sepanjang 200 meter di Boyolali ini menjadi bukti bahwa semangat nasionalisme tidak pernah pudar. Bagi masyarakat Desa Pojok, kegiatan ini bukan sekadar pesta rakyat, melainkan pengingat nilai persatuan, kemerdekaan, dan cinta tanah air.
Dengan memadukan unsur kebangsaan dan kearifan lokal, acara tersebut menjadi momentum penting untuk merawat identitas bangsa sekaligus memperkuat solidaritas sosial. Ribuan warga yang tumpah ruah di sepanjang jalan desa menjadikan momen ini sebagai catatan bersejarah dalam perjalanan Desa Pojok.





















