Danramil Wonosegoro Ajak Warga Rawat Kerukunan Lewat FKUB
Kegiatan Sosialisasi FKUB di Kecamatan Wonosegoro menghadirkan Danramil 17/Wonosegoro Kapten Inf Dwi Supriyanto yang mengajak masyarakat menjaga toleransi, merawat kerukunan antarumat beragama, serta memperkuat persatuan dan keamanan sosial di Boyolali.
BOYOLALI – LINTASTIMURMEDIA.COM – Komitmen menjaga kerukunan antarumat beragama terus diperkuat di wilayah Kecamatan Wonosegoro, Kabupaten Boyolali. Hal tersebut tampak dari kehadiran Danramil 17/Wonosegoro Kodim 0724/Boyolali, Kapten Inf Dwi Supriyanto, dalam kegiatan Sosialisasi dan Penyuluhan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) yang berlangsung di Aula Kecamatan Wonosegoro, Jumat (14/11/25).
Dalam sambutannya, Kapten Inf Dwi Supriyanto menegaskan bahwa kegiatan FKUB memiliki peran strategis untuk menjaga stabilitas sosial dan memperkuat toleransi antarumat beragama di tengah dinamika masyarakat yang semakin majemuk.
“Acara ini bertujuan mempererat kerukunan umat beragama agar kehidupan bermasyarakat tetap aman, rukun, dan kondusif,” ujarnya.
Perkuat Toleransi, Bangun Kesadaran Kolektif
Menurut Danramil, harmonisasi yang selama ini terjalin di wilayah Wonosegoro menjadi modal sosial berharga yang wajib dirawat secara berkelanjutan. Ia menilai, forum seperti FKUB merupakan ruang dialog yang efektif dalam menyatukan persepsi, menyelesaikan potensi perbedaan, serta membangun kesadaran kolektif bahwa persatuan adalah pondasi utama kehidupan bermasyarakat.
“Kerukunan yang sudah sangat baik ini harus terus dirawat. Perbedaan bukanlah halangan, justru menjadi kekayaan yang menyatukan kita dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika,” tegasnya.
Kapten Inf Dwi Supriyanto menambahkan, keberagaman agama dan budaya adalah karakter khas bangsa Indonesia yang perlu dijaga melalui sikap saling menghormati, menghindari provokasi, dan memperkuat komunikasi sosial antara tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen pemerintahan.
Menguatkan Peran Masyarakat dalam Menjaga Persatuan
Pada kesempatan tersebut, Danramil juga mengajak seluruh peserta kegiatan, mulai dari unsur pemerintahan desa, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga masyarakat luas, untuk terus memperkuat toleransi dan menjaga nilai-nilai kebersamaan. Ia menegaskan bahwa kerukunan bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama sebagai warga negara.
“Mari kita bersama-sama menjaga kerukunan demi persatuan dan kesatuan bangsa,” tandasnya.
Kegiatan FKUB di Wonosegoro ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga harmoni antarumat beragama, sekaligus memperkuat ketahanan sosial menghadapi berbagai tantangan zaman.
Reporter: Agus Kemplu
Editor: Thab313





















