Maulid Nabi di Masjid Agung Istiqomah, Wabup Bengkalis Ajak Teladani Rasulullah

Wabup Bengkalis Bagus Santoso menghadiri Maulid Nabi di Masjid Agung Istiqomah dan mengajak masyarakat meneladani akhlak Rasulullah SAW.

Maulid Nabi di Masjid Agung Istiqomah, Wabup Bengkalis Ajak Teladani Rasulullah
Peringati Maulid Nabi di Masjid Agung Istiqomah, Wabup Bengkalis Ajak Masyarakat Teladani Akhlak Rasulullah SAW

BENGKALIS, LINTASTIMURMEDIA.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhamma SAW Tahun 1448 Hijriyah/2026 Masehi di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis berlangsung dalam suasana khidmat, penuh kekeluargaan, serta sarat dengan pesan keagamaan. Momentum tersebut tidak hanya menjadi ruang untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi kesempatan untuk kembali menggali keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Wakil Bupati Bengkalis Dr. H. Bagus Santoso, mewakili Bupati Bengkalis Hj. Kasmarni, menghadiri langsung kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1448 H/2026 M tersebut di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, Senin (24/8/2026) malam.

Di hadapan para jamaah dan sejumlah unsur pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat yang hadir, Bagus Santoso mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Bengkalis menjadikan peringatan Maulid Nabi sebagai momentum untuk memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Lebih dari sekadar mengenang sejarah kelahiran Nabi Muhammad SAW, menurutnya, Maulid Nabi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kehidupan umat. Kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan dan kegiatan seremonial, tetapi harus diterjemahkan dalam bentuk keteladanan akhlak, kepedulian terhadap sesama, kejujuran, kesantunan, persaudaraan, serta kepedulian terhadap lingkungan sosial.

Kegiatan yang berlangsung penuh keberkahan tersebut menghadirkan Almukarram Dr. Jarir, M.Ag. sebagai penceramah. Tausiyah yang disampaikan menjadi bagian penting dalam menghidupkan kembali semangat umat untuk mengenal perjalanan hidup Rasulullah SAW sekaligus memahami nilai-nilai akhlak yang diwariskan kepada seluruh umat manusia.

Mewakili Bupati Bengkalis, H. Bagus Santoso menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan yang bersifat seremonial. Sebaliknya, peringatan tersebut harus menjadi momentum spiritual untuk memperbarui komitmen umat dalam mengenal, mencintai, meneladani, dan mengamalkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, sosok Rasulullah SAW merupakan teladan yang relevan untuk setiap zaman. Keteladanan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kehidupan ibadah, tetapi juga menyangkut bagaimana membangun hubungan antarmanusia, menjaga amanah, memperlakukan sesama dengan penuh kasih sayang, serta menghadirkan kemaslahatan di tengah masyarakat.

“Jadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam kehidupan, cahaya dalam perjalanan, dan inspirasi dalam membangun negeri,” ujarnya.

Pesan tersebut menjadi penting di tengah dinamika kehidupan masyarakat yang terus berkembang. Kemajuan zaman, teknologi, dan perubahan sosial harus berjalan beriringan dengan penguatan nilai moral dan keagamaan. Karena itu, keteladanan Rasulullah SAW dinilai menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk masyarakat yang berkarakter, beradab, dan memiliki kepedulian sosial.

Bagus juga menekankan pentingnya menanamkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW sejak usia dini kepada generasi muda. Menurutnya, pembangunan daerah tidak hanya membutuhkan generasi yang memiliki kemampuan akademik dan penguasaan teknologi, tetapi juga generasi yang memiliki fondasi iman, akhlak, karakter, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama.

Generasi muda, kata Bagus, merupakan bagian penting dari masa depan Kabupaten Bengkalis. Mereka akan menjadi penerus estafet pembangunan sekaligus menentukan wajah daerah pada masa mendatang. Karena itu, pendidikan karakter dan keteladanan harus berjalan beriringan dengan pendidikan formal.

“Kita ingin anak-anak kita menjadi generasi yang cerdas ilmunya, kuat imannya, baik akhlaknya, santun tutur katanya, dan luas kepeduliannya,” ungkapnya.

Harapan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari pembangunan fisik maupun capaian ekonomi. Kemajuan sebuah daerah juga tercermin dari kualitas manusia yang hidup di dalamnya, termasuk sejauh mana masyarakat mampu menjaga nilai-nilai agama, budaya, persaudaraan, gotong royong, serta rasa saling menghormati.

Dalam konteks Kabupaten Bengkalis, nilai-nilai tersebut memiliki posisi strategis karena masyarakat hidup dalam keberagaman latar belakang, profesi, serta lingkungan sosial. Semangat persaudaraan dan keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat persatuan serta menjaga kehidupan masyarakat agar tetap harmonis.

Sementara itu, Sekretaris Masjid Agung Istiqomah, Rinto, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini turut diisi dengan tradisi marhaban. Tradisi tersebut menjadi salah satu bagian yang memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan peringatan Maulid Nabi di tengah masyarakat Bengkalis.

Menurut Rinto, tradisi marhaban tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga menjadi bagian dari syiar Islam yang telah tumbuh dan hidup di tengah masyarakat. Karena itu, tradisi tersebut diharapkan tetap dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Pelestarian tradisi keagamaan, lanjutnya, penting dilakukan agar nilai-nilai luhur yang berkembang di tengah masyarakat tidak tergerus oleh perubahan zaman. Tradisi yang mengandung nilai religius dapat menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus mendekatkan generasi muda dengan khazanah budaya dan keagamaan masyarakat setempat.

“Ke depan tradisi marhaban ini dapat terus dihidupkan dalam setiap peringatan Maulid Nabi dan hari besar Islam lainnya di rumah-rumah ibadah yang ada di Kabupaten Bengkalis,” harapnya.

Tradisi marhaban yang hadir dalam peringatan tersebut sekaligus memperlihatkan bagaimana syiar Islam dapat berjalan berdampingan dengan kekayaan budaya lokal. Agama dan budaya tidak harus ditempatkan dalam ruang yang berjarak, melainkan dapat saling menguatkan sepanjang tetap berada dalam koridor nilai-nilai kebaikan dan kemaslahatan masyarakat.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis pada akhirnya tidak sekadar menjadi agenda keagamaan tahunan. Lebih jauh, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi bersama tentang pentingnya menghadirkan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan nyata.

Di tengah kehidupan masyarakat yang semakin kompleks, pesan tentang kejujuran, amanah, kasih sayang, kesabaran, kepedulian, persaudaraan, dan penghormatan terhadap sesama menjadi nilai yang tidak pernah kehilangan relevansinya.

Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus tumbuh dari masjid, keluarga, lembaga pendidikan, lingkungan masyarakat, hingga ruang pemerintahan. Dengan demikian, semangat Maulid Nabi tidak berhenti ketika rangkaian acara berakhir, tetapi dapat diteruskan menjadi perilaku sehari-hari yang memberikan manfaat bagi orang lain.

Peringatan tersebut juga menjadi pengingat bahwa membangun daerah bukan hanya tentang menghadirkan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga membangun manusia yang memiliki karakter kuat. Pembangunan yang berakar pada nilai agama dan akhlak diharapkan mampu melahirkan masyarakat yang maju tanpa kehilangan jati diri.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0303/Bengkalis yang diwakili Kasdim 0303/Bengkalis Mayor Inf Suratno, Kapolres Bengkalis yang diwakili Kabag SDM Polres Bengkalis AKP M. Sahudi, Danposal Pos Bengkalis yang diwakili Kopka Rudi Tanjung, Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Bengkalis H. Hambali, Kepala Dinas PMD Kabupaten Bengkalis H. Ismail, serta Kasat Pol PP Bengkalis yang diwakili Kabid PMA Satpol PP Bengkalis Awaluddin.

Hadir pula para pejabat Administrator, Pengawas, Fungsional, dan staf di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Dari unsur tokoh masyarakat dan keagamaan tampak Ketua MKA LAMR Kabupaten Bengkalis Datuk Seri H. Ilham Noer, Ketua MUI Bengkalis H. Amrizal, Ketua Baznas Bengkalis Ismail, serta Pimpinan Pondok Pesantren Madani Ustadz Sehendri.

Selain itu, kegiatan turut dihadiri pengurus Masjid Agung Istiqomah, para tokoh adat, tokoh agama, serta para jamaah yang mengikuti rangkaian peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi ruang bersama untuk memperkuat silaturahmi antara pemerintah, ulama, tokoh adat, tokoh masyarakat, generasi muda, dan seluruh elemen masyarakat Kabupaten Bengkalis.

Dari Masjid Agung Istiqomah Bengkalis, pesan yang kembali ditegaskan bukan sekadar tentang mengenang kelahiran seorang manusia mulia, melainkan bagaimana setiap umat mampu membawa nilai-nilai kenabian ke dalam kehidupan. Sebab, mencintai Rasulullah SAW pada hakikatnya adalah menghadirkan keteladanan beliau dalam sikap, tutur kata, keputusan, dan perbuatan.

Semangat itulah yang diharapkan terus hidup setelah peringatan Maulid Nabi berakhir: akhlak menjadi karakter, keteladanan menjadi kebiasaan, persaudaraan menjadi kekuatan, dan agama menjadi sumber nilai dalam membangun Bengkalis yang lebih bermartabat, harmonis, dan berkemajuan.