Buka Pacu Jalur Kuantan Hilir, Muklisin Ajak Masyarakat Bahu-Membahu Bangun Kuansing
BASERAH – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, mengajak masyarakat menjadikan semangat Pacu Jalur sebagai inspirasi dalam membangun daerah melalui kebersamaan dan gotong royong.
Pesan tersebut disampaikan Muklisin saat membuka secara resmi Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kabupaten Kuantan Singingi di Kecamatan Kuantan Hilir, Rabu (12/8/2026).
Pembukaan festival dipusatkan di halaman Kantor Camat Kuantan Hilir dan diawali dengan pawai kebudayaan yang melibatkan masyarakat dari berbagai desa dan kelurahan.
Menurut Muklisin, Pacu Jalur bukan sekadar tradisi dan perlombaan perahu panjang yang diwariskan secara turun-temurun. Di dalamnya terdapat nilai kebersamaan, kekompakan, gotong royong, dan perjuangan untuk mencapai tujuan bersama.
“Semangat pacu jalur di Rantau Kuantan ini harus menjadi inspirasi bagi kita dalam membangun Kabupaten Kuantan Singingi. Kita harus saling bahu-membahu dan memberikan kontribusi dalam membangun kabupaten ini secara bersama-sama,” ujar Muklisin.
Peserta Diminta Junjung Sportivitas
Muklisin juga mengingatkan seluruh atlet dan peserta agar menjaga semangat kekeluargaan, persatuan, serta sportivitas selama perlombaan berlangsung.
Ia meminta para peserta menerima setiap hasil pertandingan dengan lapang dada, baik ketika meraih kemenangan maupun saat harus mengakui keunggulan lawan.
“Yang menang jangan jumawa, dan yang kalah jangan patah semangat. Tetap kedepankan semangat kekeluargaan dan persatuan,” pesannya.
Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus terus dijaga agar Pacu Jalur tetap menjadi ruang kebersamaan masyarakat dan tidak semata-mata dipandang sebagai persaingan untuk memperebutkan gelar juara.
Pawai Budaya Meriahkan Pembukaan
Pembukaan Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kuantan Hilir semakin semarak dengan pawai kebudayaan yang diikuti 14 desa dan dua kelurahan se-Kecamatan Kuantan Hilir.
Masing-masing peserta menampilkan beragam kesenian dan kebudayaan khas daerah. Pawai tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperlihatkan keberagaman budaya yang masih hidup dan berkembang di Kuantan Hilir.
Ketua Panitia Pelaksana, Titus Arianto, S.Pd., mengatakan Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir tahun ini diikuti 106 jalur.
Peserta tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, tetapi juga dari Kabupaten Indragiri Hulu.
Kuantan Hilir Punya Sejarah Panjang Pacu Jalur
Camat Kuantan Hilir, Rahman Candra, S.E., mengatakan wilayahnya merupakan salah satu kawasan yang memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan tradisi Pacu Jalur.
Karena itu, pelaksanaan tahun ini dikemas secara khusus dalam bentuk Festival Pacu Jalur Kebudayaan, dengan memberikan ruang lebih besar bagi masyarakat untuk menampilkan berbagai potensi budaya lokal.
Festival tersebut juga tidak digabungkan dengan rayon kecamatan lainnya sehingga pelaksanaan dapat lebih fokus pada potensi budaya dan tradisi masyarakat Kuantan Hilir.
“Atas nama Pemerintah Kecamatan Kuantan Hilir, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu dan mendukung terselenggaranya Festival Pacu Jalur Kebudayaan ini,” ungkap Rahman.
Muklisin Pukul Gong, Pacu Jalur Resmi Dimulai
Dalam pembukaan tersebut, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin turut didampingi Anggota DPRD Provinsi Riau H. Zulhendri, S.P.W.K., M.Si., Dody Irawan, S.H.I., Ketua IKKS Pekanbaru asal Kuantan Hilir Endrianto Ustha, S.P., M.M., Asisten II Setda Kuansing Drs. Napisman, para staf ahli bupati, kepala OPD, para camat, serta Anggota DPRD Kuansing Riko Nanda, Hardiamon, dan Yusliadi.
Turut hadir pula tokoh masyarakat Kuantan Hilir Abu Bakar Sidik.
Setelah rangkaian sambutan, pembukaan festival ditandai dengan pemukulan gong oleh Plt Bupati Kuansing H. Muklisin.
Dari lokasi pembukaan, Muklisin kemudian menuju Tepian Lobuok Sobae, Baserah, untuk melepas hilir pertama Pacu Jalur.
Pelepasan tersebut sekaligus menandai dimulainya secara resmi perlombaan Festival Pacu Jalur Kebudayaan Kecamatan Kuantan Hilir.
Dengan diikuti 106 jalur, festival ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat gotong royong, sekaligus melestarikan warisan budaya masyarakat Rantau Kuantan.



Nursalman 


















