Lomba Tahfidz Juz 30 Pemko Pekanbaru Diikuti Puluhan ASN dan Non-ASN

Puluhan ASN dan non-ASN Pemko Pekanbaru mengikuti Lomba Tahfidz Juz 30. Juara pertama mendapat hadiah perjalanan umrah.

Lomba Tahfidz Juz 30 Pemko Pekanbaru Diikuti Puluhan ASN dan Non-ASN
ASN dan Non-ASN Pemko Pekanbaru Ikuti Lomba Tahfidz Juz 30, Juara Pertama Diganjar Hadiah Umrah

PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Puluhan aparatur sipil negara (ASN) dan non-ASN di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengikuti Lomba Tahfidz Juz 30 antar-ASN dan non-ASN yang digelar di Masjid Paripurna Agung Ar-Rahman, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Jumat (21/8/2026).

Lomba tahfidz Al-Qur’an tersebut dibuka langsung oleh Wali Kota (Wako) Pekanbaru, Agung Nugroho. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Pemko Pekanbaru dalam mendorong semangat aparatur untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, tidak hanya melalui kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga memahami serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Pelaksanaan Lomba Tahfidz Juz 30 ini sekaligus menjadi ruang bagi ASN dan non-ASN untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah pelaksanaan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, semangat membangun kualitas sumber daya aparatur diharapkan dapat berjalan seiring dengan peningkatan penghayatan terhadap nilai-nilai spiritual.

Wako Pekanbaru Agung Nugroho mengatakan, lomba tahfidz tidak semata-mata menjadi ajang untuk menguji kemampuan peserta dalam menghafal ayat-ayat Al-Qur’an. Menurutnya, esensi yang lebih penting dari kegiatan tersebut adalah bagaimana hafalan yang dimiliki dapat menjadi bagian dari kehidupan dan tercermin dalam sikap serta perilaku sehari-hari.

"Ini untuk memacu kita semua bersama-sama agar lebih semangat mengamalkan Al-Qur'an, bukan hanya membaca tetapi juga memahami dan mengamalkannya," kata Agung.

Ia menegaskan, kemampuan menghafal Al-Qur’an seharusnya tidak berhenti pada capaian saat mengikuti perlombaan. Hafalan tersebut diharapkan menjadi pintu untuk meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus mendorong para peserta untuk memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya.

Dalam perlombaan tahfidz yang diikuti ASN dan non-ASN Pemko Pekanbaru tersebut, tercatat sebanyak 70 orang telah mendaftarkan diri sebagai peserta. Dari jumlah tersebut, sebanyak 50 peserta melakukan daftar ulang dan dinyatakan mengikuti tahapan perlombaan.

Para peserta yang melakukan daftar ulang terdiri dari 36 peserta laki-laki dan 14 peserta perempuan. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme aparatur di lingkungan Pemko Pekanbaru untuk mengikuti kegiatan keagamaan yang dikemas dalam bentuk perlombaan tahfidz Al-Qur’an.

Selain menjadi wadah untuk menguji kemampuan hafalan Juz 30, kegiatan ini juga menyediakan penghargaan bagi peserta yang berhasil meraih prestasi terbaik. Hadiah yang disiapkan panitia menjadi salah satu bentuk apresiasi sekaligus pemacu semangat bagi para peserta agar mengikuti perlombaan dengan penuh kesungguhan.

Agung Nugroho menyebutkan, juara pertama akan mendapatkan hadiah utama berupa perjalanan ibadah umrah yang direncanakan berlangsung pada Oktober mendatang. Sementara itu, peserta yang meraih juara kedua dan ketiga juga akan memperoleh hadiah berupa uang tunai.

"Juara 1 umrah, juara 2 lima juta, juara 3 tiga juta," ujarnya.

Pemberian hadiah tersebut, kata Agung, diharapkan tidak semata-mata dipandang sebagai bentuk penghargaan atas keberhasilan dalam kompetisi. Lebih jauh, apresiasi itu diharapkan dapat menjadi motivasi bagi ASN dan non-ASN untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Menurutnya, kegiatan seperti Lomba Tahfidz Juz 30 memiliki nilai penting dalam membangun keseimbangan antara profesionalitas aparatur dan penguatan nilai-nilai keagamaan. ASN dan non-ASN sebagai bagian dari penyelenggara pemerintahan diharapkan tidak hanya memiliki kompetensi dalam menjalankan pekerjaan, tetapi juga mempunyai landasan moral dalam melaksanakan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, Agung berharap kegiatan tahfidz Al-Qur’an tidak berhenti sebatas seremoni ataupun kompetisi yang berlangsung pada satu kesempatan. Nilai-nilai yang diperoleh dari kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dibawa oleh para peserta dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintahan.

Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadikan Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan dan hafalan, melainkan sebagai pedoman dalam bersikap, bekerja, mengambil keputusan, serta menjalani kehidupan.

" Kita kembali kepada kaidah, selesaikan akhirat maka dunia akan selesai. Kalau urusan akhirat kita benahi, insyaallah urusan dunia juga akan mengikuti," pungkasnya.

Melalui Lomba Tahfidz Juz 30 antar-ASN dan non-ASN tersebut, Pemko Pekanbaru diharapkan dapat terus menghadirkan kegiatan yang mendorong peningkatan kualitas aparatur, baik dari sisi profesionalitas maupun penguatan karakter. Semangat membaca, menghafal, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an diharapkan tidak hanya tumbuh selama perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan yang melekat dalam kehidupan para aparatur.

Dengan demikian, kegiatan tersebut tidak sekadar melahirkan para penghafal Al-Qur’an di lingkungan Pemko Pekanbaru, tetapi juga diharapkan mampu menumbuhkan aparatur yang memiliki integritas, keteladanan, dan kesadaran moral dalam menjalankan amanah pemerintahan serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.