Doa dan Azam Melanjutkan Warisan Tuanku Raja Kecik di Siak Sri Indrapura
Peringatan doa untuk Tuanku Raja Kecik, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura. Dari Buantan Besar, generasi penerus berazam menjaga marwah, adat, dan warisan sejarah Melayu agar tetap lestari di Riau.
SIAK SRI INDRAPURA – LINTASTIMURMEDIA.COM, Sabtu 06 September 2025 – Al-Fatihah untuk Tuanku Raja Kecik, Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, pendiri Kerajaan Siak Sri Indrapura.
(Seraya memejamkan mata, mengetuk pintu langit, mengangkat tangan ke hadirat Allah Swt, doa pun dipanjatkan agar Tuanku pendiri negeri ini tidak kecewa melihat perjalanan panjang tanah kelahiran yang kini dititipkan pada generasi penerus. Dari Buantan Besar, tempat sejarah pernah terpatri, teringat kembali jejak perjuangan yang menembus ulu hati, mengalir bersama air mata bahagia yang kala itu menjadi saksi lahirnya sebuah marwah kerajaan. Namun, tangisan syukur itu kini berganti menjadi beban hutang sejarah kepada rakyat, hutang yang entah kapan dapat benar-benar dilunasi.)
Kami berazam untuk meneruskan perjuangan dari titik yang sama, dari jejak di mana Tuanku Raja Kecik pernah menegakkan pancang Negeri Istana. Dari bumi Siak Sri Indrapura, negeri yang pernah menjadi pusat peradaban Melayu di Riau, kami berikhtiar agar marwah, adat, serta kedaulatan yang diwariskan tidak sirna digerus zaman.
Sejarah mencatat, Tuanku Raja Kecik bukan hanya mendirikan kerajaan, tetapi juga menanamkan nilai keadilan, keberanian, dan kehormatan yang kini menjadi suluh bagi generasi muda Siak. Dari Buantan Besar hingga ke pelosok negeri, semangat itu terus bergaung: menjaga tanah, air, dan budaya agar tetap lestari.
Maka, dengan penuh harap, kami mohon doa dan dukungan seluruh anak negeri. Sebab, perjuangan menjaga warisan sejarah tidaklah ringan. Ia menuntut kesabaran, keberanian, dan pengorbanan, sebagaimana pernah diteladankan Tuanku Raja Kecik. Semoga azam ini menjadi cahaya yang menuntun langkah, meneguhkan tekad, serta mengikat hati kita semua untuk menjaga marwah Siak Sri Indrapura yang tak ternilai.






















