Wali Kota Agung Kukuhkan 40 Paskibraka Pekanbaru

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengukuhkan 40 Paskibraka Pekanbaru untuk bertugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, 17 Agustus 2026.

Wali Kota Agung Kukuhkan 40 Paskibraka Pekanbaru
Wali Kota Agung Nugroho Kukuhkan 40 Paskibraka Pekanbaru untuk Upacara HUT ke-81 RI

PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mengukuhkan 40 anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kota Pekanbaru di Aula Gedung Utama Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Ahad (16/8/2026).

Pengukuhan 40 anggota Paskibraka Pekanbaru tersebut menjadi salah satu tahapan penting menjelang pelaksanaan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan digelar pada Senin (17/8/2026).

Bagi para anggota Paskibraka, momentum pengukuhan bukan sekadar prosesi seremonial. Pengukuhan menjadi penanda bahwa mereka telah menerima amanah untuk menjalankan tugas negara dalam mengibarkan Sang Merah Putih pada peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia.

Prosesi pengukuhan berlangsung khidmat. Rangkaian kegiatan ditandai dengan pemasangan sabuk dan pin kepada anggota Paskibraka. Setelah itu, seluruh anggota Paskibraka melanjutkan prosesi mencium Bendera Merah Putih sebagai bagian dari rangkaian pengukuhan.

Prosesi tersebut sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap bendera negara dan bentuk kesiapan para anggota Paskibraka dalam menjalankan tugas yang telah dipercayakan kepada mereka. Di balik tugas mengibarkan bendera, terdapat tanggung jawab moral untuk menjaga kehormatan simbol negara serta menunjukkan kedisiplinan, kekompakan, dan semangat kebangsaan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho berpesan agar seluruh anggota Paskibraka menjalankan tugas dengan sebaik mungkin, penuh tanggung jawab, disiplin, serta menjunjung tinggi rasa bangga terhadap bangsa dan negara.

"Saya berharap kepada anggota Paskibraka yang baru dikukuhkan, untuk dapat melaksanakan dan mengemban tugas mulia dari negara yaitu mengibarkan Sang Merah Putih dengan baik, benar dan tepat. Laksanakan dengan penuh rasa tanggung jawab, berikan rasa bangga pada negara dan bangsa," kata Agung.

Menurut Agung, tugas sebagai Paskibraka merupakan amanah yang tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis hasil latihan, tetapi juga membutuhkan kesiapan mental dan rasa tanggung jawab. Karena itu, ia meminta seluruh anggota Paskibraka menjaga semangat hingga tugas pengibaran dan penurunan bendera selesai dilaksanakan.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat bertugas kepada seluruh anggota Paskibraka Kota Pekanbaru yang telah melewati berbagai tahapan persiapan. Agung meminta para anggota terus menumbuhkan motivasi positif sehingga pelaksanaan tugas pengibaran bendera dapat berjalan sesuai dengan harapan.

"Selamat bertugas. Jaga kekompakan, disiplin dan semangat. Laksanakan amanah ini dengan sebaik-baiknya," pesan Agung kepada para anggota Paskibraka.

Sementara itu, Kepala Bidang Ideologi, Wawasan Kebangsaan, dan Karakter Bangsa Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Pekanbaru, Hendra Putra, mengatakan Paskibraka Kota Pekanbaru tahun ini berjumlah 40 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 20 orang merupakan anggota putra dan 20 orang lainnya merupakan anggota putri.

"Jumlah Paskibraka untuk pengibar bendera pusaka tahun ini sebanyak 40 orang, terdiri atas 20 putra dan 20 putri," ujarnya.

Hendra menjelaskan, sebelum menjalani prosesi pengukuhan, seluruh anggota Paskibraka telah mengikuti rangkaian pelatihan dan pembinaan yang disiapkan untuk memastikan kesiapan mereka dalam menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Tahapan persiapan tersebut diawali dengan pra-training camp (TC) selama kurang lebih 20 hari di lapangan. Setelah melewati tahapan awal tersebut, para peserta kemudian melanjutkan training camp (TC) selama 10 hari hingga menjelang pelaksanaan tugas.

Rangkaian latihan tersebut tidak hanya diarahkan pada kemampuan baris-berbaris dan teknis pengibaran bendera, tetapi juga menjadi proses pembentukan kedisiplinan, kekompakan, ketahanan mental, kepemimpinan, serta karakter kebangsaan para anggota Paskibraka.

Menurut Hendra, proses panjang yang telah dijalani para peserta menjadi bagian penting sebelum mereka menerima status sebagai Paskibraka. Karena itu, pengukuhan memiliki makna tersendiri bagi para anggota yang sebelumnya masih berstatus sebagai calon Paskibraka.

"Setelah dikukuhkan oleh Wali Kota Pekanbaru, mereka resmi menjadi pasukan pengibar bendera pusaka," jelasnya.

Dengan dikukuhkannya 40 anggota tersebut, kata Hendra, seluruh peserta kini memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanah negara dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Pekanbaru.

Hendra berharap seluruh anggota Paskibraka dapat menjalankan tugas dengan penuh semangat, disiplin, kekompakan dan tanggung jawab saat pelaksanaan upacara pada 17 Agustus 2026.

Ia juga mengingatkan agar seluruh proses latihan yang telah dilakukan selama masa persiapan menjadi bekal untuk tampil secara maksimal. Setiap gerakan, langkah, formasi dan koordinasi harus dilakukan dengan penuh konsentrasi agar tugas pengibaran bendera berlangsung lancar dan khidmat.

Dengan bekal latihan yang telah dijalani, seluruh anggota Paskibraka Kota Pekanbaru diharapkan mampu menjalankan tugas secara maksimal dan memberikan penampilan terbaik dalam upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar menjalankan sebuah rangkaian upacara, keberadaan Paskibraka menjadi bagian dari pendidikan kebangsaan bagi generasi muda. Mereka diberi kesempatan untuk mengambil peran langsung dalam salah satu momen penting yang memperingati perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Karena itu, pengukuhan 40 Paskibraka Pekanbaru pada Ahad (16/8/2026) menjadi titik penting sebelum mereka menjalankan tugas pada upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Amanah tersebut diharapkan dapat dijalankan dengan penuh kehormatan, kedisiplinan dan rasa cinta terhadap tanah air.

Di bawah kibaran Merah Putih pada 17 Agustus, 40 putra-putri terbaik Paskibraka Pekanbaru akan membawa bukan hanya hasil latihan selama berhari-hari, tetapi juga pesan tentang kedisiplinan, persatuan dan penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu bangsa.

Tugas mereka mungkin berlangsung dalam hitungan menit, tetapi makna yang dibawanya jauh lebih panjang: menjaga kehormatan Sang Merah Putih sebagai simbol persatuan Indonesia sekaligus menanamkan semangat kebangsaan kepada generasi yang akan meneruskan perjalanan negeri ini.