TMMD 125 Kodim Surakarta Gelar Penyuluhan Urban Farming

Satgas TMMD Reguler 125 Kodim 0735/Surakarta adakan penyuluhan urban farming di Laweyan, dorong kemandirian pangan warga kota dan peluang ekonomi baru.

TMMD 125 Kodim Surakarta Gelar Penyuluhan Urban Farming
Sasaran Non Fisik TMMD Reguler Ke-125 Kodim 0735/Surakarta: Satgas Gelar Penyuluhan Urban Farming untuk Warga Laweyan

LINTASTIMURMEDIA.COM - SURAKARTA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta kembali menegaskan peran strategisnya dalam membangun masyarakat, tidak hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga lewat peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Bertempat di Pendopo Kelurahan Karangasem, Kecamatan Laweyan, Satgas TMMD menggelar penyuluhan pertanian perkotaan atau urban farming, Selasa malam (12/08/2025).

Kegiatan non-fisik ini mendapat sambutan positif dari warga karena dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan lahan namun tetap ingin mandiri dalam pemenuhan pangan. Urban farming dipandang sebagai solusi inovatif yang tidak hanya meningkatkan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendukung lingkungan hijau dan peluang ekonomi baru di kawasan perkotaan.

Hadirkan Narasumber Ahli dari Dispangtan Surakarta

Dalam penyuluhan tersebut, Satgas TMMD menghadirkan narasumber dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (Dispangtan) Kota Surakarta. Materi yang dibawakan mencakup teknik dasar urban farming, strategi pemanfaatan lahan sempit, metode penanaman vertikal, hingga penerapan pertanian ramah lingkungan yang mudah diadaptasi oleh masyarakat perkotaan.

Pesan TNI: Infrastruktur dan Kemandirian Harus Sejalan

Perwira Seksi Teritorial (Pasiter) Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Narno, menegaskan bahwa penyuluhan urban farming menjadi bagian penting dari visi TMMD.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya mendapatkan infrastruktur baru seperti saluran air, rehab RTLH, atau fasilitas MCK umum, tetapi juga keterampilan praktis yang bisa langsung diterapkan untuk mendukung kemandirian,” ujarnya.

Kapten Narno menambahkan, TMMD Reguler ke-125 di Surakarta ini memang dirancang dengan pendekatan holistik, menggabungkan pembangunan fisik dan edukasi non-fisik. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat akan memperkuat ketahanan pangan sekaligus membuka peluang ekonomi produktif di tingkat rumah tangga.

Antusiasme Warga: Dari Diskusi Hingga Inspirasi Baru

Penyuluhan urban farming ini juga menjadi ajang interaksi produktif antara warga dan narasumber. Peserta tampak aktif berdiskusi, menyampaikan pertanyaan seputar teknik menanam sayuran di lahan terbatas, pengelolaan pupuk organik, hingga strategi merawat tanaman agar tetap subur di lingkungan perkotaan.

Sejumlah warga mengaku termotivasi untuk mulai berkebun secara mandiri di pekarangan rumah. Mereka menilai penyuluhan ini membuka wawasan baru sekaligus memberikan semangat baru untuk menciptakan kemandirian pangan keluarga.

Urban Farming, Pilar Baru Pembangunan Perkotaan

Dengan mengintegrasikan semangat pengabdian dan pendekatan edukatif, kegiatan non-fisik TMMD Reguler ke-125 Kodim 0735/Surakarta ini bukan sekadar penyuluhan, melainkan sebuah jembatan antara TNI dan masyarakat. Urban farming menjadi simbol transformasi pembangunan yang berorientasi pada masa depan: mandiri, berdaya saing, ramah lingkungan, dan berbasis partisipasi aktif warga.