4.000 Peserta Ramaikan MTQ RIAU 2026

Pemkab Kuansing terus mematangkan persiapan MTQ Riau 2026 melalui rapat teknis pawai ta’aruf dan perahu hias. Lebih dari 4.000 peserta akan terlibat menampilkan budaya Islami dan kearifan lokal.

4.000 Peserta Ramaikan MTQ RIAU 2026
Menuju MTQ Riau 2026, Pemkab Kuansing Matangkan Teknis Pawai Ta’aruf dan Perahu Hias, Libatkan Ribuan Peserta serta Tampilkan Kekayaan Budaya Islami

TELUK KUANTAN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) terus mengintensifkan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Riau Tahun 2026. Salah satu fokus utama yang kini dimatangkan adalah kesiapan teknis pelaksanaan Pawai Ta’aruf dan Pawai Perahu Hias, yang menjadi agenda pembuka sekaligus etalase budaya dan syiar Islam dalam perhelatan keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut.

Komitmen itu ditunjukkan melalui rapat koordinasi dan persiapan teknis yang digelar di Teluk Kuantan, Senin (9/6/2026). Rapat dipimpin oleh Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM, yang diwakili oleh Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi, Drs. Azhar, MM, serta dihadiri unsur perangkat daerah, panitia pelaksana, dan pihak-pihak terkait lainnya.

Dalam rapat tersebut, berbagai aspek teknis dibahas secara rinci guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib, aman, lancar, dan mampu memberikan kesan terbaik bagi para peserta maupun tamu yang akan hadir dari seluruh kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.

Pembahasan meliputi pengaturan peserta, penyusunan formasi pawai, penempatan unsur pendukung, pengamanan jalur, koordinasi antarinstansi, hingga kesiapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan selama pelaksanaan kegiatan berlangsung.

Asisten III Setda Kuansing, Drs. Azhar, MM, mengatakan bahwa pawai ta’aruf merupakan salah satu agenda strategis dalam rangkaian MTQ karena tidak hanya menjadi media penyambutan para kafilah, tetapi juga menjadi wadah untuk menampilkan identitas budaya, semangat religius, serta kekompakan masyarakat Kuantan Singingi.

“Rapat hari ini secara khusus membahas teknis pelaksanaan pawai ta’aruf. Nantinya akan ada lima marching band yang akan mengiringi peserta pawai kafilah Kuansing. Tentu hal ini membutuhkan pengaturan yang matang, baik dari sisi penempatan maupun pola pergerakan peserta agar seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung dengan baik, tertib, dan menarik untuk disaksikan,” ujar Azhar.

Menurutnya, pawai ta’aruf akan menjadi salah satu atraksi utama yang mencerminkan kesiapan Kabupaten Kuantan Singingi sebagai tuan rumah sekaligus memperlihatkan kemampuan daerah dalam mengelola event keagamaan berskala provinsi.

Untuk rute pelaksanaan, kata Azhar, panitia tetap menggunakan jalur yang telah dirancang sebelumnya. Pawai akan dimulai dari kawasan depan Kantor Pos Teluk Kuantan dan bergerak menuju Taman Jalur Teluk Kuantan sebagai titik akhir kegiatan.

Pemilihan rute tersebut dinilai strategis karena mampu mengakomodasi jumlah peserta yang besar sekaligus memberikan ruang yang cukup bagi masyarakat untuk menyaksikan kemeriahan pawai dari berbagai titik sepanjang jalur yang dilalui.

Lebih lanjut, Azhar menjelaskan bahwa seluruh kecamatan di Kabupaten Kuantan Singingi akan ambil bagian secara aktif dalam menyukseskan kegiatan tersebut. Setiap kecamatan tidak hanya mengirimkan peserta, tetapi juga menghadirkan berbagai atraksi budaya bernuansa Islami yang menjadi ciri khas daerah masing-masing.

“Setiap kecamatan akan mengikutsertakan seluruh kepala desa dan menampilkan pawai budaya yang bernuansa Islami. Ini merupakan bagian dari upaya kita bersama untuk menyemarakkan MTQ sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya lokal yang tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat Kuantan Singingi,” jelasnya.

Ia menambahkan, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam pawai ta’aruf diharapkan dapat memperkuat semangat kebersamaan, persatuan, dan gotong royong yang selama ini menjadi nilai penting dalam kehidupan sosial masyarakat Kuansing.

Selain pawai ta’aruf, pelaksanaan Pawai Perahu Hias juga dipersiapkan sebagai salah satu daya tarik yang akan memperkaya rangkaian kegiatan MTQ Riau 2026. Kehadiran perahu-perahu hias yang menampilkan ornamen Islami dan budaya lokal diharapkan mampu menjadi magnet tersendiri bagi masyarakat maupun tamu yang datang ke Teluk Kuantan.

Pawai perahu hias dinilai sangat relevan dengan karakteristik Kabupaten Kuantan Singingi yang dikenal memiliki budaya sungai yang kuat, sekaligus menjadi daerah yang identik dengan tradisi Pacu Jalur, warisan budaya yang telah dikenal luas hingga tingkat nasional bahkan internasional.

Sementara itu, jumlah peserta pawai ta’aruf dari Kabupaten Kuantan Singingi diproyeksikan mencapai lebih dari 4.000 orang, yang terdiri dari berbagai unsur masyarakat, organisasi, perangkat daerah, lembaga pendidikan, tokoh adat, tokoh agama, hingga perwakilan kecamatan dan desa.

“Peserta pawai dari Kuansing diperkirakan di atas 4.000 orang yang berasal dari berbagai unsur masyarakat. Kita ingin pelaksanaan pawai ta’aruf ini berlangsung meriah, tertib, aman, dan menjadi gambaran nyata semangat masyarakat Kuantan Singingi dalam menyukseskan MTQ Provinsi Riau Tahun 2026,” tegas Azhar.

Persiapan yang terus dimatangkan ini menjadi bukti keseriusan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi dalam menyambut pelaksanaan MTQ Riau 2026. Selain sebagai ajang syiar Islam dan penguatan nilai-nilai Al-Qur’an, MTQ juga diharapkan mampu menjadi momentum strategis untuk mempromosikan potensi daerah, meningkatkan sektor pariwisata, memperkuat ekonomi masyarakat, serta mempererat silaturahmi antar daerah di Provinsi Riau.

Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan sinergi lintas sektor yang terus dibangun, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi optimistis pelaksanaan MTQ Riau 2026 dapat berlangsung sukses, berkesan, dan menjadi salah satu penyelenggaraan MTQ terbaik di Provinsi Riau.