Kuansing Siap Jadi Tuan Rumah MTQ Riau 2026, Pacu Jalur Rayon II Ikut Semarakkan Ajang Akbar.
MTQ ke-44 Provinsi Riau akan digelar di Kuantan Singingi pada 26 Juni–3 Juli 2026. Astaka utama di Tepian Narosa terus dikebut, sementara Pacu Jalur Rayon II siap menambah semarak dan mendorong ekonomi masyarakat.
KUANTAN SINGINGI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Hitung mundur pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-44 Tingkat Provinsi Riau Tahun 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) semakin dekat. Perhelatan keagamaan terbesar di Provinsi Riau tersebut dijadwalkan berlangsung pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026, dengan pusat kegiatan berada di kawasan ikonik Tepian Narosa, Teluk Kuantan.
Menjelang pembukaan, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi bersama panitia pelaksana terus memaksimalkan berbagai persiapan, terutama pembangunan astaka utama MTQ yang akan menjadi pusat pelaksanaan seremoni pembukaan dan penutupan. Astaka tersebut diproyeksikan menjadi wajah utama pelaksanaan MTQ sekaligus simbol kesiapan Kuansing sebagai tuan rumah ajang religius tingkat provinsi.
Untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai target, jajaran panitia dan pemerintah daerah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan pada Minggu (7/6/2026). Hadir dalam pemantauan tersebut Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kuantan Singingi Drs. Azhar Ali, MM, Ketua Pelaksana MTQ ke-44 Riau Indra Sukri, serta Ketua Gelanggang Herlianto.
Peninjauan dilakukan guna memastikan progres pembangunan fisik, kesiapan sarana pendukung, hingga penyempurnaan fasilitas yang akan digunakan ribuan peserta, official, dewan hakim, dan tamu undangan dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Riau.
Azhar Ali menyampaikan bahwa hasil pemantauan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan. Menurutnya, pembangunan astaka utama berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dan diyakini akan rampung sebelum pelaksanaan MTQ dimulai.
“Kami saat ini memantau progres pembangunan Astaka MTQ ke-44 yang akan digelar pada 26 Juni hingga 3 Juli 2026. Alhamdulillah, progres pembangunan berjalan lancar dan Insya Allah siap menjelang pelaksanaan MTQ tersebut,” ujar Azhar Ali.
Pelaksanaan MTQ ke-44 Provinsi Riau di Kuantan Singingi diperkirakan akan menjadi salah satu kegiatan keagamaan terbesar yang pernah digelar daerah tersebut dalam beberapa tahun terakhir. Selama delapan hari pelaksanaan, kawasan Tepian Narosa diprediksi menjadi pusat aktivitas masyarakat, kafilah, serta tamu dari berbagai daerah.
Sebagai tuan rumah, Kuansing tidak hanya mempersiapkan arena utama perlombaan, tetapi juga menata berbagai aspek pendukung mulai dari akomodasi peserta, transportasi, pengamanan, pelayanan kesehatan, hingga kesiapan dewan hakim dan panitia teknis. Seluruh persiapan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan MTQ berlangsung sukses, tertib, aman, dan berkesan.
Lebih dari sekadar ajang perlombaan tilawah Al-Qur’an, MTQ ke-44 Riau juga diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat ukhuwah antardaerah, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui meningkatnya aktivitas perdagangan, jasa, dan sektor pariwisata.
Pacu Jalur Rayon II Jadi Magnet Wisata dan Budaya
Menambah semarak pelaksanaan MTQ, Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi juga akan menggelar Pacu Jalur Rayon II Tahun 2026 yang berlangsung bertepatan dengan rangkaian kegiatan MTQ. Kehadiran event budaya khas Kuansing tersebut diyakini akan menjadi daya tarik tambahan bagi masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Teluk Kuantan.
Pacu Jalur merupakan warisan budaya masyarakat Kuansing yang telah dikenal luas hingga tingkat nasional. Perlombaan perahu tradisional di Sungai Kuantan itu tidak hanya menjadi kebanggaan masyarakat lokal, tetapi juga menjadi ikon budaya yang setiap tahunnya mampu menyedot ribuan pengunjung.
Ketua Pelaksana Pacu Jalur Rayon II, Indra Sukri, mengajak seluruh pemilik jalur untuk segera melakukan pendaftaran agar pelaksanaan event berlangsung lebih kompetitif dan meriah.
“Ayo, jalur-jalur dari Kuansing maupun Indragiri Hulu segera daftarkan jalur andalan masing-masing ke Sekretariat Panitia Pacu Jalur Rayon II. Pendaftaran saat ini telah dibuka,” kata Indra Sukri, Senin (8/6/2026).
Ajakan tersebut mendapat respons positif mengingat Kuantan Singingi dan Kabupaten Indragiri Hulu selama ini dikenal sebagai daerah yang memiliki banyak jalur berprestasi dengan sejarah panjang dalam tradisi pacu jalur.
Partisipasi maksimal dari berbagai kecamatan dan daerah tetangga diyakini akan menciptakan atmosfer kompetisi yang semakin menarik. Terlebih lagi, pelaksanaan pacu jalur yang beriringan dengan MTQ akan menghadirkan perpaduan harmonis antara nilai religius dan kekayaan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kuansing.
MTQ dan Pacu Jalur Diyakini Dongkrak UMKM serta Perekonomian Lokal
Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi menaruh harapan besar terhadap penyelenggaraan MTQ ke-44 Riau. Selain sukses secara teknis dan substansi keagamaan, kegiatan ini juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.
Kehadiran ribuan peserta, official, tamu undangan, dan pengunjung diprediksi akan meningkatkan perputaran ekonomi di berbagai sektor. Mulai dari usaha kuliner, penginapan, transportasi, perdagangan, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal diperkirakan akan merasakan manfaat langsung dari meningkatnya kunjungan ke Kuansing.
Momentum ini juga menjadi kesempatan strategis bagi pemerintah daerah untuk memperkenalkan berbagai potensi unggulan daerah, mulai dari destinasi wisata, produk ekonomi kreatif, kerajinan khas Melayu, hingga kekayaan budaya yang selama ini menjadi daya tarik Kabupaten Kuantan Singingi.
Di sisi lain, pembangunan astaka utama di kawasan Tepian Narosa juga mendapat perhatian khusus. Selain berfungsi sebagai pusat kegiatan MTQ, desain astaka yang mengusung perpaduan arsitektur Melayu dengan latar panorama Sungai Kuantan diharapkan mampu menghadirkan daya tarik visual yang kuat.
Apabila pembangunan rampung sesuai target, astaka tersebut berpotensi menjadi salah satu landmark baru Kabupaten Kuantan Singingi yang memperkaya wajah kawasan Tepian Narosa sebagai pusat kegiatan budaya, wisata, dan keagamaan.
Dengan progres pembangunan yang terus menunjukkan perkembangan positif serta antusiasme masyarakat yang semakin tinggi, pelaksanaan MTQ ke-44 Tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi kini tinggal menghitung hari. Masyarakat Kuansing pun bersiap menyambut tamu dari seluruh penjuru Riau dalam sebuah perhelatan akbar yang tidak hanya menghadirkan syiar Al-Qur’an, tetapi juga memperkuat identitas budaya daerah melalui kemeriahan Pacu Jalur di negeri yang dikenal luas sebagai Bumi Jalur Patah.



Nursalman 


















