Bupati Siak Minta PHR Prioritaskan Rekrutmen Lokal
Bupati Siak Afni bertemu SKK Migas dan PT PHR, minta rekrutmen prioritaskan anak lokal Minas serta dukung pengembangan lingkungan dan air bersih di ring satu operasi migas.
LINTASTIMURMEDIA.COM – MEMPURA – Dalam upaya mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan pelaku industri migas, Bupati Siak Afni menerima kunjungan silaturahmi dari SKK Migas dan jajaran Manajemen PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Perwakilan Sumbagut. Pertemuan yang berlangsung hangat ini digelar di Ruang Kerja Wakil Bupati Siak, Lantai II Kantor Bupati Siak, Komplek Perkantoran Tanjung Agung, pada Sabtu (14/6/2025).
Dalam pertemuan strategis ini, hadir sejumlah pejabat tinggi dari SKK Migas dan PT PHR, antara lain Koordinator Departemen Formalitas dan Komunikasi SKK Migas Sumbagut Muhammad Rochaddy, VP Remediation and Asset Retirement Ovulandra Wishnu, Manager Relations Zona Rokan Rudy Arief, Manager Relations RAR Pandjie Galih A, Head of Relations Zona Rokan South Delly Paramita, Advisor RAR Sukamto, serta tim Relations RAR lainnya yakni Remmy dan Suyanto.
Bupati Siak Afni menyambut hangat kunjungan tersebut dan menyampaikan sejumlah isu penting yang tengah menjadi perhatian masyarakat Kabupaten Siak, khususnya yang berkaitan dengan aktivitas industri migas di wilayah Kecamatan Minas.
“Alhamdulillah, pada Jumat penuh berkah ini saya menerima kunjungan manajemen PHR dan SKK Migas. Banyak hal yang kami diskusikan, salah satunya terkait aksi demonstrasi warga beberapa waktu lalu di wilayah Minas,” ujar Afni.

Meski tidak sempat hadir langsung di lokasi demo karena tengah meninjau aksi serupa di Kampung Tumang, Bupati perempuan termuda di Provinsi Riau ini menegaskan bahwa Pemkab Siak selalu terbuka dalam menjembatani aspirasi masyarakat, termasuk soal rekrutmen tenaga kerja oleh perusahaan migas di wilayah ring satu.
"Dalam pertemuan ini, kami menemukan titik terang. Pihak manajemen PHR menunjukkan itikad baik dalam menyikapi persoalan miskomunikasi yang sempat terjadi, khususnya terkait mekanisme rekrutmen tenaga kerja di sekitar ring satu PT PHR," jelas Afni.
Lebih lanjut, Afni juga mengungkapkan bahwa pihak PHR menyesalkan adanya oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan pungutan liar kepada pencari kerja, sesuatu yang tidak sesuai dengan sistem resmi PT PHR.
“Pihak manajemen PHR menegaskan bahwa perekrutan harus dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa biaya. Mereka juga berkomitmen untuk memprioritaskan putra-putri asli Kabupaten Siak dalam proses rekrutmen ke depan,” lanjut Afni penuh harap.

Tak hanya soal ketenagakerjaan, Afni juga menyoroti pentingnya pembangunan berkelanjutan di wilayah operasi PT PHR. Salah satu poin yang dibahas adalah pengembangan Danau Telago Bathin Bungsu di Kecamatan Minas yang terletak di kawasan ring satu perusahaan.
“Usai kegiatan retret bersama Wakil Bupati, kami akan langsung turun ke lapangan meninjau potensi wisata dan ekologi Danau Telago Bathin. Harapannya, kawasan ini bisa dikembangkan menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) sekaligus destinasi ekowisata andalan Kabupaten Siak,” ujar Afni optimistis.
Tak kalah penting, Bupati Siak juga mengangkat isu akses air bersih bagi warga Minas. Ia menyampaikan bahwa air dari lagun yang berada dalam kawasan industri migas diharapkan dapat dimanfaatkan dan dialirkan secara maksimal ke pemukiman penduduk, guna menjawab kebutuhan dasar masyarakat.
“Kami juga mengusulkan kepada PT PHR untuk mendukung pembangunan kawasan konservasi keanekaragaman hayati, atau yang dikenal dengan istilah ekofarian – semacam taman kahati – di Telaga Bathin Bungsu. Ini penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan dan keberlanjutan flora-fauna lokal,” pungkas Afni.
Pertemuan ini menjadi momentum penting bagi penguatan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Siak, SKK Migas, dan PT PHR, dalam membangun kemitraan yang harmonis dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal serta pelestarian lingkungan hidup di wilayah kerja industri energi.





















