Pembinaan PPBN di SMK Sakti Gemolong, Babinsa Bentuk Siswa Disiplin dan Nasionalis
Pembinaan PPBN di SMK Sakti Gemolong oleh Babinsa Koramil 15/Gemolong fokus membentuk karakter disiplin, nasionalisme, dan kesiapan kerja siswa melalui pelatihan PBB, wawasan kebangsaan, dan kepemimpinan.
SURAKARTA, LINTASTIMURMEDIA.COM – Pembinaan Pendidikan Pendahuluan Bela Negara (PPBN) terus diperkuat sebagai program prioritas bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), khususnya di SMK Sakti Gemolong yang berada di wilayah binaan Koramil 15/Gemolong Kodim 0725/Sragen. Program ini dinilai strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang disiplin, berintegritas, serta memiliki semangat nasionalisme tinggi di tengah tantangan globalisasi, Selasa (21/04/2026).
Babinsa Koramil 15/Gemolong, Sertu Eko, menegaskan bahwa pembinaan PPBN tidak sekadar kegiatan rutin, tetapi merupakan investasi jangka panjang dalam membangun kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi pelajar SMK yang dipersiapkan untuk langsung terjun ke dunia kerja maupun wirausaha setelah lulus.
Dalam pelaksanaannya, Babinsa bersama guru dan pihak sekolah secara konsisten memberikan materi PPBN yang mencakup Peraturan Baris-Berbaris (PBB), wawasan kebangsaan, tata upacara bendera, hingga penguatan motivasi bela negara. Seluruh materi dirancang secara sistematis agar mampu menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta rasa cinta tanah air sejak dini.
“Anak SMK ini sebagian besar setelah lulus langsung bekerja atau membuka usaha. Kalau tidak dibekali karakter yang kuat, mereka akan mudah terpengaruh hal-hal negatif. Karena itu, pembinaan PPBN kita jadikan prioritas agar mereka tumbuh menjadi pribadi yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa nasionalisme yang kuat,” ujar Sertu Eko saat memberikan pembinaan di SMK Sakti Gemolong.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pendekatan pembinaan dilakukan secara adaptif dan edukatif, menyesuaikan dengan usia serta kebutuhan siswa. Tidak hanya sebatas teori di ruang kelas, para siswa juga diajak untuk terlibat langsung dalam praktik lapangan seperti latihan baris-berbaris, pembinaan fisik ringan, simulasi kepemimpinan, hingga pembentukan sikap tanggap terhadap situasi tertentu.
Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun keseimbangan antara kemampuan akademis dan pembentukan karakter. Dengan demikian, siswa tidak hanya unggul dalam kompetensi kejuruan, tetapi juga memiliki mentalitas kuat yang dibutuhkan dalam dunia kerja yang kompetitif.
Pihak sekolah pun memberikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif Babinsa dalam mendukung pendidikan karakter melalui program PPBN. Guru kesiswaan SMK Sakti Gemolong, Deni Saputra, S.Pd, menyebutkan bahwa dampak pembinaan tersebut sudah mulai terlihat secara nyata dalam perilaku siswa sehari-hari.
“Program PPBN dari Babinsa sangat membantu dalam membentuk kedisiplinan dan karakter siswa. Yang sebelumnya kurang tertib saat upacara, kini menjadi lebih disiplin dan bertanggung jawab. Bahkan perubahan sikap ini juga terlihat dalam kegiatan belajar di kelas,” ungkapnya.
Menurutnya, sinergi antara TNI melalui Babinsa dengan pihak sekolah menjadi faktor kunci keberhasilan pembinaan karakter generasi muda. Kolaborasi ini tidak hanya memperkuat nilai-nilai kebangsaan, tetapi juga membentuk lingkungan pendidikan yang lebih kondusif dan berorientasi pada pembentukan karakter unggul.
Dengan menjadikan pembinaan PPBN sebagai prioritas utama, diharapkan lulusan SMK Sakti Gemolong dan sekolah binaan lainnya di wilayah Koramil 15/Gemolong mampu menjadi generasi muda yang tidak hanya siap kerja secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, loyalitas, serta komitmen tinggi terhadap bangsa dan negara.
Ke depan, program PPBN diharapkan dapat terus dikembangkan dengan inovasi metode pembelajaran yang lebih variatif dan relevan dengan perkembangan zaman, sehingga mampu menjawab tantangan era modern tanpa menghilangkan jati diri sebagai generasi penerus bangsa yang cinta tanah air dan siap membela negara sesuai dengan bidang keahliannya masing-masing.





















