DLH Rohil Bersihkan Sampah & Normalisasi Drainase di Bagan Barat

Tim DLH Rokan Hilir bersihkan sampah dan normalisasi drainase di Bagan Barat untuk cegah KLB dan malaria, usai aksi serupa di Palika.

DLH Rohil Bersihkan Sampah & Normalisasi Drainase di Bagan Barat
"Tim Satgas DLH Rokan Hilir membersihkan tumpukan sampah di saluran parit Jalan Usaha I, Kelurahan Bagan Barat, sebagai upaya pencegahan KLB dan wabah malaria."

LINTASTIMURMEDIA.COM – ROKAN HILIR – Usai menyelesaikan rangkaian kegiatan pembersihan sampah dan normalisasi sungai di wilayah Kecamatan Pasir Limau Kapas (Palika), Tim Satuan Tugas (Satgas) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir langsung tancap gas melanjutkan aksi bersih-bersih di kawasan padat penduduk lainnya. Kali ini, sasaran utama adalah pembersihan sampah dan normalisasi drainase di Jalan Usaha I, Jalan Usaha II, dan Jalan Pembangunan, Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko, Rokan Hilir, pada Senin (14/7/2025).

Pantauan wartawan lintastimurmedia.com di lokasi kegiatan, tampak tim Satgas DLH Rohil yang dipimpin langsung Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwandi, S.Sos bergerak cepat menyisir sepanjang Jalan Usaha I, II, dan Jalan Karya. Mereka melakukan pembersihan sampah-sampah rumah tangga dan tumpukan limbah yang memenuhi perkarangan warga serta parit-parit yang tersumbat. Proses pembersihan dilakukan secara manual menggunakan alat seperti cangkul, kuku lima, dan parang guna mengangkat sampah yang menyumbat saluran air.

Kegiatan ini menjadi bagian dari program kebersihan lingkungan yang juga ditujukan untuk mendukung penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) dan wabah malaria (Malari) yang tengah diwaspadai di wilayah Bagan Barat. Kepala DLH Rohil, Suwandi, saat diwawancarai menjelaskan bahwa aksi bersih-bersih ini merupakan kelanjutan dari giat serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kecamatan Palika.

"Kami dari Satgas DLH Rokan Hilir hari ini kembali melakukan kegiatan pembersihan sampah di Kelurahan Bagan Barat, Kecamatan Bangko. Fokus kami di Jalan Usaha I, Usaha II, dan Jalan Karya, dengan tujuan utama untuk mendukung penanganan KLB dan potensi wabah malaria akibat penumpukan sampah dan tersumbatnya saluran drainase," ujar Suwandi.

Ia menambahkan bahwa sebelumnya tim telah melakukan pembersihan intensif selama sekitar sepuluh hari di Kecamatan Pasir Limau Kapas, dan kini pihaknya menargetkan kegiatan di Kelurahan Bagan Barat dapat diselesaikan dalam waktu dua hingga tiga hari ke depan.

"Setelah dari Bagan Barat, kami akan melanjutkan kegiatan serupa di Kecamatan Sinaboi dan Kecamatan Kubu. Harapan kami, pembersihan ini dapat membantu menekan angka kasus malaria yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor dan saluran air yang tidak lancar. Di lapangan, kita masih temukan banyak tumpukan sampah di perkarangan warga serta parit-parit yang tersumbat," sambungnya.

Sebagai upaya maksimal dalam penanganan lingkungan, DLH Rohil juga menurunkan satu unit alat berat berupa excavator untuk mendukung normalisasi drainase, khususnya di sekitar Jalan Nelayan. Drainase tersebut akan difungsikan untuk mengalirkan air dari Jalan Usaha I dan II menuju saluran utama di Jalan Nelayan agar tidak terjadi genangan air.

"Kami pastikan semua sampah yang dikumpulkan hari ini akan dikelola secara sesuai prosedur dan dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Karena volume sampah di wilayah ini tergolong cukup tinggi, maka kami juga mengajak partisipasi masyarakat sekitar. Mari kita jaga kebersihan lingkungan di sekitar rumah kita. Kebersihan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat," tegas Suwandi menutup wawancara.


Editor: Thab212

Wartawan: Pancasila Sitepu