Karmila Sari Dukung Festival Pacu Sampan Tradisional Dorong Ekonomi dan Wisata Riau

Festival Pacu Sampan Tradisional II di Rumbai sukses disaksikan 15.000 penonton. Karmila Sari dukung event budaya ini jadi motor ekonomi dan wisata Riau.

Karmila Sari Dukung Festival Pacu Sampan Tradisional Dorong Ekonomi dan Wisata Riau
Festival Pacu Sampan Tradisional II di Rumbai disambut antusias 15.000 penonton. Kehadiran Anggota DPR RI Karmila Sari menegaskan dukungan terhadap pengembangan ekonomi lokal dan wisata budaya di Pekanbaru.

LINTASTIMURMEDIA.COM – PEKANBARU – Festival Pacu Sampan Tradisional II yang digelar Himpunan Mahasiswa Rumbai Bersatu (HMRB) berhasil menyedot perhatian publik secara luar biasa. Tercatat lebih dari 15.000 penonton memadati arena lomba di Kelurahan Tebing Tinggi Okura, Kecamatan Rumbai Timur, jauh melampaui target awal 10.000 pengunjung. Antusiasme ini menjadi sinyal positif bahwa olahraga tradisional yang sarat budaya tersebut bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga potensi besar dalam menggerakkan perekonomian lokal.

Anggota Komisi X DPR RI Dapil Riau I, Dr. Hj. Karmila Sari, SKom, MM, yang hadir pada puncak acara Minggu (28/9/2025), menegaskan pentingnya menjadikan festival ini sebagai agenda wisata daerah yang berkelanjutan.

“Ini kegiatan luar biasa. Dengan adanya Festival Pacu Sampan Tradisional, kita tidak hanya menjaga kearifan lokal, tetapi juga mendorong meningkatnya perekonomian masyarakat. Saya sangat mengapresiasi mahasiswa Rumbai Bersatu yang telah bekerja keras mewujudkan event berkelas ini,” ujar Karmila Sari.

Festival yang dihadiri tamu mancanegara dari Thailand dan Malaysia ini juga diharapkan menjadi batu loncatan bagi Kota Pekanbaru dalam melahirkan atlet dan tim yang mampu bersaing di ajang Pacu Jalur di Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing). Kehadiran pengunjung dari luar negeri sekaligus menjadi momentum memperkenalkan budaya tradisional Nusantara ke kancah internasional.

Selain perlombaan sampan, pengunjung juga dimanjakan dengan pertunjukan kesenian daerah berupa tarian, nyanyian, dan pameran produk UMKM Pekanbaru. Lokasi acara yang berpadu dengan panorama Taman Bunga Okura memberikan nilai tambah, sehingga penonton mendapatkan hiburan sambil menikmati keindahan alam.

“Di sini masyarakat tidak hanya menonton pacu sampan, tetapi juga bisa berwisata, membeli produk UMKM, dan menikmati pesona taman bunga. Inilah kombinasi sempurna antara budaya, wisata, dan ekonomi,” tambah Karmila.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri UMKM Maman Abdurrahman atas dukungan terhadap festival ini, sekaligus mendorong mahasiswa untuk terus menjaga kolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta agar keberlanjutan kegiatan semakin terjamin. “Ke depan, kita berharap dukungan sponsor terus bertambah, sehingga festival ini bisa tumbuh lebih besar dan menjadi agenda tahunan berskala nasional bahkan internasional,” tegasnya.

Dukungan serupa datang dari berbagai pihak. Yoga Perdana, Terminal Manager Sungai Siak Pertamina Patra Niaga, menyebut kegiatan ini sebagai wadah kreatif generasi muda Rumbai untuk mengembangkan ide, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertamina Patra Niaga sebagai subholding PT Pertamina (Persero) berkomitmen mendukung event-event berbasis budaya lokal seperti ini. Antusiasme ribuan penonton, termasuk dari luar negeri, adalah peluang besar memperkenalkan tradisi kita sekaligus menggerakkan roda ekonomi,” jelas Yoga.

Penanggung jawab acara, Septiandi Putra, SE, MM, mengungkapkan bahwa gagasan Pacu Sampan Tradisional bermula pada 2023, saat ia menulis artikel tentang potensi wisata lokal di Rumbai. Ide tersebut kemudian berkembang menjadi kegiatan nyata.

“Pada event perdana di Pulau Semut tahun 2023, jumlah pengunjung mencapai 5.000 orang dengan 60 UMKM terlibat. Melihat antusiasme itu, kami terdorong melanjutkan ke Festival Pacu Sampan Tradisional jilid II di Taman Bunga Okura, dan hasilnya kali ini lebih meriah dengan 15.000 penonton,” kata Septiandi.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada PLN Nusantara Power, PT Pertamina Patra Niaga, serta pihak-pihak lain yang telah memberi dukungan penuh. “Yang membuat festival ini semakin berkelas tentu saja kehadiran Ibu Karmila Sari, anggota Komisi X DPR RI, yang turut memfasilitasi dukungan dari Menteri UMKM. Insya Allah untuk jilid III nanti, kami optimistis masyarakat akan lebih antusias dan festival ini bisa naik kelas menjadi agenda unggulan pariwisata Riau,” pungkasnya.

Dengan capaian ini, Festival Pacu Sampan Tradisional bukan hanya ajang olahraga rakyat, tetapi juga simbol kebersamaan, kebangkitan ekonomi lokal, dan promosi budaya. Pekanbaru kini memiliki magnet wisata baru yang mampu bersaing di level nasional, bahkan internasional.