Kodim 0725/Sragen Rehab RTLH Pasutri Lansia Tanpa Anak

Kodim 0725/Sragen merehab rumah tidak layak huni milik pasangan lansia tanpa anak di Desa Sepat, Masaran. Bantuan RTLH dan jamban sehat ini bagian dari HUT TNI ke-80 dan Kodam IV/Diponegoro ke-75 sebagai wujud kepedulian TNI untuk rakyat.

Kodim 0725/Sragen Rehab RTLH Pasutri Lansia Tanpa Anak
Kodim 0725/Sragen Rehab RTLH Pasutri Lansia Tanpa Anak, Wujud Nyata Kepedulian TNI untuk Rakyat

SRAGEN – LINTASTIMURMEDIA.COM – Program Rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terus digencarkan TNI sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus pengabdian nyata kepada masyarakat. Melalui kegiatan teritorial ini, TNI berkomitmen memperbaiki rumah-rumah warga kurang mampu yang tidak memenuhi standar kelayakan, baik dari aspek keselamatan, kesehatan, maupun kenyamanan, sehingga penghuni bisa hidup lebih layak dan sejahtera.

Dalam rangka memperingati HUT TNI ke-80 dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke-75, Kodim 0725/Sragen melaksanakan program RTLH di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen. Pada momentum ini, Kodim memberikan bantuan berupa rehab RTLH untuk dua unit rumah serta bantuan pembangunan tiga unit jamban sehat.

Salah satu penerima manfaat adalah pasangan lansia, Mbah Kromo Pawiro (82) dan istrinya Mbah Minem (79), warga RT 32/08 Desa Sepat. Pasangan suami istri tanpa anak ini sehari-hari hanya mengandalkan hasil pertanian. Namun, karena faktor usia, sawah yang dimiliki akhirnya dijual. Kini, untuk kebutuhan makan sehari-hari, mereka lebih banyak mengandalkan bantuan keponakan serta kepedulian tetangga sekitar.

Dandim: Tingkatkan Kesejahteraan dan Pola Hidup Sehat

Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Ricky Julianto Wuwung, S.Sos., M.IP. melalui Danramil 04/Masaran Lettu Inf Muhammad Toha menegaskan, program RTLH tidak hanya menyentuh aspek fisik rumah, tetapi juga merupakan bagian dari upaya pemerintah dan TNI dalam mengentaskan kemiskinan sekaligus menanamkan pola hidup bersih dan sehat bagi masyarakat.

“Program ini adalah wujud kepedulian TNI untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Rumah yang sebelumnya tidak layak kini menjadi layak huni, sehingga warga penerima bantuan bisa hidup lebih sehat, aman, dan nyaman,” ungkap Danramil.

Adapun perbaikan rumah Mbah Kromo meliputi plester lantai, plester dinding bagian dalam maupun luar, serta perbaikan sejumlah bagian rumah yang sebelumnya rapuh. Selain itu, bantuan jamban sehat diberikan kepada tiga warga lain di desa yang sama, sebagai bentuk dukungan terhadap program Sanitasi Sehat.

Pemerintah Desa Berikan Dukungan Penuh

Kepala Desa Sepat, Mulyono, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kodim 0725/Sragen. Menurutnya, bantuan RTLH dan jamban sehat sangat berarti, terutama bagi warganya yang benar-benar membutuhkan seperti pasangan lansia Mbah Kromo dan Mbah Minem.

“Mereka adalah pasangan suami istri tanpa anak. Sawah sudah dijual karena tidak mampu menggarap. Untuk kebutuhan sehari-hari pun sering bergantung pada kerabat dan tetangga. Jangankan memperbaiki rumah, untuk makan saja sering kesulitan. Karena itu kami sangat berterima kasih kepada Kodim Sragen yang telah turun tangan membantu,” ujar Mulyono.

Ia menambahkan, pemerintah desa siap mendukung penuh program RTLH, baik dengan menyediakan tenaga maupun sarana pendukung lainnya. “Kami mewakili masyarakat Desa Sepat memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih sebesar-besarnya. Semoga program ini terus berlanjut dan memberi manfaat lebih luas,” tegasnya.

RTLH, Bukti TNI Manunggal dengan Rakyat

Program rehab RTLH tidak hanya sebatas renovasi rumah, melainkan juga menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kehadiran TNI di tengah masyarakat miskin desa seperti di Sragen ini memberikan harapan baru sekaligus menegaskan bahwa semangat pengabdian TNI tidak pernah padam, terutama dalam membantu warga kurang mampu agar bisa hidup lebih layak.