Kopasgat Kerahkan 3 Tim Tangani Karhutla Pelalawan

Tiga Tim Kopasgat Batalyon 462 Lanud Roesmin Nurjadin dikerahkan ke Kerumutan dan Rantau Baru untuk menangani karhutla di Pelalawan.

Kopasgat Kerahkan 3 Tim Tangani Karhutla Pelalawan
Tiga Tim Kopasgat Kembali Diterjunkan Tangani Karhutla di Pelalawan

PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali diperkuat dengan pengerahan tiga Tim Alfa dari Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) Batalyon 462 Pangkalan Udara Roesmin Nurjadin (Lanud Rsn), Ahad (30/8/2026).

Ketiga tim tersebut diterjunkan ke dua lokasi yang menjadi titik penanganan karhutla, yakni kawasan Kerumutan dan Rantau Baru. Pengerahan personel dilakukan melalui jalur udara menggunakan helikopter untuk mempercepat mobilisasi menuju kawasan yang memiliki akses darat relatif sulit dijangkau.

Dua Tim Alfa, masing-masing berkekuatan 12 personel, dikerahkan ke kawasan Kerumutan. Sementara satu tim lainnya yang terdiri dari 10 personel ditugaskan menuju lokasi karhutla di kawasan Rantau Baru.

Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Rsn, Kolonel (Pnb) Andry Setiawan, mengatakan seluruh personel yang diterjunkan dalam operasi tersebut berasal dari Kopasgat Batalyon 462 Lanud Rsn.

“Semua personel dari Kopasgat Batalyon 462 Lanud Rsn,” kata Andry Setiawan mewakili Danlanud Rsn, Ahad (30/8/2026).

Setibanya di lokasi, para prajurit langsung bergerak melakukan penanganan kebakaran. Mereka dibekali sejumlah peralatan pendukung pemadaman, antara lain pompa air portabel, selang, bahan bakar, alat pemadam api ringan (APAR), serta berbagai perlengkapan lainnya yang dibutuhkan untuk menunjang operasi di tengah kawasan hutan.

Medan yang sulit dan kondisi lokasi yang berada jauh dari akses utama menjadi salah satu tantangan dalam penanganan karhutla. Karena itu, pengerahan melalui jalur udara dinilai penting untuk mempercepat pergerakan personel sekaligus memastikan peralatan pemadaman dapat dibawa sedekat mungkin ke titik kebakaran.

Sesampainya di kawasan terdampak, personel Kopasgat berupaya menembus medan yang sulit dijangkau untuk melakukan pemadaman secara langsung. Langkah tersebut dilakukan guna mengendalikan titik api, mempercepat proses pemadaman, sekaligus mencegah api merambat dan meluas ke area hutan lainnya.

Selain peralatan pemadaman, para prajurit juga dilengkapi perlengkapan perlindungan diri selama menjalankan operasi. Aspek keselamatan menjadi perhatian penting mengingat lokasi penanganan berada di kawasan hutan yang memiliki kondisi medan dan potensi ancaman satwa liar.

Kawasan Kerumutan sendiri merupakan wilayah hutan yang dikenal memiliki keanekaragaman hayati dan habitat berbagai jenis satwa liar. Kondisi tersebut membuat personel yang bertugas perlu meningkatkan kewaspadaan selama melakukan penanganan karhutla, termasuk terhadap kemungkinan keberadaan satwa seperti harimau.

Pengerahan tiga Tim Alfa ini bukan merupakan penugasan pertama bagi personel Kopasgat dalam penanganan karhutla di Pelalawan. Sebelumnya, satu tim Kopasgat yang berjumlah 13 personel telah lebih dahulu diterjunkan ke kawasan Kerumutan pada 28 Agustus 2026.

Tim tersebut sebelumnya ditugaskan untuk membantu upaya penanganan karhutla di kawasan yang memiliki medan cukup menantang tersebut. Setelah menjalankan tugas di lapangan, personel yang lebih dahulu diterjunkan itu dijadwalkan mulai ditarik dari lokasi pada Senin (31/8/2026).

“Besok baru kita tarik,” ungkap Kadisops Lanud Rsn, Kolonel (Pnb) Andry Setiawan.

Pengerahan personel Kopasgat secara bertahap menunjukkan bahwa penanganan karhutla di kawasan Pelalawan membutuhkan dukungan personel dan peralatan yang memadai, terutama pada titik-titik kebakaran yang berada di kawasan sulit dijangkau.

Dengan dukungan transportasi udara, peralatan pemadaman portabel, serta personel yang memiliki kemampuan operasional di medan berat, upaya pemadaman diharapkan dapat berlangsung lebih cepat dan efektif sehingga potensi meluasnya kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan.

(MC Riau/mtr)