Musywil IPA Sumut ke-XIX Diduga Sarat Intervensi, MTO IPA Diminta Evaluasi

Musywil IPA Sumut ke-XIX di Asrama Haji Medan diduga sarat intervensi dari PP IPA. MTO IPA dan PB Al Washliyah diminta evaluasi jalannya musyawarah.

Musywil IPA Sumut ke-XIX Diduga Sarat Intervensi, MTO IPA Diminta Evaluasi
PP IPA Diduga Intervensi Pimpinan Sidang Musywil IPA Sumut ke-XIX, MTO IPA dan PB Al Washliyah Diminta Bertindak

MEDAN – LINTASTIMURMEDIA.COM – Gelaran Musyawarah Wilayah (Musywil) Ikatan Pelajar Al Washliyah (IPA) Sumatera Utara ke-XIX di Asrama Haji Medan pada Selasa, 21 Oktober 2025, kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, pelaksanaan forum tertinggi organisasi pelajar tersebut disinyalir sarat intervensi dari Pengurus Pusat IPA (PP IPA), yang dinilai mencederai independensi dan semangat demokrasi organisasi.

Isu ini mencuat setelah Pimpinan Sidang Definitif Musywil, Yusup Ardiansyah—yang juga menjabat Anggota Pleno PP IPA—mengungkap adanya tekanan langsung dari Ketua Umum PP IPA, Mhd. Amril Harahap. Menurutnya, intervensi itu muncul dalam bentuk desakan agar jalannya sidang dipercepat dan segera menetapkan Ahmad Irham Tajhi sebagai Ketua PW IPA Sumut secara aklamasi.

“Saya selaku pimpinan sidang definitif merasa diintervensi untuk mempercepat alur persidangan dan penetapan Ahmad Irham Tajhi menjadi Ketua PW IPA Sumut secara aklamasi,” ungkap Yusup kepada wartawan.

Yusup menjelaskan, selama proses musyawarah berlangsung, Ketua Umum PP IPA disebut terus menghubunginya melalui pesan WhatsApp dengan nada mendesak. Pesan-pesan seperti “Cek kenapa diperlama” dan “Ada apa sebenarnya” diduga menjadi tekanan agar sidang segera diselesaikan tanpa proses musyawarah yang utuh.

Tak hanya itu, Bendahara Umum PP IPA, Mhd. Ilham Harahap, juga disebut turut memberikan tekanan serupa. “Ia mengirim pesan seperti ‘Usuf, kau lanjutkan’ dan ‘Baca keputusan’, seolah menegaskan adanya instruksi untuk mempercepat proses sidang,” jelasnya.

Menurut Yusup, kondisi tersebut menjadikan pelaksanaan Musywil IPA Sumut ke-XIX tidak berjalan sesuai mekanisme organisasi yang sahih. Ia menilai jalannya sidang tidak kondusif, tidak mengedepankan asas musyawarah mufakat, serta bertentangan dengan semangat kaderisasi IPA yang menjunjung tinggi nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan kemandirian pelajar.

“Kami berharap Majelis Tinggi Organisasi (MTO) IPA dan Pengurus Besar Al Washliyah segera menindaklanjuti persoalan ini. Diperlukan evaluasi menyeluruh agar peristiwa seperti ini tidak kembali terjadi dan marwah organisasi tetap terjaga,” tegas Yusup.

Desakan agar MTO IPA dan PB Al Washliyah melakukan evaluasi atas Musywil IPA Sumut ke-XIX semakin menguat di kalangan kader. Mereka menilai, intervensi dari PP IPA mencoreng prinsip demokrasi internal dan dapat memicu ketidakpercayaan terhadap hasil Musywil.

Pengamat internal organisasi menilai, jika benar ada intervensi seperti yang disampaikan, hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi regenerasi kader di tubuh IPA dan Al Washliyah. Musyawarah wilayah seharusnya menjadi wadah kaderisasi, bukan arena politik kepentingan sesaat.

Perhatian kini tertuju pada langkah MTO IPA dan PB Al Washliyah sebagai lembaga tertinggi yang berwenang mengkaji dan mengevaluasi hasil Musywil. Banyak pihak berharap, evaluasi yang objektif dapat menjadi momentum perbaikan bagi IPA Sumut agar kembali ke khitah perjuangannya: mencetak kader pelajar yang berakhlak, kritis, dan berintegritas.

Wartawan: Rizky Zulianda
Editor: Thab212