Reuni Akbar Alumni MTsN 1 Siak Bangkitkan Sejarah Madrasah Taufiqiyah

Ratusan alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak lintas angkatan berkumpul dalam Reuni Akbar 2026 untuk mempererat silaturahmi sekaligus menghidupkan kembali sejarah Madrasah Taufiqiyah, lembaga pendidikan Islam yang berdiri sejak era Kesultanan Siak.

Reuni Akbar Alumni MTsN 1 Siak Bangkitkan Sejarah Madrasah Taufiqiyah
Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak Bangkitkan Jejak Sejarah Pendidikan Islam Era Kesultanan Siak

SIAK, LINTASTIMURMEDIA.COM – Ratusan alumni MTs Taufiqiyah dan MTs Negeri (MTsN) 1 Siak lintas angkatan kembali dipertemukan dalam Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak Tahun 2026, sebuah momentum penuh makna yang tidak hanya menjadi ajang mempererat tali silaturahmi, tetapi juga menghidupkan kembali memori kolektif mengenai perjalanan panjang sejarah pendidikan Islam di Kabupaten Siak yang telah dimulai sejak masa Kesultanan Siak Sri Indrapura.

Kegiatan yang diikuti alumni mulai angkatan 1990 hingga 2026 tersebut diawali dengan jalan santai yang secara resmi dilepas oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, dari halaman MTsN 1 Siak, Jalan Raja Kecik, Kampung Dalam, Sabtu (18/7/2026).

Reuni akbar ini menjadi lebih dari sekadar pertemuan alumni. Di balik suasana penuh kehangatan, kegiatan tersebut membawa pesan penting tentang pelestarian sejarah, nilai-nilai pendidikan Islam, serta penghormatan terhadap warisan intelektual yang telah menjadi bagian dari perjalanan Kabupaten Siak selama lebih dari satu abad.

Sekretaris Daerah Kabupaten Siak, Mahadar, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, reuni bukan hanya menjadi ruang untuk mempererat hubungan antarsesama alumni, tetapi juga memiliki nilai historis dalam menjaga ingatan kolektif terhadap perkembangan dunia pendidikan Islam di Negeri Istana.

"Senang melihat para alumni bisa kembali berkumpul dan menjalin silaturahmi. Mudah-mudahan kebersamaan seperti ini terus terjaga, sekaligus semakin menguatkan semangat pendidikan agama Islam di Kabupaten Siak," ujar Mahadar.

Ia menilai, keberadaan alumni merupakan aset penting bagi dunia pendidikan. Melalui jejaring yang terus terpelihara, alumni diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan lembaga pendidikan, sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus menempuh pendidikan yang berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Sementara itu, Ketua Panitia Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak, Sujarwo, menjelaskan bahwa reuni tahun ini sengaja dikemas dengan konsep yang lebih edukatif. Selain menjadi wadah melepas rindu, kegiatan tersebut juga dirancang untuk memperkenalkan kembali sejarah Madrasah Taufiqiyah kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang mungkin belum mengetahui akar sejarah lembaga pendidikan tersebut.

"Bukan sekadar silaturahmi, kami ingin generasi sekarang mengetahui bahwa Madrasah Taufiqiyah memiliki perjalanan panjang sejak masa Kesultanan Siak hingga berkembang menjadi MTsN 1 Siak seperti sekarang," kata Sujarwo.

Menurutnya, sejarah sebuah lembaga pendidikan tidak hanya tersimpan dalam arsip atau bangunan tua, tetapi juga hidup melalui cerita dan pengalaman para alumninya. Karena itu, reuni menjadi media yang efektif untuk menyambungkan kembali mata rantai sejarah antar-generasi agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.

Suasana kebersamaan mulai terasa sejak peserta mengikuti jalan santai dengan rute menyusuri Jalan Sutomo, melintasi kawasan bersejarah di depan Istana Siak, kemudian menuju Jalan Pangeran, sebelum kembali ke lingkungan sekolah.

Di sepanjang perjalanan, wajah-wajah penuh kegembiraan tampak menghiasi barisan peserta. Canda, tawa, serta kisah-kisah masa sekolah mengalir begitu hangat, menghadirkan nostalgia yang menghubungkan kembali para alumni setelah bertahun-tahun menjalani kehidupan di berbagai daerah dan profesi.

Momentum ketika rombongan melintasi kawasan Istana Siak menjadi salah satu bagian yang paling berkesan. Di lokasi yang sarat nilai sejarah tersebut, peserta diajak mengenang keberadaan Madrasah Taufiqiyah yang dahulu berdiri di samping kompleks istana dan menjadi salah satu pusat pendidikan Islam yang berperan penting dalam mencetak generasi berilmu pada masa Kesultanan Siak.

Jejak sejarah itulah yang menjadi ruh dari penyelenggaraan reuni tahun ini.

Berdasarkan catatan sejarah, Madrasah Taufiqiyah didirikan pada tahun 1917 pada masa pemerintahan Sultan Syarif Kasim II, salah satu sultan terakhir Kesultanan Siak yang dikenal memiliki perhatian besar terhadap kemajuan pendidikan dan pengembangan ilmu pengetahuan.

Seiring perjalanan waktu dan perkembangan sistem pendidikan nasional, Madrasah Taufiqiyah terus mengalami transformasi hingga kemudian berkembang menjadi MTsN 1 Siak yang kini berlokasi di Jalan Raja Kecik dan menjadi salah satu lembaga pendidikan Islam yang terus berkontribusi dalam mencetak generasi berakhlak, berilmu, dan berdaya saing.

Perjalanan sejarah yang telah berlangsung lebih dari satu abad tersebut menjadi warisan pendidikan yang sangat berharga bagi masyarakat Kabupaten Siak. Melalui Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak, nilai-nilai sejarah itu kembali dihidupkan agar tetap dikenal, dipahami, dan diwariskan kepada generasi penerus.

Kemeriahan acara semakin lengkap saat panitia menggelar pengundian doorprize yang disambut antusias seluruh peserta. Beragam hadiah menarik, mulai dari lemari es, kipas angin, perlengkapan rumah tangga, mukena, aksesori, hingga berbagai hadiah hiburan lainnya, menjadi penutup yang semakin menghangatkan suasana penuh kebersamaan.

Lebih dari sekadar reuni, kegiatan ini menjadi simbol bahwa hubungan antargenerasi alumni tidak pernah terputus oleh waktu. Di saat yang sama, Reuni Akbar Alumni MTs Taufiqiyah dan MTsN 1 Siak menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi, membangkitkan semangat kebersamaan, serta menjaga eksistensi sejarah pendidikan Islam yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari perjalanan panjang Kabupaten Siak dan warisan berharga Kesultanan Siak Sri Indrapura.