Diskominfotiksan Dumai Edukasi 288 Siswa SMAN 1 Bijak Bermedia Sosial

Diskominfotiksan Kota Dumai membekali 288 siswa baru SMAN 1 Dumai tentang literasi digital, internet sehat, dan cara bijak menggunakan media sosial saat MPLS.

Diskominfotiksan Dumai Edukasi 288 Siswa SMAN 1 Bijak Bermedia Sosial
Hadir di MPLS SMAN 1 Dumai, Diskominfotiksan Bekali 288 Siswa Baru Literasi Digital dan Cara Bijak Bermedia Sosial

DUMAI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Komitmen Pemerintah Kota Dumai dalam memperkuat literasi digital di kalangan generasi muda kembali diwujudkan melalui kehadiran Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Dumai sebagai narasumber pada kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SMA Negeri 1 Dumai, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan edukasi yang menjadi bagian dari rangkaian MPLS tersebut diikuti sebanyak 288 peserta didik baru kelas X yang terbagi ke dalam delapan gugus. Sejak awal hingga akhir kegiatan, para siswa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan, terutama mengenai pentingnya membangun budaya digital yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab di era perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat.

Kehadiran tim Diskominfotiksan Dumai merupakan bagian dari upaya memperkuat literasi digital di lingkungan pendidikan sekaligus membekali para pelajar dengan pemahaman tentang penggunaan internet secara aman, produktif, dan beretika sejak dini. Edukasi ini diharapkan mampu membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dalam memanfaatkan media digital.

Materi bertajuk "Penggunaan Internet dan Media Sosial Sehat" disampaikan langsung oleh Pranata Komputer Terampil Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotiksan Kota Dumai, Lia Lolita. Dalam pemaparannya, ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa media sosial bukan sekadar sarana hiburan, melainkan ruang publik yang meninggalkan jejak digital dan mencerminkan karakter setiap penggunanya.

Menurut Lia, perkembangan teknologi digital membawa berbagai kemudahan dalam memperoleh informasi dan berkomunikasi. Namun di sisi lain, internet juga memiliki tantangan berupa penyebaran informasi palsu, ujaran kebencian, perundungan siber (cyberbullying), hingga berbagai bentuk penyalahgunaan media sosial yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain apabila tidak disikapi dengan bijaksana.

"Adik-adik sekalian, media sosial adalah ruang publik yang mencerminkan karakter diri kita. Oleh karena itu, kita harus cerdas memilah informasi, saring sebelum sharing, dan hindari menyebarkan berita yang belum jelas kebenarannya atau hoaks," ujar Lia di hadapan ratusan siswa baru.

Ia juga menegaskan bahwa kemampuan menyaring informasi menjadi salah satu keterampilan penting yang harus dimiliki generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital. Dengan membiasakan diri melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum membagikannya kembali, para pelajar dapat berperan sebagai pengguna internet yang bertanggung jawab sekaligus membantu menciptakan ruang digital yang sehat, aman, dan kondusif.

Di akhir penyampaian materi, Lia mengajak seluruh peserta didik baru untuk menjadikan internet sebagai sarana meningkatkan kualitas diri melalui aktivitas positif, seperti mencari referensi pembelajaran, mengembangkan kreativitas, memperluas wawasan, hingga membangun prestasi akademik maupun nonakademik.

Ia berharap generasi muda Kota Dumai mampu memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai peluang untuk terus belajar, berinovasi, dan berkarya, bukan sebaliknya menjadikan media sosial sebagai ruang penyebaran provokasi, konflik, maupun informasi yang dapat memecah persatuan.

Suasana kegiatan semakin hidup ketika memasuki sesi diskusi interaktif, tanya jawab, serta kuis edukatif yang dipandu oleh Randha Ayka, Operator Layanan Operasional Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP) Diskominfotiksan Kota Dumai. Melalui pendekatan yang komunikatif dan menyenangkan, para siswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan maupun berlomba-lomba menjawab setiap kuis yang diberikan.

Atmosfer kegiatan pun berlangsung penuh semangat, diselingi gelak tawa dan antusiasme para peserta yang ingin memperoleh hadiah sekaligus menambah pemahaman mengenai etika bermedia sosial. Pendekatan interaktif tersebut dinilai mampu membuat materi literasi digital lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan MPLS ini, Diskominfotiksan Kota Dumai berharap para peserta didik baru SMA Negeri 1 Dumai mampu menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, beretika, serta bertanggung jawab dalam menggunakan internet dan media sosial. Dengan bekal literasi digital yang kuat sejak memasuki dunia pendidikan menengah, diharapkan lahir generasi muda Kota Dumai yang mampu memanfaatkan teknologi sebagai sarana membangun prestasi, memperluas pengetahuan, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat serta kemajuan bangsa.

(Mediacenter Dumai/RRA)