Riau Edutech EXPO 2026, Karmila Sari Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Mahal

Komisi X DPR RI Dr Hj Karmila Sari menegaskan pentingnya soft skills, akses beasiswa, dan KIP Kuliah bagi pelajar Riau dalam Riau Edutech Campus Summit EXPO 2026 di Pekanbaru.

Riau Edutech EXPO 2026, Karmila Sari Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Mahal
Karmila Sari Tekankan Pentingnya Soft Skills dan Akses Beasiswa bagi Pelajar Riau di Riau Edutech Campus Summit EXPO 2026

PEKANBARU – LINTASTIMURMEDIA.COM | TOPIKPUBLIK.COM — Komitmen mendorong akses pendidikan berkualitas dan berkeadilan kembali ditegaskan Anggota Komisi X DPR RI, Dr Hj Karmila Sari, SKom, MM, dalam ajang Riau Edutech Campus Summit EXPO 2026 yang digelar di GOR Gelanggang Remaja Pekanbaru, Rabu (7/1/2026).

Sebanyak 30 perguruan tinggi dari Riau, Pulau Jawa, hingga berbagai wilayah di Indonesia ambil bagian dalam kegiatan edukatif ini. Kehadiran puluhan kampus ternama tersebut menjadikan Riau Edutech Campus Summit EXPO 2026 sebagai ruang strategis bagi pelajar SMA/SMK sederajat untuk mempersiapkan diri menuju pendidikan tinggi sekaligus menatap karier global di era transformasi digital.

Tak hanya menghadirkan pameran pendidikan, kegiatan ini juga menyediakan try out seleksi masuk perguruan tinggi secara gratis, dengan hadiah jutaan rupiah. Program tersebut mendapat dukungan dari sejumlah sponsor dan mitra strategis, antara lain Bank Indonesia, ITB Riau, Garuda Cyber, serta PGRI Riau. Antusiasme peserta terlihat tinggi, khususnya dari siswa kelas XII yang tengah berada di fase krusial menentukan masa depan akademik dan profesional mereka.

Rangkaian acara semakin bermakna dengan digelarnya talk show dialog pendidikan bertema “Masa Depan Pendidikan Indonesia: Dari Bangku SMA Menuju Kampus dan Karier Global”. Diskusi ini dimoderatori oleh Dr Zulfikar, SE, MM, dengan menghadirkan narasumber utama Dr Hj Karmila Sari, serta Anggota DPD RI asal Riau, Hj Sewitri.

Dalam paparannya, Karmila Sari menekankan bahwa pendidikan masa depan tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan soft skills, kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, serta keaktifan dalam organisasi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menuntut generasi muda untuk adaptif, kreatif, dan memiliki karakter kuat.

“Saat ini informasi sangat mudah diakses. Tantangannya bukan lagi pada keterbatasan informasi, tetapi bagaimana generasi muda mampu memanfaatkannya secara bijak agar tidak menjadi pengangguran intelektual. Memilih jurusan sesuai minat dan bakat, serta menguatkan soft skills, adalah kunci menghadapi persaingan global,” ujar Karmila Sari di hadapan ribuan pelajar.

Ia juga mengingatkan para siswa agar tidak terjebak tren semata dalam memilih jurusan, melainkan benar-benar memahami potensi diri, peluang kerja, serta relevansi keilmuan dengan kebutuhan masa depan bangsa.

Pada sesi tanya jawab, para peserta secara aktif menyoroti isu biaya pendidikan, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, hingga kesenjangan mutu dan infrastruktur pendidikan di daerah. Menanggapi hal tersebut, Karmila Sari memaparkan berbagai program strategis pemerintah pusat, mulai dari revitalisasi sekolah, digitalisasi pembelajaran, hingga bantuan infrastruktur pendidikan yang nilainya dapat mencapai miliaran rupiah.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa keberhasilan program tersebut juga sangat bergantung pada keaktifan pihak sekolah dan kepala sekolah dalam mengusulkan kebutuhan melalui mekanisme resmi yang telah disiapkan pemerintah.

Lebih jauh, Karmila Sari menegaskan komitmen Komisi X DPR RI dalam memperjuangkan akses beasiswa pendidikan, khususnya bagi siswa dan mahasiswa dari keluarga kurang mampu, agar tidak ada anak bangsa yang kehilangan masa depan hanya karena keterbatasan ekonomi.

“Jangan ragu untuk berkonsultasi dan bertanya. Kami siap membantu dan memperjuangkan, selama persyaratan terpenuhi. Pendidikan adalah hak setiap warga negara dan tidak boleh terhalang oleh biaya,” tegasnya.

Sementara itu, Dr Zulfikar selaku moderator menutup diskusi dengan pesan inspiratif kepada para pelajar. Ia menekankan pentingnya keteguhan hati, keyakinan diri, serta kesesuaian antara potensi pribadi dengan pilihan perguruan tinggi.

“Anak-anak harus yakin pada cita-citanya. Usaha tidak pernah mengkhianati hasil. Dengan perjuangan, konsistensi, dan doa, masa depan yang lebih baik pasti bisa diraih,” pungkasnya.

Riau Edutech Campus Summit EXPO 2026 pun diharapkan menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran pelajar Riau bahwa pendidikan bukan sekadar jenjang akademik, melainkan investasi jangka panjang untuk menciptakan generasi unggul, berdaya saing, dan berkontribusi nyata bagi Indonesia.