150 Pebalap Ramaikan Drag Bike Siak, Balap Liar Ditekan

Sebanyak 150 pebalap mengikuti Latihan Bersama Drag Bike Siak 2026 di Sirkuit Panglima Ghimbam. Polres Siak dan Pemkab Siak memperkuat langkah menekan balap liar sekaligus membuka ruang pembinaan atlet otomotif melalui rencana pembangunan sirkuit permanen.

150 Pebalap Ramaikan Drag Bike Siak, Balap Liar Ditekan
150 Pebalap Turun ke Sirkuit, Siak Bangun Wadah Aman bagi Pecinta Otomotif dan Perkuat Upaya Menekan Balap Liar

SIAK, LINTASTIMURMEDIA.COM – Deru mesin yang selama ini kerap memecah keheningan jalanan umum kini bergema di lintasan yang lebih aman, terukur, dan terkendali. Sebanyak 150 pebalap muda dari berbagai daerah ambil bagian dalam agenda Latihan Bersama Drag Bike Antisipasi Balap Liar 2026 yang digelar Polres Siak di Sirkuit Non Permanen Panglima Ghimbam, Kelurahan Kampung Rempak, Kabupaten Siak, Sabtu (6/6/2026).

Kegiatan tersebut bukan sekadar ajang latihan otomotif, melainkan menjadi langkah strategis dalam membangun budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab sekaligus menekan maraknya aksi balap liar yang selama ini menjadi perhatian masyarakat dan aparat penegak hukum.

Di tengah meningkatnya minat generasi muda terhadap dunia otomotif, Polres Siak bersama Pemerintah Kabupaten Siak memilih pendekatan yang lebih edukatif dan konstruktif. Alih-alih hanya mengedepankan penindakan, kedua institusi menghadirkan ruang legal yang memungkinkan para pecinta otomotif menyalurkan bakat dan hobinya secara aman tanpa membahayakan pengguna jalan lainnya.

Atmosfer kompetitif namun tertib terlihat sejak pagi hari. Ratusan peserta memenuhi area sirkuit untuk menguji kemampuan sekaligus menunjukkan keterampilan berkendara mereka dalam lingkungan yang telah memenuhi aspek keselamatan dan pengawasan.

Selain mengikuti sesi latihan bersama, para peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas, etika berkendara di ruang publik, serta tanggung jawab sosial sebagai pengguna jalan yang baik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Siak Afni Zulkifli, Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar, Wakil Bupati Siak Syamsurizal, Wakil Ketua DPRD Siak Laiskar Jaya, Ketua Pengadilan Negeri Siak, unsur Kodim 0322/Siak, Dinas Perhubungan, Camat Siak, tokoh masyarakat, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Kapolres Siak AKBP Sepuh Ade Irsyam Siregar mengatakan, penyelenggaraan latihan bersama ini berangkat dari meningkatnya laporan masyarakat terkait aktivitas balap liar yang kerap mengganggu ketertiban umum serta membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Menurutnya, fenomena balap liar tidak dapat diselesaikan hanya melalui tindakan represif. Dibutuhkan pendekatan yang mampu mengakomodasi minat dan potensi generasi muda agar berkembang ke arah yang lebih positif dan produktif.

"Kami melihat banyak anak muda yang memiliki bakat dan kecintaan terhadap dunia otomotif. Melalui kegiatan ini, Polres Siak mencoba memfasilitasi dan mengakomodir potensi tersebut agar tersalurkan secara positif," ujar Kapolres.

Ia menegaskan bahwa kehadiran sirkuit dan kegiatan resmi seperti drag bike menjadi alternatif yang lebih aman dibandingkan menjadikan jalan umum sebagai arena balapan.

Lebih lanjut, Kapolres mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas demi menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi seluruh pengguna jalan.

"Kami berharap latihan bersama ini menjadi wadah yang aman, tertib, dan terukur bagi hobi para pecinta otomotif, sekaligus mengajak masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan berkendara," tambahnya.

Sementara itu, Bupati Siak Afni Zulkifli menegaskan bahwa persoalan balap liar merupakan tantangan sosial yang memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Menurutnya, upaya menciptakan ketertiban tidak dapat dibebankan kepada aparat penegak hukum semata, melainkan membutuhkan kolaborasi pemerintah, masyarakat, keluarga, komunitas otomotif, serta seluruh pemangku kepentingan.

Afni menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak telah memiliki Peraturan Daerah tentang Ketertiban Umum yang menjadi landasan dalam menjaga ketenteraman masyarakat. Bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), pemerintah daerah berkomitmen memperkuat implementasi regulasi tersebut melalui langkah-langkah yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Menurutnya, pendekatan preventif berupa penyediaan ruang yang legal, aman, dan terorganisir merupakan strategi yang lebih tepat dalam membina generasi muda dibandingkan hanya mengedepankan penindakan hukum.

"Ini adalah bukti kecintaan kami kepada generasi muda Kabupaten Siak. Balap liar bukan hanya merugikan diri sendiri, tetapi juga membahayakan masyarakat pengguna jalan lainnya," ungkap Afni.

Bupati juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kabupaten Siak bersama Forkopimda tengah menjajaki peluang pembangunan sirkuit permanen sebagai pusat pembinaan atlet otomotif daerah.

Keberadaan sirkuit permanen tersebut diharapkan tidak hanya menjadi solusi jangka panjang dalam menekan balap liar, tetapi juga membuka peluang lahirnya atlet-atlet otomotif berprestasi yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Siak di tingkat regional maupun nasional.

"Ke depan akan kita jajaki pembangunan sirkuit permanen agar minat dan bakat anak-anak muda dapat tersalurkan dengan baik, sehingga balapan dilakukan secara aman dan tetap menghormati pengguna jalan lainnya," katanya.

Sebagai bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan budaya tertib berlalu lintas, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penandatanganan Pakta Integritas yang melibatkan Pemerintah Kabupaten Siak, Polres Siak, instansi terkait, tokoh masyarakat, komunitas otomotif, serta seluruh peserta kegiatan.

Penandatanganan pakta integritas itu menjadi simbol kuat sinergi lintas sektor dalam upaya mencegah balap liar sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya keselamatan di jalan raya.

Seluruh peserta secara sukarela menandatangani dokumen tersebut sebagai bentuk komitmen untuk tidak melakukan balapan liar di jalan umum dan mendukung terciptanya lingkungan lalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan.

Melalui kegiatan ini, Polres Siak bersama Pemerintah Kabupaten Siak optimistis dapat mewujudkan target "Zero Balap Liar" di wilayah Kabupaten Siak. Lebih dari itu, agenda tersebut diharapkan menjadi titik awal lahirnya ekosistem otomotif yang sehat, profesional, dan berorientasi pada prestasi.

Sebab pada akhirnya, keselamatan di jalan merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijaga bersama. Sementara bagi generasi muda, tersedianya wadah yang positif dan legal untuk menyalurkan hobi bukan hanya menjadi sarana berekspresi, tetapi juga jalan menuju prestasi, kedisiplinan, serta masa depan yang lebih baik tanpa harus mempertaruhkan nyawa di jalan raya.