Haji Erman Ajak Warga RT 03 RW 04 Tangkerang Barat Hidupkan Kembali Semangat Gotong Royong
Haji Erman menggerakkan warga RT 03 RW 04 Tangkerang Barat, Pekanbaru, bergotong royong membersihkan lingkungan sekaligus menyambut HUT RI ke-81.
PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Di tengah kehidupan masyarakat perkotaan yang semakin sibuk dan budaya kebersamaan yang perlahan mulai terkikis oleh rutinitas, semangat gotong royong ternyata masih tumbuh kuat di tengah masyarakat. Salah satunya terlihat di lingkungan RT 03 RW 04, Kelurahan Tangkerang Barat, Kecamatan Marpoyan Damai, Kota Pekanbaru, Minggu (9/8/2026).
Sejak pagi, warga berkumpul dan bergotong royong membersihkan lingkungan sekitar, khususnya kawasan Lapangan Hijau Jalan Beledang. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari gerakan kebersihan lingkungan sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang akan diperingati pada 17 Agustus 2026.
Di balik kegiatan tersebut, terdapat sosok Haji Erman, Ketua RT 03 RW 04 Tangkerang Barat, yang secara aktif mengajak dan menggerakkan masyarakatnya untuk kembali menghidupkan semangat gotong royong.

Tidak hanya menyampaikan imbauan, Haji Erman bahkan turun langsung mengajak warga dari rumah ke rumah. Ia mengetuk pintu rumah warga, mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus mengajak masyarakat untuk bersama-sama membersihkan kawasan tempat mereka tinggal.
Bagi Haji Erman, gotong royong bukan sekadar agenda membersihkan lingkungan. Lebih dari itu, gotong royong merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi, membangun kepedulian dan menjaga warisan budaya bangsa yang telah diwariskan para leluhur.
“Terima kasih kepada warga yang telah hadir mengikuti instruksi dari wali kota melalui kelurahan serta RT/RW. Alhamdulillah, sekarang warga RT 03 RW 04 telah melaksanakan gotong royong dengan semangat kebersamaan,” ujar Haji Erman.
Ia berharap ke depan jumlah warga yang ikut dalam kegiatan gotong royong semakin banyak. Menurutnya, undangan telah disampaikan kepada warga sehingga partisipasi masyarakat diharapkan terus meningkat.
“Masyarakat harus bisa ke depannya hadir lebih banyak dan ramai dalam agenda gotong royong. Karena undangan sudah disebarkan ke rumah masing-masing warga,” harapnya.
Gotong Royong Bukan Sekadar Bersih-Bersih
Haji Erman menilai, gotong royong tidak boleh dipandang sebatas kegiatan membersihkan sampah, parit, jalan atau fasilitas lingkungan. Ada nilai sosial yang jauh lebih besar di dalamnya.
Gotong royong merupakan salah satu identitas kehidupan masyarakat Indonesia. Sebuah kebiasaan yang mengajarkan bahwa persoalan lingkungan dan persoalan sosial tidak selalu harus diselesaikan secara sendiri-sendiri.
“Gotong royong bukan sekadar kumpul-kumpul. Di dalamnya ada kepedulian, kebersamaan dan tanggung jawab terhadap lingkungan,” demikian semangat yang terus dibangun Haji Erman bersama warganya.
Filosofinya sederhana: ketika satu tangan bekerja, mungkin hanya satu pekerjaan yang selesai. Tetapi ketika banyak tangan bergerak bersama, bukan hanya lingkungan yang menjadi bersih, melainkan persaudaraan juga semakin kuat.
Sebab, gotong royong sejatinya bukan tentang siapa yang paling banyak bekerja, tetapi tentang kesediaan setiap orang memberikan sesuatu untuk kepentingan bersama.
“Gotong royong adalah ketika kepentingan pribadi sejenak disisihkan, lalu kepentingan bersama diletakkan di depan. Karena lingkungan yang bersih lahir dari kepedulian, sementara masyarakat yang kuat lahir dari kebersamaan.”

Lurah Tangkerang Barat: Semua RT/RW Diminta Bergerak
Sementara itu, Lurah Tangkerang Barat Rusmanto, S.Sos., mengatakan pelaksanaan gotong royong di wilayahnya dilakukan secara bersama-sama, meskipun waktu pelaksanaannya dapat berbeda di masing-masing lingkungan RT dan RW.
Menurut Rusmanto, ada sejumlah RT/RW yang melaksanakan gotong royong pada Minggu (9/8/2026), sementara sebagian lainnya telah melaksanakan kegiatan serupa pada pekan sebelumnya.
Ia menyebut, dirinya menerima laporan dari salah satu wilayah yang tidak melaksanakan gotong royong pada Minggu ini karena masyarakat setempat sudah terlebih dahulu melaksanakan kegiatan gotong royong pada Minggu sebelumnya.
“Yang saya inginkan menjelang tanggal 17 Agustus ini semua RT dan RW melakukan gotong royong dan memantau keadaan lingkungan, terutama terkait masalah sampah,” ujar Rusmanto.
Ia menegaskan bahwa kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Karena itu, koordinasi antara kelurahan, RT, RW dan masyarakat dinilai sangat penting agar persoalan lingkungan, khususnya sampah, dapat ditangani secara bersama-sama.
Rusmanto juga mendorong seluruh masyarakat di Kelurahan Tangkerang Barat untuk bergabung dengan Lembaga Pengelola Sampah (LPS) agar persoalan sampah di wilayah tersebut dapat ditangani secara lebih terorganisasi.
“Saya ingin semuanya, masyarakat kita yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat, bergabung dengan LPS supaya permasalahan sampah yang ada di Kelurahan Tangkerang Barat ini bisa teratasi,” pungkasnya.

Menjaga Tradisi Leluhur di Tengah Kota
Apa yang dilakukan warga RT 03 RW 04 Tangkerang Barat menjadi gambaran bahwa modernisasi dan kesibukan kehidupan kota tidak seharusnya menghilangkan budaya kebersamaan.
Gotong royong merupakan warisan sosial yang tidak lahir dari aturan tertulis semata. Ia tumbuh dari kesadaran bahwa manusia hidup berdampingan dan memiliki tanggung jawab terhadap ruang kehidupan yang sama.
Karena itu, langkah Haji Erman mengajak warga dari rumah ke rumah memiliki makna tersendiri. Ia tidak hanya mengajak masyarakat membersihkan lingkungan, tetapi juga berusaha mengingatkan kembali bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.
Lapangan Hijau Jalan Beledang menjadi salah satu ruang tempat semangat itu dipertemukan. Warga datang dengan kesadaran untuk bekerja bersama, membersihkan lingkungan dan memperkuat hubungan sosial antarwarga.
Di tengah kesibukan masyarakat kota, pemandangan seperti ini menjadi sesuatu yang patut dijaga.

Sebab, lingkungan yang bersih tidak hanya membutuhkan petugas kebersihan, tetapi juga masyarakat yang memiliki rasa memiliki. Dan rasa memiliki itu tumbuh ketika masyarakat mau turun tangan bersama.
Gotong royong akhirnya bukan sekadar pekerjaan fisik.
Ia adalah bahasa kebersamaan.
Ia mengajarkan bahwa beratnya pekerjaan dapat menjadi ringan ketika dipikul bersama. Ia mengajarkan bahwa lingkungan bukan hanya tempat untuk tinggal, tetapi ruang bersama yang harus dirawat bersama.
Dan lebih jauh lagi, gotong royong mengingatkan bahwa warisan terbesar para leluhur bangsa Indonesia bukan hanya tanah tempat kita berpijak, tetapi nilai kebersamaan yang membuat masyarakat mampu bertahan dalam berbagai zaman.
Di RT 03 RW 04 Tangkerang Barat, semangat itu masih dijaga.
Dan Haji Erman memilih untuk tidak hanya berbicara tentang gotong royong, tetapi mengajak, mengetuk pintu warga, turun ke lapangan dan memulainya bersama-sama.























