Babinsa Sawit Bantu Petani Boyolali Bersihkan Gulma Padi
Babinsa Koramil Sawit turun ke sawah bantu petani bersihkan gulma padi secara manual demi mendukung ketahanan pangan di Boyolali.
LINTASTIMURMEDIA.COM – BOYOLALI – Dalam upaya mendukung program ketahanan pangan nasional, Babinsa Koramil 09/Sawit Kodim 0724/Boyolali, Pelda Agus W, turun langsung membantu kelompok tani (poktan) membersihkan gulma pada tanaman padi di wilayah desa binaannya, Senin (09/06/25).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pendampingan TNI kepada petani dalam mendukung pertanian berkelanjutan. Pelda Agus W menyampaikan bahwa ia bersama para petani melakukan penyiangan gulma secara manual menggunakan tangan, agar tidak merusak akar dan batang tanaman padi. Cara ini dinilai lebih ramah lingkungan dan menjaga struktur tanaman tetap kuat.

“Gulma atau rumput liar menjadi salah satu kendala utama yang sering dihadapi petani saat budidaya padi. Kehadiran gulma sangat mengganggu pertumbuhan tanaman padi, karena bersaing memperebutkan unsur hara dalam tanah,” ujar Pelda Agus.
Ia menambahkan, jika gulma dibiarkan tumbuh tanpa pengendalian, maka dapat menutupi tanaman padi dan menyebabkan tanaman menjadi kurang sehat, bahkan berpotensi mati sebelum masa panen tiba. Oleh karena itu, proses penyiangan gulma menjadi langkah penting dalam sistem budidaya padi, selain pengairan dan pemupukan.

Penanganan gulma, menurut Babinsa, bisa dilakukan dengan dua cara, yakni penyiangan manual dan penyemprotan herbisida sesuai dosis anjuran. Namun, untuk menghindari dampak kimia yang berlebihan, penyiangan manual masih menjadi pilihan di kalangan petani tradisional, terutama untuk lahan kecil hingga menengah.
Meski beberapa wilayah Kabupaten Boyolali sudah memasuki masa panen, namun masih banyak lahan pertanian yang sedang dalam proses pengolahan tanah dan penanaman. Perbedaan musim tanam ini terjadi karena kondisi geografis dan sumber air yang bervariasi antar desa.

“Setiap wilayah memiliki waktu tanam dan panen yang berbeda-beda tergantung kondisi alam dan ketersediaan air irigasi. Ini menjadi tantangan tersendiri, namun sekaligus peluang untuk terus mendampingi petani dalam setiap fase budidaya,” pungkas Babinsa Pelda Agus W.





















