Bantuan Pangan Pekanbaru 2026 Disalurkan ke 63.243 KPM, Target Tuntas April
Penyaluran bantuan pangan Februari–Maret 2026 di Pekanbaru resmi dimulai. Sebanyak 63.243 KPM menerima beras dan minyak goreng, dengan target distribusi selesai April.
PEKANBARU – LINTASTIMURMEDIA.COM – Pemerintah terus memperkuat jaring pengaman sosial melalui program bantuan pangan. Untuk periode Februari–Maret 2026, sebanyak 63.243 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Pekanbaru mulai menerima bantuan pangan berupa beras dan minyak goreng. Program ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas kebutuhan pokok sekaligus menekan beban ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga pangan.
Penyaluran bantuan pangan tersebut secara resmi dilepas oleh Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, di gudang Perum Bulog yang berlokasi di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Senin (6/4/2026). Kegiatan pelepasan distribusi ini turut dihadiri oleh Wali Kota Pekanbaru, H Agung Nugroho, SE, MM, bersama sejumlah pejabat terkait dari unsur pemerintah daerah dan instansi teknis.
Usai pelepasan, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa program bantuan pangan tahun 2026 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Lonjakan jumlah penerima dinilai sebagai bentuk perhatian serius pemerintah pusat terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat di daerah.
“Biasanya Pekanbaru hanya mendapatkan bantuan sekitar 19 ribu KPM, namun pada tahun ini meningkat tajam menjadi 63.243 KPM. Ini tentu menjadi kabar baik bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujar Agung.
Menurutnya, peningkatan jumlah KPM tersebut tidak terlepas dari kebijakan pemerintah pusat dalam memperluas cakupan perlindungan sosial, khususnya di sektor pangan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai telah memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Kota Pekanbaru.
“Bantuan dari Bapak Presiden Prabowo ini sangat luar biasa. Kami atas nama Pemerintah Kota Pekanbaru mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat. Tidak lupa juga kepada Bulog yang telah menjalankan tugas distribusi dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Agung menegaskan komitmen Pemerintah Kota Pekanbaru untuk mempercepat proses distribusi bantuan agar segera dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Meskipun target nasional penyaluran ditetapkan hingga Mei 2026, pihaknya optimistis penyaluran di Pekanbaru dapat diselesaikan lebih cepat.
“Secara nasional targetnya memang di bulan Mei, namun kami berkomitmen di Pekanbaru penyaluran bantuan pangan ini dapat tuntas pada bulan April. Ini sebagai bentuk keseriusan kami dalam memastikan bantuan cepat sampai ke masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Adrizal, menjelaskan secara rinci terkait komposisi bantuan yang diterima oleh setiap KPM. Ia menyebutkan bahwa bantuan tersebut merupakan alokasi untuk dua bulan, yakni Februari dan Maret 2026.
“Setiap KPM menerima bantuan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng MinyaKita per bulan. Karena ini alokasi dua bulan, maka total yang diterima masing-masing penerima adalah 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng,” jelas Adrizal.
Ia juga menambahkan bahwa proses distribusi dilakukan secara bertahap dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Perum Bulog, pemerintah kecamatan, hingga kelurahan, guna memastikan penyaluran tepat sasaran dan berjalan lancar. Pengawasan juga diperketat untuk meminimalisir potensi kendala di lapangan.
Program bantuan pangan ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat, terutama dalam menjaga ketahanan pangan keluarga serta mengurangi tekanan ekonomi. Selain itu, program ini juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Dengan percepatan distribusi yang dilakukan, Pemerintah Kota Pekanbaru berharap seluruh KPM dapat segera merasakan manfaat bantuan tersebut, sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap program-program pemerintah yang pro-rakyat.





















