Plt Bupati Kuansing Tindak Lanjuti MoU Perbaikan Jalan Benai
Plt Bupati Kuansing H. Muklisin menemui Direktur PT Agrinas di Jakarta untuk mempercepat tindak lanjut MoU perbaikan jalan strategis di Benai.
JAKARTA, LINTASTIMURMEDIA.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuantan Singingi (Kuansing) terus bergerak mempercepat realisasi kesepakatan perbaikan infrastruktur jalan di Kecamatan Benai. Sebagai tindak lanjut Memorandum of Understanding (MoU) yang sebelumnya telah disepakati, Plt Bupati Kuansing H. Muklisin menemui Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan PT Agrinas, Nofil Anoverta, di Jakarta, Selasa (11/8/2026) siang.
Pertemuan tersebut menjadi langkah konkret Pemkab Kuansing untuk memastikan kesepakatan perbaikan jalan Benai tidak berhenti pada dokumen kerja sama, tetapi berlanjut pada tahapan pembangunan fisik yang manfaatnya dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Dalam pertemuan itu, H. Muklisin didampingi Anggota DPRD Kuansing Nurjamil dan H. Solehudin, Asisten III Azhar, MM, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), serta Direktur RSUD.
Agenda utama pertemuan secara khusus membahas pengajuan penandatanganan kesepakatan pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan yang berada di wilayah Kecamatan Benai. Ruas jalan tersebut tidak hanya digunakan masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi akses yang dilalui aktivitas RAPP, PT Agrinas, serta sejumlah pihak lainnya.
Kondisi tersebut membuat keberadaan jalan di Kecamatan Benai memiliki posisi strategis dalam menopang mobilitas masyarakat sekaligus aktivitas ekonomi dan dunia usaha. Karena itu, pemerintah daerah memandang perlu adanya sinergi dan pembagian peran yang jelas di antara seluruh pihak yang memiliki kepentingan terhadap keberadaan dan pemanfaatan ruas jalan tersebut.
Langkah Pemkab Kuansing ini merupakan tindak lanjut dari MoU terkait perbaikan jalan Benai yang sebelumnya telah dilaksanakan di Teluk Kuantan. Pemerintah daerah mendorong agar kesepakatan yang telah dibangun bersama tersebut segera memasuki tahap implementasi sehingga tidak berhenti sebatas komitmen administratif.
Bagi Pemkab Kuansing, MoU bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk menghadirkan kerja sama nyata dalam pembangunan infrastruktur daerah. Karena itu, komunikasi dengan pihak perusahaan dan pemangku kepentingan lainnya terus dilakukan guna mencari langkah terbaik agar perbaikan jalan dapat segera direalisasikan.
Plt Bupati Kuansing H. Muklisin menegaskan, kondisi infrastruktur jalan di Kecamatan Benai menjadi salah satu perhatian pemerintah daerah karena keberadaannya sangat strategis bagi kepentingan masyarakat. Jalan tersebut menjadi bagian penting dari konektivitas wilayah, baik untuk mobilitas warga, distribusi barang, maupun mendukung aktivitas perekonomian.
“Kita ingin apa yang sudah disepakati bersama melalui MoU ini segera ditindaklanjuti. Jangan hanya berhenti pada kesepakatan, tetapi harus ada langkah nyata di lapangan, sehingga masyarakat bisa segera merasakan manfaatnya,” tegas H. Muklisin.
Menurut Muklisin, pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan membutuhkan sinergi seluruh pihak. Terlebih, ketika sebuah ruas jalan tidak hanya digunakan masyarakat, tetapi juga menjadi jalur yang dimanfaatkan oleh perusahaan dalam menjalankan aktivitas ekonomi dan operasionalnya.
Dalam konteks tersebut, pemerintah daerah berupaya membangun komunikasi yang terbuka dengan seluruh pihak terkait. Kolaborasi antara pemerintah, perusahaan, legislatif, dan masyarakat dinilai penting agar persoalan infrastruktur tidak menjadi beban satu pihak saja, melainkan dapat diselesaikan melalui semangat kebersamaan dan tanggung jawab bersama.
“Ini kepentingan masyarakat. Kita ingin semua pihak yang menggunakan dan berkepentingan terhadap jalan tersebut ikut mengambil bagian dalam upaya memperbaikinya. Pemerintah daerah akan terus mengawal prosesnya agar bisa segera terealisasi,” ujar Muklisin.
Pertemuan dengan jajaran PT Agrinas di Jakarta tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen Pemkab Kuansing dalam mengawal pembangunan infrastruktur strategis di daerah. Pemerintah daerah tidak hanya menunggu proses berjalan, tetapi berupaya melakukan komunikasi langsung dengan pihak-pihak yang dinilai memiliki peran penting dalam percepatan realisasi kesepakatan.
Upaya tersebut menjadi penting mengingat kualitas infrastruktur jalan memiliki hubungan erat dengan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat. Jalan yang baik bukan hanya memberikan kenyamanan dalam mobilitas, tetapi juga berpengaruh terhadap kelancaran distribusi hasil produksi, akses masyarakat menuju pusat pelayanan, serta pergerakan barang dan jasa.
Di Kecamatan Benai, keberadaan ruas jalan yang menjadi akses masyarakat sekaligus jalur aktivitas perusahaan memiliki nilai strategis yang lebih luas. Ketika akses tersebut diperbaiki secara bersama-sama, dampaknya diharapkan tidak hanya dirasakan oleh pengguna jalan pada hari ini, tetapi juga memberikan manfaat jangka panjang bagi perkembangan wilayah.
Bagi pemerintah daerah, pembangunan infrastruktur jalan bukan sekadar membangun atau memperbaiki badan jalan. Lebih jauh dari itu, pembangunan jalan merupakan bagian dari upaya membuka akses, memperkuat konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas orang dan barang, serta menciptakan fondasi yang lebih kuat bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Karena itu, tindak lanjut MoU perbaikan jalan Benai menjadi bagian penting dari agenda pembangunan Kuansing. Pemerintah daerah berharap komunikasi dan koordinasi yang telah dibangun dengan PT Agrinas serta pihak-pihak lainnya dapat segera menghasilkan kesepakatan teknis dan langkah konkret di lapangan.
Langkah tersebut juga menjadi gambaran bahwa pembangunan daerah membutuhkan kolaborasi lintas sektor. Pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan kepentingan masyarakat tetap menjadi prioritas, sementara dunia usaha dapat mengambil bagian dalam mendukung pembangunan infrastruktur di wilayah yang turut menjadi bagian dari aktivitas ekonominya.
Dengan demikian, pertemuan Plt Bupati Kuansing H. Muklisin dengan Direktur Kepatuhan dan Keberlanjutan PT Agrinas Nofil Anoverta di Jakarta tidak sekadar menjadi agenda koordinasi pemerintahan. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari proses mengubah kesepakatan menjadi tindakan, dan mengubah dokumen kerja sama menjadi pembangunan yang benar-benar hadir di tengah masyarakat.
Kini, perhatian berikutnya adalah memastikan hasil pembahasan tersebut dapat diterjemahkan ke dalam langkah teknis dan pekerjaan fisik yang terukur. Sebab, bagi masyarakat Benai, keberhasilan sebuah kesepakatan pada akhirnya bukan diukur dari berapa banyak dokumen yang ditandatangani, melainkan dari seberapa cepat jalan yang selama ini menjadi kebutuhan mereka dapat diperbaiki dan kembali memberikan akses yang aman, lancar, serta mendukung kehidupan dan perekonomian masyarakat.



Nursalman 


















