Dandim Rohil Hadiri Upacara Harkitnas 2026, Semangat Nasionalisme Menggema

Dandim 0321/Rohil menghadiri Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 di Rohil. Pemkab Rohil angkat tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara” untuk memperkuat nasionalisme dan kedaulatan digital.

Dandim Rohil Hadiri Upacara Harkitnas 2026, Semangat Nasionalisme Menggema
Dandim 0321/Rohil Hadiri Upacara Harkitnas ke-118, Pemkab Rohil Tegaskan Semangat “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”

ROKAN HILIR, LINTASTIMURMEDIA.COM – Semangat nasionalisme dan tekad menjaga masa depan generasi bangsa menggema kuat dalam Upacara Peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-118 Tahun 2026 tingkat Kabupaten Rokan Hilir yang digelar Pemerintah Kabupaten Rohil, Rabu (20/5/2026) pagi.

Upacara yang berlangsung khidmat di Taman Budaya Purna MTQ, Komplek Perkantoran Batu Enam, Kepenghuluan Bagan Punak Meranti, Kecamatan Bangko itu mengangkat tema nasional “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”, sebuah tema yang dinilai relevan dengan tantangan kebangsaan di era transformasi digital dan derasnya arus informasi global saat ini.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 08.20 WIB dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), unsur TNI-Polri, pejabat pemerintahan, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, hingga pelajar dan organisasi kemasyarakatan.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Wakil Bupati Rokan Hilir Jhony Charles, B.B.A., M.B.A memimpin jalannya prosesi dengan penuh khidmat. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi, S.Hub.Int, Kapolsek Bangko Kompol Buyung Kardinal, S.H., M.H mewakili Kapolres Rohil, Sekretaris Daerah Rohil H. Fauzi Efrizal, Danyon B Pelopor Brimob Polda Riau AKBP Epadhoni Lilik Pamungkas, pimpinan OPD, instansi vertikal, BAZNAS Rohil, serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Momentum Hari Kebangkitan Nasional tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, namun juga menjadi refleksi penting terhadap perjalanan panjang bangsa Indonesia dalam mempertahankan persatuan dan kedaulatan negara di tengah perubahan zaman yang semakin kompleks.

Rangkaian upacara berlangsung tertib dan penuh semangat kebangsaan, dimulai dari pengibaran Bendera Merah Putih yang diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya, mengheningkan cipta untuk mengenang jasa para pahlawan, pembacaan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, hingga pembacaan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia.

Dalam amanat Menteri Komunikasi dan Digital RI yang dibacakan oleh Wakil Bupati Rohil, ditegaskan bahwa tanggal 20 Mei 1908 merupakan tonggak penting lahirnya kesadaran nasional bangsa Indonesia melalui berdirinya Boedi Oetomo. Momentum tersebut disebut sebagai titik balik perjuangan bangsa yang sebelumnya bersifat fisik dan kedaerahan menjadi perjuangan modern berbasis intelektual, persatuan, dan diplomasi.

“Semangat Kebangkitan Nasional harus terus hidup dalam jiwa masyarakat Indonesia. Dari perjuangan melawan penjajahan fisik, kini bangsa Indonesia menghadapi tantangan baru berupa kedaulatan informasi, keamanan digital, dan ketahanan generasi muda di era teknologi,” demikian isi amanat tersebut.

Dalam pidato itu juga disampaikan bahwa memasuki tahun 2026, tantangan bangsa telah berkembang sangat dinamis. Jika dahulu perjuangan bangsa berfokus pada merebut kemerdekaan wilayah, maka saat ini perjuangan diarahkan pada menjaga kedaulatan digital, memperkuat kualitas sumber daya manusia, serta membangun daya tahan bangsa menghadapi pengaruh global yang semakin masif.

Pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto disebut tengah menjalankan berbagai program strategis nasional yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut antara lain Makan Bergizi Gratis, pembangunan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda, layanan Cek Kesehatan Gratis, hingga penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih sebagai langkah mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa.

Selain itu, pemerintah juga telah menerbitkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital. Regulasi tersebut menjadi langkah penting negara dalam melindungi generasi muda dari dampak negatif media sosial dan ancaman konten digital berisiko tinggi.

Salah satu kebijakan yang menjadi perhatian publik adalah penundaan akses anak di bawah usia 16 tahun terhadap media sosial berisiko tinggi yang mulai diberlakukan sejak 28 Maret 2026. Kebijakan ini dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kualitas tumbuh kembang anak Indonesia di era digital.

Dalam amanatnya, pemerintah juga mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali menyalakan semangat perjuangan Boedi Oetomo dalam kehidupan sehari-hari melalui penguatan solidaritas sosial, peningkatan literasi digital, serta pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama dan keadilan sosial.

“Perlu menyalakan kembali api Boedi Oetomo dalam setiap lini kehidupan melalui solidaritas sosial, literasi digital, dan pembangunan yang berorientasi pada kemajuan bersama,” ujar Wakil Bupati saat membacakan amanat tersebut.

Kehadiran Dandim 0321/Rohil Letkol Inf Diki Apriadi bersama unsur Forkopimda lainnya dalam upacara itu turut menunjukkan kuatnya sinergitas antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah serta memperkuat semangat persatuan dan nasionalisme di Kabupaten Rokan Hilir.

Suasana upacara yang berlangsung aman, tertib, dan kondusif mencerminkan semangat kebangkitan nasional yang masih hidup di tengah masyarakat. Di tengah tantangan globalisasi dan disrupsi digital, nilai-nilai persatuan, gotong royong, dan cinta tanah air dinilai tetap menjadi fondasi utama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Upacara Hari Kebangkitan Nasional ke-118 tingkat Kabupaten Rokan Hilir berakhir sekitar pukul 09.00 WIB. Momentum tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen bangsa bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda yang harus dijaga, dibina, dan diperkuat demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, maju, dan bermartabat di mata dunia.