Maflizar Ikuti Pembekalan Adat LAMR Jelang Pilpeng Bagan Jawa
Calon Penghulu Bagan Jawa Maflizar mengikuti Pembekalan Adat LAMR Rokan Hilir sebagai bekal kepemimpinan, menegaskan komitmen membangun desa yang maju, religius, transparan, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat Melayu.
ROKAN HILIR, LINTASTIMURMEDIA.COM – Calon Penghulu Bagan Jawa, Maflizar, mengikuti Pembekalan Adat yang diselenggarakan oleh Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Rokan Hilir sebagai bagian dari tahapan wajib menjelang Pemilihan Penghulu (Pilpeng) Serentak Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (14/7/2026) tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat pemahaman para calon pemimpin terhadap nilai-nilai luhur adat Melayu sebagai landasan kepemimpinan yang berintegritas, berbudaya, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Pembekalan adat yang digelar LAMR Rokan Hilir bukan sekadar memenuhi tahapan administrasi menjelang Pilpeng, melainkan menjadi ruang pembinaan karakter dan penguatan moral bagi setiap bakal calon penghulu. Melalui kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai filosofi adat Melayu, etika kepemimpinan, tata krama pemerintahan, serta tanggung jawab seorang penghulu sebagai pemimpin yang tidak hanya menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga berperan sebagai penjaga marwah adat, pelestari budaya, dan perekat persatuan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, Maflizar bersama para calon penghulu lainnya menerima berbagai materi yang disampaikan langsung oleh para pengurus, cendekiawan, dan tokoh adat LAMR Kabupaten Rokan Hilir. Materi yang diberikan meliputi sejarah serta filosofi adat Melayu, prinsip-prinsip kepemimpinan berdasarkan nilai kearifan lokal, mekanisme penyelesaian persoalan masyarakat melalui musyawarah dan mufakat, hingga pentingnya menjaga persatuan, toleransi, serta kelestarian budaya Melayu di tengah arus modernisasi dan perkembangan zaman.
Bagi Maflizar, pembekalan adat memiliki makna yang sangat strategis karena menjadi bekal moral sekaligus pedoman dalam menjalankan amanah apabila nantinya memperoleh kepercayaan masyarakat untuk memimpin Kepenghuluan Bagan Jawa. Menurutnya, seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kemampuan administratif, tetapi juga harus memahami akar budaya masyarakat yang dipimpinnya.
"Saya bersyukur dapat mengikuti pembekalan adat ini. Banyak ilmu dan nilai-nilai luhur yang kami terima sebagai bekal untuk menjadi pemimpin yang tidak hanya mampu membangun secara fisik, tetapi juga menjaga marwah adat dan budaya Melayu. Seorang penghulu harus menjadi teladan, mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat, serta mengedepankan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan," ujar Maflizar.
Ia menegaskan bahwa adat Melayu merupakan identitas sekaligus jati diri masyarakat Rokan Hilir yang harus terus dijaga, dilestarikan, dan diwariskan kepada generasi penerus. Karena itu, menurut Maflizar, pembangunan desa tidak boleh hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur semata, tetapi juga harus berjalan beriringan dengan pelestarian budaya, penguatan nilai-nilai kearifan lokal, serta pembinaan karakter masyarakat.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan akan memiliki makna yang lebih besar apabila mampu menghadirkan keseimbangan antara kemajuan fisik dan kemajuan sosial budaya. Desa yang maju bukan hanya ditandai oleh pembangunan jalan, fasilitas umum, maupun peningkatan ekonomi, tetapi juga oleh kuatnya persatuan masyarakat, terjaganya nilai gotong royong, serta lestarinya warisan budaya Melayu sebagai identitas daerah.
Sebagai Calon Penghulu Bagan Jawa, Maflizar juga menegaskan komitmennya untuk membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif, transparan, dan partisipatif. Ia menyatakan akan membuka ruang seluas-luasnya bagi seluruh elemen masyarakat untuk ikut berperan dalam proses pembangunan desa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui tekadnya melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, kaum perempuan, kelompok nelayan, pelaku UMKM, hingga generasi muda sebagai bagian penting dalam merumuskan arah pembangunan Kepenghuluan Bagan Jawa ke depan.
"Apabila diberikan amanah oleh masyarakat Bagan Jawa, saya berkomitmen menjalankan pemerintahan yang terbuka, melayani dengan sepenuh hati, mengutamakan kepentingan masyarakat, serta menjadikan adat sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis, maju, dan sejahtera," katanya.
Lebih lanjut, Maflizar menilai bahwa seorang penghulu harus mampu menjadi pengayom bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan latar belakang sosial maupun pilihan politik. Kepemimpinan yang baik, menurutnya, adalah kepemimpinan yang mampu membangun kepercayaan publik melalui pelayanan yang adil, transparan, serta berorientasi pada kepentingan bersama.
Ia juga menegaskan bahwa menjaga persatuan masyarakat merupakan modal utama dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan. Oleh sebab itu, nilai-nilai musyawarah, kebersamaan, toleransi, dan semangat kekeluargaan harus senantiasa menjadi fondasi dalam setiap proses pengambilan kebijakan di tingkat kepenghuluan.
Sementara itu, kegiatan Pembekalan Adat yang diselenggarakan LAMR Kabupaten Rokan Hilir juga menjadi momentum strategis dalam mempererat sinergi antara lembaga adat dengan para calon pemimpin di tingkat kepenghuluan. Melalui pembekalan tersebut diharapkan lahir pemimpin-pemimpin desa yang tidak hanya memiliki kapasitas birokrasi, tetapi juga memahami filosofi adat Melayu, menjunjung tinggi etika kepemimpinan, memiliki integritas, berakhlak mulia, serta mampu menjalankan roda pemerintahan secara profesional dan bertanggung jawab.
Pembekalan adat juga mencerminkan komitmen LAMR dalam menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya Melayu di tengah dinamika pembangunan daerah. Dengan membekali para calon penghulu sejak awal, diharapkan kepemimpinan desa di masa mendatang tetap berpijak pada nilai adat sebagai sumber kebijaksanaan dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
Menjelang pelaksanaan Pemilihan Penghulu Serentak, Maflizar turut mengajak seluruh masyarakat Bagan Jawa untuk bersama-sama menjaga suasana yang aman, damai, sejuk, dan kondusif agar seluruh tahapan demokrasi dapat berlangsung dengan baik.
"Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai ajang mempererat persaudaraan. Berbeda pilihan adalah hal yang biasa, tetapi persatuan dan kebersamaan masyarakat Bagan Jawa harus tetap menjadi prioritas utama," tutupnya.
Dengan mengusung semangat kepemimpinan yang amanah, transparan, berintegritas, dan berlandaskan nilai-nilai adat Melayu, Maflizar menyatakan kesiapannya mengabdikan diri untuk masyarakat apabila memperoleh kepercayaan dalam Pilpeng mendatang. Ia bertekad menghadirkan pemerintahan kepenghuluan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, memperkuat pelayanan publik, mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal, serta mewujudkan Bagan Jawa yang maju, sejahtera, religius, berbudaya, dan tetap kokoh menjaga marwah Melayu.



Panca Syahputra Setepu 


















