Pacu Jalur 2026: 1.035 Personel Siap Amankan Kuansing
Sebanyak 1.035 personel gabungan disiapkan mengamankan Pacu Jalur 2026 di Kuansing, mencakup arena lomba, lalu lintas, dan titik keramaian.
TELUK KUANTAN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Perhelatan Pacu Jalur 2026 di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, dipastikan mendapat pengamanan maksimal. Sebanyak 1.035 personel gabungan disiapkan untuk mengawal seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari arena perlombaan, jalur lalu lintas, kawasan pusat keramaian, hingga sejumlah titik yang diperkirakan menjadi konsentrasi masyarakat dan wisatawan.
Kesiapan pengamanan tersebut dibahas secara khusus dalam Rapat Eksternal Pengamanan Pacu Jalur 2026 yang digelar di Mapolres Kuansing, Teluk Kuantan, Kamis (13/8/2026) pagi. Rapat menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh unsur terkait memiliki pola kerja, pembagian tugas, serta koordinasi yang jelas sebelum rangkaian event budaya masyarakat Kuansing tersebut berlangsung.
Dalam paparan rencana kekuatan pengamanan, sebanyak 380 personel berasal dari Polres Kuansing, 230 personel BKO Polda Riau, serta 425 personel dari berbagai instansi terkait. Komposisi tersebut memperlihatkan besarnya perhatian terhadap aspek keamanan dan pelayanan publik selama pelaksanaan Pacu Jalur 2026.
Jumlah personel yang disiapkan menunjukkan bahwa pengamanan Pacu Jalur tahun ini tidak hanya diarahkan untuk menjaga kelancaran perlombaan di arena pacu. Lebih dari itu, pengamanan juga mencakup keselamatan masyarakat, kelancaran arus lalu lintas, pengaturan kawasan padat pengunjung, serta penciptaan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan yang diperkirakan memadati Kabupaten Kuansing selama event berlangsung.
Pacu Jalur sendiri bukan sekadar perlombaan tradisional. Bagi masyarakat Kuansing, tradisi tersebut memiliki nilai budaya, sejarah, sosial, sekaligus menjadi salah satu identitas daerah yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, besarnya perhatian terhadap pengamanan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya menjaga kualitas penyelenggaraan event sekaligus memberikan kenyamanan kepada masyarakat yang datang menyaksikan langsung kemeriahan Pacu Jalur 2026.
Demikian ditegaskan Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana, SH, S.I.K., M.H., bersama Plt Bupati Kuansing H. Muklisin yang diwakili Asisten III Azhar, MM, dalam rapat tersebut.
Asisten III Azhar, MM, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kuansing siap memperkuat sinergi lintas sektor demi menyukseskan pelaksanaan Pacu Jalur 2026. Menurutnya, keberhasilan event budaya tersebut tidak hanya ditentukan oleh jalannya perlombaan, tetapi juga oleh kesiapan pemerintah dan seluruh stakeholder dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Pacu Jalur ini bukan hanya agenda perlombaan, tetapi sudah menjadi ikon budaya dan kebanggaan masyarakat Kuansing. Karena itu, seluruh unsur harus bergerak bersama. Keamanan, ketertiban, pelayanan masyarakat dan kelancaran lalu lintas harus menjadi perhatian kita bersama,” tegas Azhar.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat terhadap Pacu Jalur 2026 harus diimbangi dengan kesiapan seluruh perangkat pengamanan dan pelayanan di lapangan. Besarnya jumlah pengunjung berpotensi menimbulkan kepadatan pada sejumlah titik, sehingga diperlukan langkah antisipasi sejak awal agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan tertib.
Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait tidak bekerja sendiri-sendiri, melainkan membangun komunikasi dan koordinasi yang kuat. Sinergi tersebut dinilai penting, terutama dalam menghadapi potensi kepadatan masyarakat, peningkatan mobilitas kendaraan, kebutuhan pelayanan kesehatan, pengelolaan lingkungan, hingga berbagai situasi yang dapat muncul selama pelaksanaan event.
“Semua harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Jangan sampai ada persoalan di lapangan yang sebenarnya bisa diantisipasi sejak awal. Koordinasi menjadi kunci agar seluruh rangkaian kegiatan Pacu Jalur berjalan aman, tertib dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,” demikian penekanan yang disampaikan dalam rapat tersebut.
Sementara itu, Kapolres Kuansing AKBP Hidayat Perdana menegaskan bahwa jajaran kepolisian siap mengawal Pacu Jalur 2026 secara maksimal. Kekuatan personel yang telah dipersiapkan akan diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan pengamanan selama kegiatan berlangsung.
“Kita siapkan 1.035 personel untuk memastikan seluruh rangkaian Pacu Jalur berjalan aman, tertib dan lancar. Tidak hanya di lokasi perlombaan, pengamanan juga akan kita lakukan pada jalur lalu lintas, titik keramaian dan lokasi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” tegas Kapolres.
Kapolres menekankan, besarnya kekuatan personel tidak serta-merta menjadi jaminan apabila tidak diikuti dengan pola pengamanan yang terukur. Karena itu, setiap personel nantinya akan ditempatkan sesuai kebutuhan, situasi, serta tingkat kerawanan di masing-masing lokasi.
Pemetaan terhadap titik-titik keramaian menjadi bagian penting dalam strategi tersebut. Selain kawasan arena perlombaan, perhatian juga diberikan terhadap jalur lalu lintas dan lokasi yang berpotensi mengalami peningkatan aktivitas masyarakat. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah terjadinya gangguan keamanan sekaligus menjaga agar mobilitas warga tetap berlangsung dengan baik.
“Yang paling penting adalah sinergitas. Polri tidak bisa bekerja sendiri. Kita membutuhkan dukungan TNI, pemerintah daerah, Dishub, Satpol PP, BPBD, tenaga kesehatan, DLH dan seluruh stakeholder lainnya. Dengan kebersamaan, kita ingin masyarakat datang menikmati Pacu Jalur dengan rasa aman dan nyaman,” ujarnya.
Pola pengamanan lintas sektor tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelaksanaan Pacu Jalur 2026 membutuhkan kesiapan yang menyeluruh. Keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi merupakan kerja bersama seluruh unsur pemerintahan, aparat keamanan, petugas pelayanan publik, panitia, serta masyarakat.
Di tengah tingginya popularitas Pacu Jalur sebagai salah satu event budaya yang menjadi kebanggaan Kuansing, aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi bagian penting dari wajah penyelenggaraan. Masyarakat yang datang bukan hanya membutuhkan tontonan budaya yang menarik, tetapi juga kepastian bahwa perjalanan, aktivitas di lokasi kegiatan, hingga kepulangan mereka dapat berlangsung dalam suasana yang aman dan tertib.
Karena itu, kesiapan 1.035 personel gabungan diharapkan mampu menjadi salah satu fondasi penting dalam menyukseskan Pacu Jalur 2026. Pengamanan yang terencana, koordinasi yang solid, serta respons cepat terhadap dinamika di lapangan menjadi kunci agar kemeriahan tradisi tetap berjalan beriringan dengan ketertiban dan keselamatan masyarakat.
Rapat Eksternal Pengamanan Pacu Jalur 2026 tersebut turut dihadiri Wakapolres Kuansing, Ketua Panitia Pacu Jalur Andi Cahyadi, Kadishub Hendri Wahyudi, SE, Kasatpol PP Rio Kasiter, M.Si, Kalaksa BPBD Yulizar, Kadiskes Aswandi, Kadis DLH Dodi, Plt Kadis Kominfos Hevi Antoni, M.Si, serta Kadis Kopdagrin Drs. Masnur Judin.
Kehadiran berbagai unsur tersebut mempertegas komitmen bersama untuk memastikan Pacu Jalur 2026 tidak hanya sukses sebagai agenda budaya dan perlombaan tradisional, tetapi juga mampu menghadirkan rasa aman, nyaman dan tertib bagi seluruh masyarakat yang ikut merasakan kemeriahan event kebanggaan Kabupaten Kuantan Singingi tersebut.
Pada akhirnya, Pacu Jalur bukan semata tentang siapa yang menjadi juara di atas sungai. Di balik dentuman tepuk tangan, sorak masyarakat dan semangat para anak pacu, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga tradisi, keselamatan manusia, ketertiban ruang publik dan martabat sebuah kebudayaan. Ketika keamanan mampu berjalan beriringan dengan semangat kebudayaan, maka Pacu Jalur 2026 bukan hanya menjadi sebuah perlombaan, tetapi juga menjadi gambaran bagaimana tradisi lokal dapat dirawat melalui kolaborasi, kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.



Nursalman 


















