PHR Dorong Guru Digitalpreneur, Wujudkan Pendidikan Berdaya Saing

Pertamina Hulu Rokan memperkuat kapasitas guru melalui Workshop Digital Teacherpreneur, membangun guru inovatif dan berdaya secara ekonomi untuk pendidikan Indonesia maju.

PHR Dorong Guru Digitalpreneur, Wujudkan Pendidikan Berdaya Saing
Pertamina Hulu Rokan Dorong Lahirnya Guru Hebat, Fondasi Indonesia Kuat

PEKANBARU — LINTASTIMURMEDIA.COM — Selasa, 25 November 2025. Dalam momentum Hari Guru Nasional, PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) kembali membuktikan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Melalui program Workshop Digital Teacherpreneur (WDT), PHR mengambil langkah nyata memberdayakan guru sebagai agent of change yang tidak hanya unggul dalam ruang kelas, tetapi juga adaptif terhadap perkembangan teknologi digital dan ekonomi kreatif.

Program ini ditujukan untuk guru SMA/sederajat di wilayah operasional PHR, meliputi Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kampar, Dumai, dan Pekanbaru. Total 21 guru terpilih mendapatkan pembekalan khusus yang difasilitasi oleh akademisi dan pakar industri kreatif digital dari Universitas Islam Riau (UIR) serta Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia (IBP). Kehadiran lembaga pendidikan tinggi dalam pendampingan ini sekaligus memperkuat kolaborasi strategis antara dunia industri dan institusi akademik.


Transformasi Guru: Dari Pendidik Menjadi Digitalpreneur

Workshop Digital Teacherpreneur dirancang sebagai instrumen peningkatan kapasitas guru secara komprehensif. Materi yang diberikan meliputi literasi digital, manajemen keuangan, strategi pemasaran digital, pengembangan konten kreatif, hingga cara membangun usaha berbasis marketplace dan sosial media.

Target besar program ini tidak sekadar memberikan pelatihan teknis, tetapi memampukan guru untuk:

  • Memiliki kemampuan digital entrepreneurship sebagai pendukung kesejahteraan,

  • Meningkatkan produktivitas dan kreativitas dalam mengajar,

  • Membangun personal branding dan digital ecosystem berkelanjutan,

  • Berkontribusi pada lingkungan sekolah melalui inspirasi dan contoh nyata karya ekonomi kreatif.

Keberlanjutan program ini menjadi bukti bahwa guru tidak hanya mengajar, tetapi juga dapat menjadi sosok inspiratif yang berdaya secara ekonomi, inovatif dalam berkarya, serta mampu menularkan semangat wirausaha kepada siswa dan sesama pendidik.


Tiga Pilar Besar Dampak Program Teacherpreneur PHR

  1. Peningkatan Kapasitas Profesional Guru
    Guru dibekali pemahaman pedagogik modern dan literasi digital. Hal ini menjadi bekal adaptif menghadapi tantangan pembelajaran era 4.0, sekaligus meningkatkan kualitas interaksi belajar di kelas.

  2. Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian Penghasilan
    Program Teacherpreneur mendorong guru untuk memiliki sumber pendapatan tambahan berbasis digital. Penghasilan ini tidak mengganggu tugas utama, namun memperkuat kesejahteraan dan motivasi profesional.

  3. Penguatan Komunitas Pendidikan dan Jejaring Wirausaha Digital
    Guru diharapkan menjadi inspirator bagi rekan sejawat dan siswa sehingga tercipta ekosistem pendidikan lebih produktif, kreatif, dan berdaya saing. Inilah embrio lahirnya guru-guru visioner masa depan.


Harapan Jangka Panjang: Guru Kreatif, Siswa Produktif, Pendidikan Tumbuh Progresif

Melalui program ini, PHR berharap terciptanya pendidik yang inovatif, adaptif, dan melek teknologi. Guru tidak hanya mengajar, namun menjadi role model pemberdayaan digital yang memberi dampak luas bagi lingkungan sekolah.

  • Guru Inovatif: mampu mengintegrasikan teknologi ke dalam pembelajaran.

  • Guru Digitalpreneur: mandiri secara ekonomi melalui usaha digital yang etis.

  • Guru Agen Perubahan: menyebarkan semangat digital kreatif di sekolah dan masyarakat.

Dampak ini menjadi fondasi bagi terwujudnya slogan besar "Guru Hebat, Indonesia Kuat."


Testimoni Peserta: Bukti Program Memberi Dampak Nyata

Kesuksesan pelaksanaan program terlihat dari pengalaman para peserta. Salah satunya Ari Lestari, guru SMKN 1 Lubuk Dalam, yang merasakan peningkatan signifikan setelah mengikuti pelatihan.

“Alhamdulillah, setelah pelatihan ini, followers saya meningkat karena saya lebih aktif memposting produk JaeGue yang sudah saya rintis selama dua tahun terakhir,” ujar Ari Lestari penuh antusias.

Testimoni ini menjadi pembuktian bahwa pembelajaran yang diberikan tidak berhenti pada teori, tetapi benar-benar menghasilkan keterampilan aplikatif yang dapat diimplementasikan secara langsung.


Penulis : Daian

Editor : Thab212