Perjudian Bebas di Bagan Siapiapi, Kinerja Kapolres Rohil dan Kapolsek Bangko Disorot

Praktik perjudian di Bagan Siapiapi, Rohil, semakin bebas beroperasi. Gelper dan dadu bahkan dekat Mapolsek Bangko. Publik soroti kinerja Kapolres Rohil dan aparat kepolisian yang dinilai abai.

Perjudian Bebas di Bagan Siapiapi, Kinerja Kapolres Rohil dan Kapolsek Bangko Disorot
Kinerja Kapolres Rohil dan Kapolsek Bangko Disorot Publik: Perjudian di Bagan Siapiapi Kian Bebas Beroperasi. Arena perjudian gelper dan meja dadu yang diduga bebas beroperasi di Bagan Siapiapi, Rokan Hilir, menjadi sorotan masyarakat karena lokasinya dekat kantor polisi.

ROKAN HILIR – LINTASTIMURMEDIA.COM – Maraknya praktik perjudian di Bagan Siapiapi, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), Riau, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Aktivitas gelanggang permainan (gelper) dan meja dadu semakin merajalela tanpa kendali, bahkan salah satu lokasi diketahui beroperasi hanya sekitar 200 meter dari Mapolsek Bangko. Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar: mengapa aparat penegak hukum seolah tutup mata terhadap aktivitas ilegal yang begitu terang-terangan?

Hasil pantauan wartawan di lapangan menunjukkan, meja dadu dengan bebas beroperasi di Jalan Manggis, nyaris di depan kantor polisi. Sementara itu, mesin gelper terus menjamur di Jalan Perniagaan dan berbagai titik lain di pusat kota Bagan Siapiapi. Alih-alih ditertibkan, keberadaan lokasi-lokasi perjudian tersebut justru seakan mendapat “restu” untuk tetap buka tanpa hambatan.

“Dekat kantor polisi saja dibiarkan, apalagi di tempat lain. Kalau begini terus, berarti ada yang serius salah dengan kinerja kepolisian di Rohil,” ungkap seorang warga dengan nada geram kepada wartawan, Jumat (29/8/2025).

Ketika awak media mencoba mengonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kapolres Rokan Hilir memilih bungkam tanpa memberikan jawaban. Diamnya pucuk pimpinan Polres Rohil tersebut semakin mempertebal dugaan masyarakat adanya pembiaran terhadap praktik perjudian yang jelas-jelas melanggar hukum.

Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang kian sulit, perjudian justru menambah beban sosial yang berat. Uang hasil jerih payah keluarga terkuras sia-sia, keharmonisan rumah tangga terancam berantakan, sementara kecanduan judi berpotensi merusak masa depan generasi muda. Banyak pihak menilai, jika fenomena ini tidak segera dihentikan, dampaknya akan semakin meluas dan sulit dikendalikan.

Kini, sorotan publik tak hanya berhenti pada level Polres Rohil dan Polsek Bangko. Masyarakat menanti sikap tegas Kapolda Riau, Irjen Herry Heryawan. Bola panas kini berada di tangannya: apakah ia akan membiarkan aparat di bawahnya abai terhadap praktik perjudian, atau justru turun langsung menindak tegas?

Apabila Kapolres Rohil dan Kapolsek Bangko terus bersikap pasif, wajar jika masyarakat menilai aparat gagal total menjalankan amanah penegakan hukum. Kepercayaan publik terhadap institusi Polri pun berpotensi semakin merosot tajam, menambah daftar panjang krisis kepercayaan terhadap aparat negara.

Editor: Thab313
Wartawan: Panca Sitepu