Satgas TMMD Boyolali Edukasi Warga Ubah Sampah Jadi Bernilai

Satgas TMMD Kodim 0724/Boyolali gelar penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Sarimulyo untuk wujudkan desa bersih, sehat, dan mandiri.

Satgas TMMD Boyolali Edukasi Warga Ubah Sampah Jadi Bernilai
Satgas TMMD Boyolali Edukasi Warga Kelola Sampah Rumah Tangga Bernilai Ekonomi, Wujudkan Desa Bersih dan Mandiri

LINTASTIMURMEDIA.COM – BOYOLALI – Dalam upaya mewujudkan lingkungan desa yang bersih, sehat, dan mandiri, Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 Kodim 0724/Boyolali menggelar penyuluhan pengelolaan sampah rumah tangga di Aula Balai Desa Sarimulyo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, Kamis (7/8/2025).

Kegiatan ini merupakan bagian dari program non-fisik TMMD, yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat Boyolali akan pentingnya pengelolaan sampah secara ramah lingkungan sekaligus bernilai ekonomis.

Perwira Koordinator TMMD, Kapten Inf Dwi Supriyanto, menyampaikan bahwa penyuluhan tersebut adalah bentuk sinergi nyata antara TNI dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan desa yang bebas dari pencemaran.

“Penyuluhan ini memberikan edukasi kepada warga tentang cara mengelola sampah rumah tangga agar tidak mencemari lingkungan. Bahkan, jika dikelola dengan benar, sampah dapat menjadi sumber penghasilan tambahan bagi keluarga,” ujar Kapten Dwi.

Antusiasme warga Desa Sarimulyo terlihat dari keaktifan mereka mengikuti setiap sesi. Materi yang disampaikan meliputi pemilahan sampah organik dan non-organik, pemanfaatan limbah organik menjadi pupuk kompos, hingga cara kreatif mendaur ulang sampah plastik menjadi produk bermanfaat.

Dengan adanya program ini, diharapkan masyarakat semakin peduli pada kebersihan lingkungan sekaligus memiliki keterampilan untuk mengubah sampah menjadi barang bernilai jual.

“Kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat adalah kunci untuk menciptakan desa yang mandiri, sehat, dan berdaya saing,” tambah Kapten Dwi.

Program penyuluhan ini menjadi bagian dari strategi TNI dalam mendorong kemandirian desa melalui pendekatan edukatif dan solutif, sejalan dengan semangat TMMD membangun negeri dari pelosok. Upaya ini diharapkan dapat menjadi model pengelolaan sampah rumah tangga berkelanjutan di wilayah pedesaan, khususnya di Boyolali.