Sekda Pelalawan Buka Lokakarya Studi Anggaran untuk Dukung Lanskap Lestari
Sekda Pelalawan T. Zulfan membuka lokakarya studi anggaran bersama FITRA Riau untuk memperkuat transparansi, efisiensi, dan pembangunan berkelanjutan.
PELALAWAN, LINTASTIMURMEDIA.COM – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pelalawan, T. Zulfan, membuka Lokakarya “Hasil Studi Anggaran Mendukung Lanskap Lestari di Kabupaten Pelalawan” yang digelar di Ruang Rapat Kantor Bupati Pelalawan, Selasa (8/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi forum strategis untuk mempertemukan pemikiran, hasil kajian, serta pengalaman dalam melihat pengelolaan anggaran daerah dari perspektif transparansi, efisiensi, dan keberlanjutan pembangunan.

Melalui lokakarya ini, Pemerintah Kabupaten Pelalawan diharapkan dapat memperoleh berbagai masukan yang relevan dalam memperkuat proses perencanaan dan penganggaran daerah, sehingga kebijakan fiskal yang disusun tidak hanya berorientasi pada pemenuhan program pemerintahan, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta mendukung keberlangsungan lingkungan dan lanskap daerah.
Lokakarya turut dihadiri Pimpinan FITRA Riau, Tarmizi. FITRA Riau atau Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran Riau merupakan organisasi riset dan advokasi nirlaba yang independen di Provinsi Riau, dengan perhatian pada isu transparansi anggaran, penguatan kontrol sosial, serta tata kelola keuangan daerah.
Kehadiran FITRA Riau dalam forum tersebut memberikan ruang bagi Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk mendapatkan perspektif dari hasil kajian dan pengalaman advokasi mengenai pentingnya keterbukaan serta efektivitas dalam pengelolaan anggaran publik.
Dalam sambutannya, Sekda Kabupaten Pelalawan T. Zulfan menyampaikan apresiasi kepada FITRA Riau yang telah berkontribusi memberikan pengetahuan dan berbagi pengalaman kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan, khususnya dalam mendorong transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran.
Menurut T. Zulfan, transparansi dan efisiensi anggaran bukan semata-mata berkaitan dengan aspek administrasi pemerintahan, melainkan menjadi bagian penting dari upaya memastikan setiap kebijakan publik memiliki arah yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat.
Ia menilai, pengelolaan anggaran yang baik harus dimulai sejak tahap perencanaan. Dengan perencanaan yang matang, penggunaan anggaran dapat diarahkan kepada program yang benar-benar memiliki manfaat, sesuai kebutuhan masyarakat, sekaligus mendukung target pembangunan daerah secara berkelanjutan.

“Kami mengapresiasi FITRA Riau yang telah memberikan ilmu dan sharing kepada Pemerintah Kabupaten Pelalawan. Ini menjadi masukan yang sangat baik bagi kita dalam meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan anggaran,” ujar T. Zulfan.
Lebih lanjut, Sekda Pelalawan menegaskan bahwa hasil studi dan pembahasan dalam lokakarya tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai bahan diskusi semata. Menurutnya, berbagai gagasan yang muncul perlu diterjemahkan menjadi langkah nyata dalam memperbaiki kualitas perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, hingga evaluasi program pembangunan daerah.
Dalam konteks pembangunan lanskap lestari, pengelolaan anggaran yang tepat juga dinilai memiliki arti penting. Kebijakan pembangunan daerah perlu mempertimbangkan keseimbangan antara kebutuhan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, tata kelola pemerintahan, serta keberlanjutan lingkungan.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat sipil menjadi salah satu ruang penting untuk memperkaya perspektif dalam proses pembangunan. Pemerintah memiliki kewenangan dalam menetapkan kebijakan dan mengelola anggaran publik, sementara masyarakat sipil dapat memberikan kajian, masukan, sekaligus mendorong penguatan transparansi dan partisipasi publik.

Sekda berharap lokakarya tersebut dapat menjadi titik awal terbangunnya kolaborasi yang lebih konkret antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan FITRA Riau. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses perencanaan dan penganggaran daerah yang semakin terbuka, terukur, efisien, serta berorientasi pada hasil.
“Harapan kita, ini menjadi langkah awal kolaborasi yang konkret antara Pemerintah Kabupaten Pelalawan dengan FITRA Riau, sehingga penyusunan anggaran ke depan semakin tepat sasaran, efisien, transparan, dan mampu mendukung pembangunan yang berkelanjutan,” tutupnya.
Lokakarya ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan daerah yang berorientasi pada kepentingan publik. Dengan dukungan data, kajian, transparansi, serta kolaborasi lintas pihak, pengelolaan anggaran diharapkan semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan pembangunan Kabupaten Pelalawan dalam jangka panjang.























