TMMD Boyolali Edukasi Pelajar soal Bahaya Narkoba dan Pernikahan Dini
Dalam rangka membangun karakter generasi muda dan meningkatkan kesadaran sosial, TMMD Sengkuyung Tahap III Kodim 0724/Boyolali menggelar sosialisasi bahaya narkoba dan pernikahan dini di SMA Negeri 1 Kemusu. Kegiatan ini dihadiri ratusan pelajar dan melibatkan KUA serta Polres Boyolali sebagai narasumber.
LINTASTIMURMEDIA.COM – BOYOLALI – Dalam upaya memperkuat pembangunan karakter dan ketahanan sosial generasi muda di wilayah pedesaan, Satuan Tugas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap III Tahun 2025 Kodim 0724/Boyolali menggelar kegiatan sosialisasi bertajuk Bahaya Narkoba dan Dampak Pernikahan Dini. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Kemusu, Dukuh Ngleban, Desa Klewor, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali, pada Selasa (05/08/2025).

Kegiatan edukatif tersebut disambut dengan antusias tinggi oleh para siswa dan tenaga pendidik SMA Negeri 1 Kemusu. Acara yang sarat nilai pencegahan ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada remaja tentang risiko nyata narkotika dan pernikahan usia dini yang kerap membayangi kehidupan mereka.
Pernikahan Dini Ancam Masa Depan Remaja, Rentan Timbulkan Masalah Psikologis
Sebagai pemateri pertama, Suratno Haidar, M.S.Pd, dari Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Kemusu, menyoroti secara tajam bahaya pernikahan dini yang hingga kini masih menjadi fenomena di sejumlah daerah pedesaan. Ia menjelaskan bahwa pernikahan di bawah usia 19 tahun sangat rentan terhadap masalah rumah tangga, baik secara fisik, psikologis, maupun sosial.
“Pernikahan dini menjadi salah satu faktor pemicu tingginya angka perceraian di Indonesia. Banyak yang terjebak karena minimnya edukasi, pengaruh lingkungan pergaulan bebas, serta dominasi media sosial tanpa filter,” ujarnya di hadapan ratusan pelajar yang hadir.
Menurutnya, anak-anak usia remaja belum memiliki kematangan berpikir dan belum siap memikul tanggung jawab sebagai orang tua, sehingga rawan mengalami tekanan mental dan kekerasan dalam rumah tangga.

Polres Boyolali: Bahaya Narkoba Kian Mengintai Pelajar dan Kalangan Muda
Sementara itu, materi tentang bahaya narkoba disampaikan secara komprehensif oleh AKP Sugihantoro, S.H., M.H., perwakilan dari Polres Boyolali. Ia menyampaikan bahwa penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya saat ini telah menembus hampir semua kalangan, termasuk pelajar tingkat SMA.
“Generasi muda adalah aset bangsa. Sayangnya, kini banyak remaja yang terjebak dalam penyalahgunaan narkoba yang menghancurkan masa depan mereka. Zat berbahaya ini merusak jaringan saraf dan mematikan daya pikir kritis,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran keluarga, guru, dan lingkungan sosial dalam mendampingi generasi muda agar tidak terjerumus ke dalam dunia kelam narkotika.
TNI Komitmen Bangun Karakter Generasi Muda Lewat TMMD
Danramil 18/Kemusu, Lettu Inf Heri Santoso, menyatakan bahwa program TMMD tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur fisik seperti jalan dan jembatan, tetapi juga memiliki misi penting dalam membangun sumber daya manusia berkualitas melalui kegiatan non-fisik seperti penyuluhan dan edukasi.
“TMMD adalah wujud nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat, bukan hanya dalam hal pembangunan fisik, tapi juga dalam membentuk generasi muda yang tangguh, sehat, dan bebas dari bahaya narkoba serta pernikahan dini,” ujarnya dengan tegas.
Ia menekankan bahwa keberadaan Satgas TMMD di SMA Negeri 1 Kemusu merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menciptakan generasi yang unggul, berkarakter kuat, dan siap menghadapi tantangan zaman.
Pencegahan Narkoba dan Pernikahan Dini Butuh Sinergi Semua Pihak
Sosialisasi yang berlangsung selama beberapa jam ini diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab interaktif yang menggugah kesadaran para pelajar. Banyak dari siswa yang mengaku mendapat wawasan baru tentang pentingnya menjaga diri dari pergaulan bebas, serta memahami bahaya laten narkoba dan pernikahan dini.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial belaka, melainkan menjadi awal dari gerakan kolektif di tingkat sekolah dan masyarakat untuk memerangi dua ancaman besar tersebut secara berkelanjutan.

Melalui sosialisasi ini, TMMD Boyolali menegaskan bahwa pembangunan nasional harus dimulai dari desa, dengan melibatkan generasi muda sebagai ujung tombak perubahan. Investasi dalam pendidikan karakter, kesadaran hukum, dan ketahanan sosial akan menjadi pondasi kuat bagi masa depan bangsa yang gemilang.






















