Wako Agung Dorong Balap Motor Pekanbaru Digelar 3 Kali Setahun
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho mendorong kejuaraan balap motor digelar rutin tiga kali setahun untuk menekan balap liar, membina pembalap, dan menggerakkan UMKM.
PEKANBARU, LINTASTIMURMEDIA.COM – Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mendorong agar kejuaraan balap motor di Kota Pekanbaru dapat digelar secara rutin sedikitnya tiga kali dalam setahun. Selain menjadi ruang positif bagi pembalap dan komunitas otomotif untuk menyalurkan bakat serta kemampuan di lintasan resmi, agenda tersebut dinilai strategis sebagai salah satu langkah menekan aksi balap liar yang masih terjadi di jalan raya.
Dorongan tersebut disampaikan Agung saat menghadiri hari terakhir Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru di Sirkuit Non-Permanen (NP), Kompleks Perkantoran Wali Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, Ahad (23/8/2026).
Menurut Agung, penyelenggaraan kompetisi balap motor secara resmi dan terjadwal dapat menjadi alternatif bagi generasi muda, khususnya para pembalap dan komunitas otomotif, untuk berkompetisi secara sehat dengan tetap mengedepankan aspek keselamatan dan sportivitas.
Ia menyebut, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan membahas rencana penyelenggaraan agenda balap rutin tersebut bersama Polresta Pekanbaru. Di sisi lain, Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Pekanbaru diminta mulai mempersiapkan konsep penyelenggaraan event secara berkala sehingga kejuaraan balap motor tidak hanya berlangsung sebagai kegiatan sesaat.
"Event ini sangat mendukung agar bagaimana balapan motor atau balapan liar yang ada di Kota Pekanbaru sudah tidak ada lagi atau menekan balapan liar," kata Agung.
Ia berharap, ke depan Pekanbaru tidak hanya menjadi tuan rumah kejuaraan balap motor tingkat regional, tetapi juga mampu menarik perhatian pembalap-pembalap dari berbagai daerah hingga penyelenggaraan kejuaraan berskala nasional.
Menurutnya, keberadaan Sirkuit NP yang cukup permanen dapat menjadi modal penting bagi Pekanbaru untuk mengembangkan olahraga otomotif secara lebih serius. Jika dikelola secara berkelanjutan, kegiatan tersebut bukan hanya memberikan ruang kompetisi bagi pembalap, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda terhadap sektor pariwisata, jasa, perdagangan dan ekonomi masyarakat.
"Mudah-mudahan kita bisa membawa tentunya balapan-balapan nasional untuk hadir di sirkuit yang cukup permanen ini. Mudah-mudahan juga akan menimbulkan dan menumbuhkan perekonomian di Kota Pekanbaru," ujarnya.
Agung menambahkan, penyelenggaraan kejuaraan balap motor tersebut sejak awal tidak hanya diarahkan untuk menghadirkan tontonan olahraga otomotif. Pemko Pekanbaru juga ingin menjadikan event tersebut sebagai salah satu sarana untuk menggerakkan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).
Kejuaraan yang diikuti sekitar 200 peserta dengan total mencapai 400 starter itu turut melibatkan mekanik, official, komunitas otomotif dan penonton dari berbagai daerah. Mobilitas peserta dan pengunjung selama berlangsungnya kegiatan diharapkan memberikan dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan sirkuit.
"Balapan ini sengaja kita selenggarakan untuk bagaimana tidak hanya tentang balapan motor tapi juga menghidupkan pelaku UMKM agar bagaimana UMKM tumbuh kembang di Kota Pekanbaru," jelasnya.
Dengan demikian, kejuaraan balap motor dipandang memiliki potensi lebih luas sebagai sebuah sport event yang mempertemukan olahraga, komunitas, hiburan dan aktivitas ekonomi dalam satu rangkaian kegiatan. Semakin banyak peserta dan penonton yang datang ke Pekanbaru, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Galang Donasi untuk Korban Bencana NTT
Tidak hanya menghadirkan kompetisi di lintasan, rangkaian Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru juga diisi dengan kegiatan sosial. Panitia menggalang donasi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.
Hingga Ahad siang, dana yang berhasil dihimpun mencapai sekitar Rp120 juta. Agung berharap kepedulian dari peserta, komunitas, penonton dan masyarakat luas dapat terus bertambah sehingga total donasi yang terkumpul mampu mencapai Rp500 juta.
Menurutnya, kegiatan olahraga juga dapat menjadi medium untuk membangun kepedulian sosial. Semangat kompetisi di lintasan diharapkan berjalan beriringan dengan semangat kemanusiaan dan kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah.
Jadi Momen Nostalgia bagi Wali Kota Agung
Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 22–23 Agustus 2026, tersebut juga memiliki arti khusus bagi Agung Nugroho. Sebelum menduduki jabatan sebagai Wali Kota Pekanbaru, ia mengaku pernah berada di posisi para pembalap yang saat ini berkompetisi di lintasan.
Mengenakan helm dan wearpack, menunggu lampu start menyala, serta merasakan ketegangan sebelum memasuki tikungan menjadi bagian dari pengalaman yang membuat kejuaraan tersebut sekaligus menjadi ruang nostalgia bagi dirinya.
"Hari ini terasa sangat berbeda bagi saya karena ini adalah hari yang sangat istimewa. Karena sebelum saya menjadi wali kota, ini ibarat saya kembali nostalgia," ucapnya.
Agung mengatakan, kehadirannya di tengah para pembalap juga menjadi kesempatan untuk kembali bertemu dengan sejumlah senior dan orang-orang yang pernah berada dalam perjalanan olahraga otomotifnya.
"Tentu ini merupakan bagian nostalgia kami bersama para seluruh senior. Dan hari ini saya walaupun sudah menjadi wali kota, tapi hati saya tetap seperti menjadi pembalap," tambahnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa olahraga otomotif bukan sesuatu yang asing bagi Agung. Karena itu, ia ingin pengalaman tersebut menjadi salah satu dorongan untuk menciptakan ruang yang lebih baik bagi para pembalap muda agar dapat mengembangkan kemampuan melalui jalur kompetisi yang resmi.
Diikuti Pembalap dari Sejumlah Provinsi
Kejuaraan Balap Motor Piala Wali Kota Pekanbaru mendapat partisipasi dari pembalap berbagai daerah di Pulau Sumatera. Peserta datang dari sejumlah wilayah, antara lain Riau, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Jambi.
Sebanyak 15 kategori dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, yang terdiri dari empat kelas utama dan 11 kelas supporting. Beragamnya kelas yang dipertandingkan memberikan kesempatan kepada pembalap dengan karakter dan tingkat pengalaman berbeda untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya di lintasan.
Salah satu pembalap yang berhasil mencuri perhatian sekaligus naik podium adalah Ardia Farel Ramadhan, pembalap asal Bukittinggi, Sumatera Barat. Ia berhasil keluar sebagai juara pertama pada kelas Bebek Standard U-23 melalui persaingan ketat hingga lap terakhir.
Ardia mengaku sempat kehilangan posisi dalam persaingan pada lap-lap akhir. Namun, ia mampu kembali melakukan overtaking dan merebut posisi terdepan hingga menyentuh garis finis.
"Ya alhamdulillah, bisa mendapati podium pertama. Tadi itu sempat lap-lap terakhir terkena potong di air terakhir. Alhamdulillahnya saya bisa kembali menyalip di air terakhir," kata Ardia.
Bagi Ardia, kemenangan tersebut menjadi hasil penting dari persiapan dan perjuangannya selama mengikuti kompetisi. Persaingan ketat di lintasan membuat setiap pembalap dituntut tidak hanya memiliki kecepatan, tetapi juga mampu membaca kondisi lintasan, mengambil keputusan dengan cepat dan menjaga konsistensi hingga balapan berakhir.
Pembalap Nilai Layout Sirkuit Nyaman
Ardia juga memberikan penilaian positif terhadap karakter Sirkuit Non-Permanen Pekanbaru yang digunakan dalam kejuaraan tersebut. Menurutnya, layout lintasan cukup nyaman untuk digunakan dalam kompetisi, terutama pada bagian tikungan dan chicane.
Kondisi aspal yang dinilainya tidak licin juga menjadi salah satu faktor yang membuat pembalap dapat lebih leluasa melakukan manuver selama balapan.
"Untuk layout sirkuitnya bagus, aspalnya tidak licin. Enak untuk cornering sama chicanes-nya bagus. Cuaca bagus," ujarnya.
Ia berharap Pemko Pekanbaru dapat kembali menyelenggarakan kejuaraan serupa pada seri berikutnya. Bagi para pembalap, keberlanjutan kompetisi menjadi hal penting karena selain memberikan kesempatan meraih prestasi, event rutin juga dapat menjadi sarana mengasah kemampuan dan membangun jenjang karier di dunia balap motor.
"Semoga masih ada seri berikutnya untuk event di sini lagi," harapnya.
Dorongan Wali Kota Agung Nugroho agar balap motor digelar rutin tiga kali dalam setahun pun menjadi sinyal bahwa Pekanbaru berpeluang mengembangkan olahraga otomotif sebagai bagian dari agenda olahraga dan ekonomi kreatif daerah. Dengan dukungan pemerintah, aparat keamanan, komunitas otomotif, pelaku UMKM dan masyarakat, kompetisi resmi diharapkan mampu menciptakan ekosistem balap yang lebih tertib sekaligus menjadi alternatif positif bagi generasi muda.
Pada saat yang sama, keberadaan sirkuit dan penyelenggaraan kompetisi secara berkala dapat menjadi fondasi untuk membawa Pekanbaru ke level yang lebih tinggi, dari sekadar tuan rumah event regional menuju salah satu daerah yang diperhitungkan dalam kalender kejuaraan balap motor nasional.



Syafrian Prawira 


















