DLH Rohil Kerahkan 300 Petugas Atasi Banjir dan KLB Malaria
DLH Rohil mengerahkan 300 petugas membersihkan sampah dan mengeruk drainase sebagai langkah nyata mengantisipasi banjir dan mendukung penanggulangan KLB malaria.
BAGANSIAPIAPI, LINTASTIMURMEDIA.COM – Upaya nyata untuk menciptakan lingkungan yang bersih, asri, nyaman sekaligus mengantisipasi banjir dan mendukung penanggulangan Kejadian Luar Biasa (KLB) malaria terus dilakukan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Rokan Hilir (Rohil).
Langkah tersebut tidak hanya dilakukan secara sporadis, tetapi dilaksanakan melalui kegiatan pembersihan lingkungan, pengangkutan sampah serta pengerukan drainase di sejumlah kawasan yang dinilai membutuhkan penanganan. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen DLH Rohil dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus membantu mengurangi risiko genangan air yang berpotensi menjadi persoalan bagi masyarakat.
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup Rohil telah melakukan pembersihan di sejumlah lokasi yang terdampak banjir dan berkaitan dengan upaya penanggulangan KLB malaria. Kegiatan tersebut menyasar kawasan Jalan Usaha I dan Jalan Usaha II, Kelurahan Bagan Barat.
Pembersihan kemudian dilanjutkan di Jalan Kecamatan, Kelurahan Bagan Punak, tepatnya di kawasan Terminal Sikapur Sirih. Di lokasi tersebut, petugas melakukan kegiatan kebersihan sekaligus penanganan drainase sebagai bagian dari langkah antisipasi terhadap genangan air.
Tidak berhenti sampai di sana, DLH Rohil kembali bergerak melakukan pembersihan di sepanjang Jalan Pahlawan, Kelurahan Bagan Timur, Kecamatan Bangko, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan pembersihan di kawasan tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu, 19 Agustus hingga Jumat, 21 Agustus 2026. Pelaksanaan secara bertahap tersebut dilakukan agar proses pembersihan dan pengerukan drainase dapat berjalan maksimal serta menjangkau titik-titik yang membutuhkan penanganan.
Saat dikonfirmasi, Rabu (19/8/2026), Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rokan Hilir, Suwandi, S.Sos., menegaskan bahwa kegiatan yang dipimpinnya merupakan bagian dari komitmen DLH Rohil dalam melakukan penanganan lingkungan, khususnya sebagai langkah antisipasi banjir dan mendukung penanggulangan KLB malaria di Kabupaten Rokan Hilir.
Menurut Suwandi, salah satu persoalan yang menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut adalah kondisi drainase yang dipenuhi sampah serta mengalami pendangkalan. Kondisi itu dinilai dapat mengurangi kemampuan drainase dalam menampung dan mengalirkan air hujan.
Karena itu, pembersihan sampah dan pengerukan drainase menjadi bagian penting dari kegiatan yang dilakukan DLH Rohil. Selain menjaga kebersihan kawasan perkotaan, normalisasi saluran air diharapkan dapat membantu memperlancar aliran air sehingga potensi genangan dapat diminimalkan.
“Hari ini kami bersama tim Satgas Kebersihan dan Penanggulangan Banjir Dinas Lingkungan Hidup melakukan pembersihan sampah dan pengerukan drainase di sepanjang Jalan Pahlawan, Kelurahan Bagan Timur. Sebelumnya kami juga telah melakukan pembersihan di Jalan Usaha I dan II, Kelurahan Bagan Barat, kemudian pembersihan dan pengerukan drainase di Jalan Kecamatan, tepatnya di area Terminal Sikapur Sirih. Hari ini kami terus tancap gas menuju Kelurahan Bagan Timur untuk melakukan pembersihan dan pengerukan drainase di sepanjang Jalan Pahlawan,” ujar Suwandi.
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut melibatkan personel dalam jumlah cukup besar. Sedikitnya sekitar 300 petugas dikerahkan untuk mendukung kegiatan pembersihan lingkungan, penanganan drainase, kebersihan kawasan serta upaya antisipasi banjir.
“Adapun jumlah petugas yang diturunkan lebih kurang 300 orang yang terdiri dari petugas parit, satgas, serta petugas kebersihan dan taman. Mudah-mudahan kita berharap dengan kegiatan bersih-bersih ini kiranya dapat mengantisipasi banjir dan memutus mata rantai penyebaran nyamuk malaria,” ungkap Suwandi.
Pengerahan ratusan personel tersebut menunjukkan bahwa penanganan persoalan lingkungan tidak dapat dilakukan hanya dengan pendekatan administratif. Di lapangan, dibutuhkan kerja bersama yang terukur untuk memastikan saluran drainase tetap berfungsi, sampah tidak menumpuk, dan lingkungan masyarakat tetap terjaga.
Persoalan drainase dan genangan air juga menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari upaya menjaga kualitas lingkungan. Ketika saluran air tersumbat atau mengalami pendangkalan, air hujan lebih mudah menggenang dan dapat menimbulkan berbagai persoalan lingkungan apabila tidak segera ditangani.
Dalam konteks penanggulangan KLB malaria, kebersihan lingkungan juga membutuhkan perhatian bersama. Genangan air yang tidak ditangani berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Karena itu, langkah membersihkan lingkungan dan mengurangi titik-titik genangan menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan yang harus berjalan beriringan dengan langkah kesehatan masyarakat.
Suwandi juga menekankan bahwa pemerintah tidak mungkin bekerja sendiri dalam menjaga kebersihan lingkungan. Peran serta masyarakat menjadi faktor penting agar hasil pembersihan yang dilakukan petugas dapat bertahan dalam jangka panjang.
“Di samping itu, diharapkan juga peran serta masyarakat, dan sangat diharapkan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan rumahnya, tidak membuang sampah sembarangan dan apabila ada genangan air agar segera dibersihkan,” timpalnya.
Pesan tersebut menjadi penting karena kebersihan lingkungan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah daerah maupun petugas kebersihan. Lingkungan yang bersih membutuhkan kesadaran kolektif, mulai dari rumah tangga hingga ruang publik.
Pemerintah melalui DLH dapat melakukan pembersihan dan pengerukan drainase, namun keberlanjutan hasilnya sangat bergantung pada perilaku masyarakat dalam menjaga saluran air dan mengelola sampah sehari-hari.
Dengan kegiatan yang dilakukan secara bertahap di sejumlah kawasan, DLH Rohil berharap penanganan drainase dan kebersihan lingkungan dapat memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Tidak hanya untuk mengurangi risiko banjir, tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih sehat, bersih, asri dan nyaman.
Gerakan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa penanganan persoalan banjir dan lingkungan membutuhkan respons cepat di lapangan. Ketika saluran air mulai mengalami pendangkalan dan penumpukan sampah, tindakan pembersihan menjadi penting agar persoalan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih besar.
Kegiatan pembersihan yang berlangsung hingga 21 Agustus 2026 di Jalan Pahlawan, Kelurahan Bagan Timur, menjadi bagian dari rangkaian langkah DLH Rohil dalam memperkuat kebersihan lingkungan dan mengantisipasi dampak genangan di wilayah perkotaan Bagansiapiapi.
Di tengah kebutuhan penanganan banjir dan perhatian terhadap KLB malaria, sinergi antara pemerintah daerah, petugas lapangan dan masyarakat menjadi kunci. Sebab, lingkungan yang sehat tidak hanya dibangun melalui kerja pemerintah, tetapi juga melalui kesadaran setiap warga untuk menjaga ruang tempat tinggalnya.
Bagi DLH Rohil, membersihkan drainase bukan sekadar mengangkat sampah dan lumpur dari saluran air. Di balik pekerjaan tersebut terdapat ikhtiar untuk menjaga lingkungan, mengurangi risiko genangan, mendukung pencegahan penyebaran penyakit serta menghadirkan ruang hidup yang lebih layak bagi masyarakat Rokan Hilir.
Langkah nyata tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembersihan selama beberapa hari, melainkan dapat menjadi gerakan berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dengan demikian, kebersihan lingkungan, pengendalian genangan dan pencegahan risiko penyakit dapat menjadi tanggung jawab bersama demi Rokan Hilir yang lebih bersih, sehat dan nyaman.



Panca Syahputra Setepu 


















