Menteri Inggris Desak Starmer Akui Negara Palestina

Tiga menteri senior Inggris mendesak PM Keir Starmer agar segera mengakui Negara Palestina, menyusul langkah Prancis dan tekanan publik internasional.

Menteri Inggris Desak Starmer Akui Negara Palestina
Prime Minister Sir Keir Starmer. (Foto: AA)

LINTASTIMURMEDIA.COM – TIMUR TENGAH – Tiga menteri senior dalam kabinet Inggris—Menteri Kesehatan, Menteri Kehakiman, dan Menteri Kebudayaan—secara terbuka mendesak Perdana Menteri Sir Keir Starmer untuk segera mengakui secara resmi Negara Palestina sebagai bentuk komitmen Inggris terhadap solusi damai dua negara dalam konflik Israel-Palestina.

Desakan ini muncul di tengah meningkatnya kekecewaan publik dan elit politik terhadap sikap Starmer yang dinilai abai terhadap janji kampanye Partai Buruh untuk mendukung solusi dua negara guna mengakhiri pendudukan Israel di wilayah Palestina. Penolakan Starmer dianggap sebagai langkah mundur yang tidak sejalan dengan arus tekanan internasional dan dukungan domestik yang semakin besar terhadap pengakuan Palestina sebagai negara merdeka.

Dalam laporan eksklusif yang dirilis Bloomberg, ketiga menteri tersebut menyatakan keprihatinan mendalam atas ketidaktegasan Starmer di tengah krisis kemanusiaan yang memburuk di Gaza dan Tepi Barat, serta meningkatnya kekerasan yang dialami warga sipil Palestina akibat agresi militer Israel.

Pada hari yang sama, Presiden Prancis Emmanuel Macron secara resmi mengumumkan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina dalam forum Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang dijadwalkan berlangsung pada September mendatang. Macron diketahui telah melakukan lobi diplomatik intensif selama beberapa bulan terakhir untuk mendorong Starmer agar mengambil langkah serupa dalam pengakuan bersama atas Palestina.

Langkah strategis Prancis ini dinilai sebagai sinyal kuat bagi negara-negara Barat, khususnya Inggris, untuk menunjukkan komitmen nyata terhadap keadilan dan perdamaian di Timur Tengah. Tekanan terhadap Inggris pun semakin menguat, terutama di tengah gelombang dukungan publik, aktivis HAM, dan sejumlah anggota parlemen yang menyerukan agar pemerintah Inggris segera mengikuti jejak negara-negara Eropa lainnya dalam mengakui kemerdekaan Palestina.

Pengakuan resmi terhadap Negara Palestina bukan hanya menjadi ujian bagi kredibilitas moral politik luar negeri Inggris, tetapi juga dinilai sebagai langkah penting dalam mengakhiri penjajahan Israel, serta membuka jalan bagi dimulainya kembali perundingan damai yang adil dan setara di bawah kerangka hukum internasional.