Pemko Dumai Hadiri HPN dan HUT ke-80 PWI Riau, Perkuat Sinergi Bersama Insan Pers
Pemko Dumai menghadiri peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI Riau di Pekanbaru. Momentum ini memperkuat sinergi pemerintah dan insan pers dalam mendukung pembangunan daerah, keterbukaan informasi, dan demokrasi.
LINTASTIMURMEDIA.COM – DUMAI/PEKANBARU – Semangat memperkuat demokrasi, menjaga independensi jurnalistik, serta mempererat kemitraan strategis antara pemerintah dan insan pers mewarnai peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 sekaligus Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang digelar di Kantor PWI Riau, Jalan Arifin Ahmad, Pekanbaru, Kamis (7/5/2026).
Peringatan HPN dan HUT PWI ke-80 tersebut berlangsung dalam suasana sederhana namun sarat makna, penuh nuansa kekeluargaan, kebersamaan, serta semangat kolaborasi untuk memperkuat peran pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi di Indonesia, khususnya di Provinsi Riau.
Acara tersebut dihadiri Plt Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi Riau, Supriyadi. Kehadiran berbagai tokoh penting dari unsur pemerintahan, legislatif, tokoh adat, hingga organisasi pers semakin menambah kekhidmatan momentum bersejarah tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu mantan Gubernur Riau Syamsuar, anggota DPD RI Habib Hamid Abdullah, anggota DPRD Riau Abdullah, Sekretaris Kominfo Pekanbaru Tengku Asnof, para mantan Ketua PWI Riau, Ketua Umum DPH LAMR Taufik Ikram Jamil, jajaran pimpinan daerah, organisasi media, serta insan pers dari berbagai kabupaten dan kota se-Provinsi Riau.
Pemerintah Kota Dumai melalui kehadirannya dalam agenda tersebut menegaskan komitmen untuk terus membangun sinergi yang kuat bersama insan pers sebagai mitra strategis pembangunan daerah.
Bagi Pemko Dumai, pers memiliki peranan penting dalam menjaga keseimbangan informasi, membangun edukasi publik, serta menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.
Momentum HUT ke-80 PWI dinilai bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan menjadi refleksi perjalanan panjang dunia pers Indonesia dalam menjaga kebebasan berpendapat, mengawal transparansi, serta memperjuangkan kepentingan publik melalui karya jurnalistik yang profesional dan berintegritas.
Di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan media sosial yang semakin cepat, keberadaan pers profesional dinilai semakin dibutuhkan masyarakat untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, serta dapat dipertanggungjawabkan.
Di sela-sela kegiatan, Ketua PWI Kota Dumai, Bambang Prayetno, SH, yang hadir langsung dalam perhelatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap kekompakan dan soliditas insan pers di Provinsi Riau.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun di tubuh PWI menjadi modal penting dalam menghadapi tantangan dunia jurnalistik modern yang terus berkembang dinamis.
“Peringatan HUT ke-80 PWI ini menjadi refleksi penting bagi kita semua. Pers harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan integritasnya. Sebagai pengurus di daerah, kami berkomitmen terus meningkatkan kompetensi anggota PWI Kota Dumai agar mampu menghadirkan karya jurnalistik yang berkualitas, edukatif, dan terpercaya,” ujar Bambang Prayetno.
Ia menegaskan bahwa wartawan harus tetap kritis namun konstruktif dalam menjalankan fungsi kontrol sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, media memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi penjernih informasi di tengah maraknya hoaks, disinformasi, dan derasnya arus informasi yang beredar di media sosial.
“Pers tidak boleh kehilangan arah. Wartawan harus tetap menjadi garda terdepan dalam menjaga kualitas informasi publik. Di era digital saat ini, masyarakat membutuhkan media yang mampu menghadirkan fakta dan kebenaran, bukan sekadar kecepatan,” tambahnya.
Bambang juga menilai sinergi yang selama ini telah terjalin baik antara PWI Kota Dumai dengan Pemerintah Kota Dumai harus terus diperkuat demi mendukung pembangunan daerah yang transparan, partisipatif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Menurutnya, kolaborasi positif antara pemerintah dan media menjadi salah satu fondasi penting dalam menciptakan stabilitas sosial sekaligus mempercepat penyebarluasan program-program pembangunan kepada masyarakat luas.
Sementara itu, Ketua PWI Riau, Raja Isyam Azwar, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Pers Nasional dan HUT PWI merupakan momentum penting untuk memperkuat komitmen insan pers dalam menjaga profesionalisme dan integritas jurnalistik.
Ia mengatakan, PWI sebagai organisasi wartawan tertua di Indonesia harus terus menjadi rumah besar bagi insan pers yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dan nilai-nilai profesionalisme.
“PWI harus tetap berjalan seiring dengan pemerintah dalam membangun daerah, namun tetap menjaga independensi dan marwah jurnalistik. Wartawan harus menjadi penyampai informasi yang benar, akurat, dan terpercaya di tengah tantangan dunia media yang semakin kompleks,” tegas Raja Isyam Azwar.
Ia juga menambahkan bahwa PWI Riau akan terus mendukung lahirnya wartawan-wartawan profesional yang mampu menjawab tantangan era digital, sekaligus tetap memegang teguh prinsip-prinsip jurnalistik yang beretika dan bertanggung jawab.
Di sisi lain, Kepala Diskominfotik Provinsi Riau, Supriyadi, menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Riau terus berkomitmen mendukung keterbukaan informasi publik serta memperkuat kemitraan bersama insan pers.
Menurutnya, pers memiliki kontribusi besar dalam mendukung pembangunan daerah melalui penyebaran informasi yang objektif dan edukatif kepada masyarakat.
“Pers memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam menyampaikan informasi pembangunan kepada masyarakat. Pemerintah membutuhkan media yang profesional agar informasi yang diterima masyarakat benar-benar akurat dan mampu memberikan edukasi positif,” ungkap Supriyadi.
Selain menjadi ajang silaturahmi dan refleksi perjalanan dunia pers, kegiatan tersebut juga diwarnai suasana haru ketika seluruh tamu undangan bersama-sama memanjatkan doa dan membacakan Surah Al-Fatihah untuk almarhum Zulmansyah Sekedang, Sekjen PWI Pusat, yang wafat pada April lalu.
Doa bersama tersebut menjadi bentuk penghormatan atas dedikasi dan pengabdian almarhum terhadap perkembangan dunia jurnalistik di Indonesia.
Momentum itu sekaligus mengingatkan seluruh insan pers tentang pentingnya menjaga semangat pengabdian, integritas, serta loyalitas terhadap profesi wartawan sebagai penjaga demokrasi dan suara publik.
Acara kemudian ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan panjang PWI selama delapan dekade dalam mengawal perjalanan pers nasional di Indonesia.
Suasana penuh keakraban, kebersamaan, dan semangat persatuan tampak menyelimuti seluruh rangkaian kegiatan, menandakan bahwa insan pers di Riau terus berkomitmen menjaga solidaritas serta memperkuat perannya sebagai mitra strategis pembangunan daerah dan penjaga demokrasi bangsa.
Sumber (Mediacenter Dumai/RRA)






















