Pemko Pekanbaru Buka Kembali Kawasan Kuliner Malam di Jalan Cut Nyak Dien dengan Penataan Baru
#LINTASTIMURMEDIA.COM #SAHABATIPN #PEMKOHEBAT
LINTASTIMURMEDIA.COM - PEKANBARU – Pemko Pekanbaru Buka Kembali Kawasan Kuliner Malam di Jalan Cut Nyak Dien dengan Penataan Baru, Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru kembali menghadirkan kawasan kuliner malam di Jalan Cut Nyak Dien setelah melakukan penataan ulang. Mulai Jumat (11/10/2024) malam, para pedagang kaki lima (PKL) kembali berjualan di area tersebut, dengan lebih dari 400 PKL berpartisipasi.
Kawasan kuliner malam ini kini hadir dengan konsep penataan baru yang lebih teratur. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, menjelaskan ada lima aspek utama yang ditata ulang, termasuk pembagian lahan jualan dan fasilitas listrik.
"Dulu ada pedagang yang mendapatkan 5 hingga 15 meter untuk berjualan, sekarang kami seragamkan menjadi 3 meter per pedagang. Selain itu, kami juga menata ulang listriknya," ujar Zulhelmi, Jumat (11/10) pagi.
Untuk mendukung kebutuhan listrik para PKL, Pemko Pekanbaru telah memasang 20 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) di sepanjang kawasan kuliner malam tersebut. Selain itu, penataan juga dilakukan terhadap fasilitas parkir. Beberapa kantong parkir untuk kendaraan roda dua dan roda empat telah disediakan, termasuk di sepanjang Jalan Ahmad Yani, dekat Kantor Gubernur Riau dan Menara Bank Riau Kepri.
Akses lalu lintas di kawasan kuliner malam ini juga diatur secara khusus. Hanya kendaraan roda dua yang diperbolehkan melintas di Jalan Cut Nyak Dien, terutama bagi pengunjung yang ingin membeli makanan secara take away. Lalulintas di kawasan ini juga dijadikan satu arah, dimulai dari Jalan Pepaya hingga ke Jalan Ahmad Yani.
Penanganan sampah juga menjadi prioritas dalam penataan kawasan ini. Para pedagang hanya diperbolehkan membuang sampah di titik yang telah disediakan, dan sampah tersebut akan diangkut oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Pekanbaru ke TPA.
Sebelumnya, Pemko Pekanbaru mengambil alih pengelolaan kawasan kuliner ini dari LPM untuk memaksimalkan potensi pendapatan daerah. Dengan lebih dari 400 pedagang berjualan, kawasan ini berpotensi mendatangkan retribusi miliaran rupiah per tahun.
#Thab212






















