Seminar Nasional APTISI Dumai-Duri 2025 Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Era Digital

Wali Kota Dumai buka Seminar Nasional APTISI 2025 bahas inovasi dan kolaborasi perguruan tinggi di era digital untuk penguatan mutu pendidikan tinggi.

Seminar Nasional APTISI Dumai-Duri 2025 Dorong Inovasi dan Kolaborasi Pendidikan Tinggi di Era Digital
Wali Kota Dumai Buka Seminar Nasional APTISI Dumai-Duri 2025: Dorong Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi di Era Digital

DUMAI – LINTASTIMURMEDIA.COM — Pemerintah Kota Dumai kembali menunjukkan komitmen kuat terhadap kemajuan pendidikan tinggi di wilayahnya. Wali Kota Dumai yang diwakili oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kota Dumai, Drs. Muhammad Yunus, secara resmi membuka Seminar Nasional Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah X-B Komda Dumai-Duri Tahun 2025, Rabu (15/10/2025).

Kegiatan bergengsi yang mengangkat tema “Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Era Digital untuk Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi” tersebut berlangsung di Aula Institut Teknologi dan Bisnis Riau Pesisir (ITBRP), dan dihadiri ratusan peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, serta perwakilan lembaga pendidikan tinggi swasta (PTS) dari berbagai daerah di Dumai dan sekitarnya.

Antusiasme peserta mencerminkan semangat baru dunia pendidikan tinggi dalam menghadapi tantangan era digital serta memperkuat daya saing sumber daya manusia lokal menuju Dumai Kota Idaman yang unggul dan berdaya saing global.


Sinergi Pemerintah dan Perguruan Tinggi Jadi Kunci Transformasi Pendidikan

Dalam sambutannya, Drs. Muhammad Yunus menyampaikan apresiasi tinggi kepada APTISI Wilayah X-B Komda Dumai-Duri atas terselenggaranya seminar nasional ini sebagai wadah strategis mempertemukan pemangku kepentingan dunia pendidikan, akademisi, dan pemerintah daerah.

Ia menegaskan, ke depan diperlukan sinergi dan kolaborasi erat antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta dunia industri untuk memperkuat transformasi pendidikan berbasis digital, riset aplikatif, dan peningkatan mutu lulusan.

“Perguruan tinggi memiliki peran sentral sebagai pusat inovasi, riset, dan pengabdian masyarakat. Di era digital, kolaborasi antarlembaga, termasuk dengan pemerintah daerah, menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi yang berkualitas, adaptif, dan berkelanjutan,” tegas Asisten I.

Drs. Yunus juga berharap seminar nasional ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat jejaring akademik, mengembangkan inovasi berbasis teknologi, serta mengintegrasikan program pendidikan tinggi dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) dan peningkatan daya saing daerah.


APTISI Dorong Kolaborasi PTS dalam Mewujudkan Pendidikan Bermutu di Era Digital

Sementara itu, Ketua APTISI Riau Komda Dumai-Duri, Dra. Hj. Sirlyana, M.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret APTISI dalam menghadapi dinamika globalisasi dan digitalisasi pendidikan.

“Melalui forum ini, kami ingin membangun jejaring kolaboratif yang kuat antar-PTS, pemerintah daerah, dan stakeholder pendidikan lainnya. Inovasi tidak bisa berjalan sendiri — ia membutuhkan kolaborasi, dukungan kebijakan, serta komitmen bersama,” ujarnya penuh semangat.

Sirlyana juga menekankan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan harus diiringi dengan peningkatan kapasitas dosen, penyesuaian kurikulum berbasis teknologi, dan keterlibatan aktif mahasiswa dalam riset-riset inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Empat Narasumber Nasional dan Internasional Paparkan Gagasan Strategis

Seminar nasional APTISI Dumai-Duri 2025 menghadirkan sejumlah narasumber berkompeten dari dalam dan luar negeri yang membawakan materi inspiratif seputar inovasi pendidikan tinggi, penelitian pragmatis, dan pembangunan berkelanjutan.

  1. Dr. H. Nopriadi, S.KM., M.Kes., Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, memaparkan materi berjudul “Inovasi dan Kolaborasi Perguruan Tinggi dalam Era Digital untuk Penguatan Mutu Pendidikan Tinggi.”
    Ia menyoroti pentingnya peran PTS dalam mempercepat pemerataan akses pendidikan berkualitas melalui digitalisasi sistem pembelajaran.

  2. Prof. Madya Muhammad Nasir, Timbalan Pengarah IV Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), menyampaikan topik “Pragmatic Research Paradigm & SDGs”, yang menghubungkan paradigma riset pragmatis dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang pendidikan dan riset global.

  3. Prof. Dr. Syarinaldi, S.H., MCL., Ketua APTISI Provinsi Riau, turut berpartisipasi secara virtual dengan materi “Perguruan Tinggi sebagai Pusat Inovasi, Hilirisasi, dan Kolaborasi.”
    Ia menekankan peran strategis perguruan tinggi swasta dalam memperkuat ekosistem riset dan hilirisasi hasil penelitian ke dunia industri.

  4. Dr. Ir. H. Nuryasin Abdillah, M.Si., IPU., ACPE., APEC Eng., Ketua Program Studi Teknik Sipil ITBRP, membawakan materi “Pembangunan Berkelanjutan yang Berwawasan Lingkungan”.
    Ia mengingatkan pentingnya integrasi prinsip keberlanjutan dalam kebijakan pendidikan tinggi dan pembangunan infrastruktur.


Dukungan Penuh dari Pemangku Kepentingan Daerah

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Anggota DPRD Kota Dumai sekaligus Pembina YLPI Dumai, dr. H. Sunaryo, yang memberikan dukungan terhadap peningkatan mutu dan relevansi pendidikan tinggi di wilayah Dumai-Duri.

Kehadiran para tokoh pendidikan, pejabat pemerintah, dan praktisi akademik dalam satu forum membuktikan bahwa APTISI Komda Dumai-Duri menjadi wadah kolaborasi strategis dalam memperkuat ekosistem pendidikan tinggi Riau yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global.


Penutup

Dengan terlaksananya Seminar Nasional APTISI Dumai-Duri 2025, diharapkan muncul gagasan-gagasan baru yang mampu menjawab tantangan era digital, memperkuat mutu pendidikan tinggi, serta menegaskan peran Dumai sebagai pusat pertumbuhan pendidikan unggul di pesisir Riau.

Kegiatan ini bukan hanya sekadar pertemuan akademik, melainkan simbol sinergi nyata antara dunia kampus, pemerintah, dan masyarakat untuk membangun masa depan pendidikan yang berkelanjutan, adaptif, dan berorientasi global.